skip to main content

STUDI OPTIMASI TAKAKURA DENGAN PENAMBAHAN SEKAM DAN BEKATUL

*Arya Rezagama  -  , Indonesia
Ganjar Samudro  -  , Indonesia

Citation Format:
Abstract
Teknik pengomposan keranjang takakura telah banyak digunakan oleh rumah
tangga di berbagai kota-kota besar di Indonesia. Pada sisi operasional terdapat kendala
meliputi menurunnya efektifitas kinerja penguraian sampah organik sehingga sering
terjadi kegagalan proses. Oleh karena itu, diperlukan suatu cara sederhana dalam
meningkatkan kinerja porses pengomposan metode takakura. Secara garis besar,
tahapan penelitian dibagi menjadi tahap persiapan, tahap pengomposan, dan tahap
pengolahan data. Penambahan sekam dan bekatul divariasikan ke dalam lima kotak
keranjang. Inokulum dalam komposter yang digunakan diambil dari keranjang milik
mayarakat. Hasil penelitian menunjukkan penambahan sekam dan bekatul pada variasi
3. 4, dan 5 belum menunjukkan hasil signifikan dalam meningkatkan kinerja inokulum
seperti kotak 1. Temperatur inokulum baru masih di atas temperatur variasi/kotak yang
lain. Hal ini disebabkan pada inokulum baru dimungkinkan masih terdapat
mikroorganisme aktif serta sisa makanan dan sirkulasi udara yang baik. Namun jika
dibandingkan satu persatu, penambahan sekam dan bekatul mampu menaikkan
temperatur pada awal penelitian dibanding kotak 2 pada rata-rata proses. Penambahan
bekatul dan sekam menyebabkan peningkatan rasio C/N. Namun, peningkatan rasio C/N
tidak serta merta membuat kotak 2, 3, dan 4 memiliki proses degradasi yang lebih baik
daripada inokulum baru yang ditandai dengan temperatur. Kandungan Karbon, Nitrogen,
Phospor, dan Rasio C/N keseluruhan kompos matang telah memenuhi standar dalam
SNI 19-7030-2004, standar internasional, dan Departemen Pertanian, tetapi masih belum
sesuai dengan standar Departemen Pertanian dan PT. PUSRI

Fulltext View|Download
Keywords: Komposter Takakura, Temperatur, Inokulum

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.