PENGARUH PENAMBAHAN GULA PASIR TERHADAP KUALITAS MAKANAN KELINCI DARI LIMBAH SAYURAN PASAR DENGAN TEKNOLOGI FERMENTASI

*Endro Sutrisno -  Teknik Lingkungan UNDIP, Indonesia
Received: 23 Apr 2019; Revised: 21 May 2019; Accepted: 28 May 2019; Published: 17 Jun 2019; Available online: 17 Jun 2019.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Research Article
Language: EN
Full Text:
Statistics: 20 13
Abstract

Sampah merupakan masalah yang paling umum ditemui di Indonesia.  Peningkatan jumlah penduduk di Indonesia yang semakin meningkat menyebabkan meningkatnya jumlah sampah yang dihasilkan dan berdampak buruk bagi lingkungan. Berkembangnya Kota Semarang mengakibatkan jumlah penduduk di Kota Semarang meningkat disertai dengan peningkatan konsumsi masyarakat. Masyarakat di Kota Semarang dalam memenuhi kebutuhan konsumsi harian salah satunya dilakukan di pasar. Dengan meningkatnya tingkat konsumsi masyarakat di pasar mengakibatkan jumlah limbah padat organik pasar-pasar di Kota Semarang khususnya limbah sayuran ikut meningkat. Pemanfaatan limbah sayuran pasar biasanya dijadikan pupuk. Selain dimanfaatkan menjadi pupuk, limbah sayuran pasar dapat juga dijadikan pakan ternak yaitu pakan kelinci. Jika diolah menjadi pakan kelinci, sampah tersebut tidak hanya menjadi sebuah produk saja tetapi dari hasil pakan yang dikonsumsi oleh kelinci tersebut menghasilkan daging dengan kualitas yang baik serta menghasilkan pupuk organik hasil dari kotoran kelinci. Pemanfaatan limbah sayuran pasar ini dilakukan dengan pengolahan limbah sayuran pasar menjadi pakan kelinci dengan penambahan gula pasir sebagai sumber energi. Pengolahan limbah sayuran pasar menjadi pakan kelinci dilakukan dengan teknologi fermentasi. Proses fermentasi dilakukan selama 7 hari.

 

 

Keywords
Limbah sayuran pasar, gula pasir, makanan kelinci, teknologi fermentasi

Article Metrics: