STRATEGI PRODUKSI PUPUK ORGANIK CAIR KOMERSIAL DARI LIMBAH RUMAH POTONG HEWAN (RPH) SEMARANG

Published: 1 Sep 2015.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Review Article
Language: EN
Full Text:
Statistics: 835 5537
Abstract
Limbah Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kota Semarang yang didominasi oleh rumen sapi
jika tidak diolah dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada manusia dan kerusakan lingkungan.
Dampak negatif dari limbah adalah proses pembuangan dan pembersihannya memerlukan biaya
serta efeknya dapat mencemari lingkungan. Hal ini mendorong adanya inovasi dan pengembangan
teknologi pengolahan air limbah yang murah dan mudah operasional dan pemeliharaannya serta
biaya yang sedikit. Upaya meningkatkan keuntungan akan keberadaan limbah dilakukan cara
mengolah limbah menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai jual. Keuntungan yang bisa diperoleh
dari proses pengolahan limbah tersebut menjadi biogas, bioenergi, dan pupuk. Pupuk yang
mengandung magnesium yang tinggi yang beredar di pasaran biasanya berbentuk granul/ serbuk.
Apabila tanaman mengalami kekurangan magnesium maka akan menyebabkan kuningnya daun dan
menghambat proses fotosintesis yang terjadi di daun.
Penambahan limbah garam pada penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kandungan
unsur hara makro C,N,P,K, dan Mg, tidak mencemari lingkungan, tidak merusak struktur tanah, serta
mudah dalam pengaplikasiannya. Variasi rasio serat kasar dengan cairan rumen bertujuan untuk
mengetahui kandungan paling optimum,antara lain: 100:0 ,75:25 , 50:50 , 25:75 , 0:100 (serat
kasar:cairan rumen). Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan limbah garam tidak
mempengaruhi terhadap kandungan unsur hara C-Organik dan Nitrogen, sedangkan pada kandungan
Fospor, Kalium, dan Magnesium memiliki pengaruh dari penambahan limbah garam. Kandungan
unsur hara makro paling optimum yaitu C-Organik pada fermentor B1 sebesar 1,44%, Ntotal pada
fermentor B2 sebesar 0,73%, Fospor (P2O5) pada fermentor B3 sebesar 2,243%, Kalium pada
fermentor B3 sebesar 13,05, dan Mg pada fermentor B3 sebesar 26,82%. Meskipun demikian, pupuk
organik cair ini belum memenuhi persyaratan teknis Permentan No.70/Permentan/SR.140/10/2011
tentang pupuk organik, pupuk hayati dan pembenah tanah

Keywords
Pupuk Organik Cair, Limbah Rumen, Limbah Garam, Magnesium.

Article Metrics: