EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN GOTONG ROYONG (COOPERATIVE LEARNING) UNTUK MENURUNKAN KECEMASAN SISWA DALAM MENGHADAPI PELAJARAN MATEMATIKA (Suatu studi Eksperimental pada Siswa di SMP 26 Semarang)

*Novita Eka Indiyani - 
Anita Listiara - 
Published: .
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Research Article
Language: EN
Full Text:
Statistics: 1243 23400
Abstract
Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang dianggap momok bagi sebagian
pelajar, termasuk siswa SMP. Anggapan negatif tersebut semakin berkembang dengan adanya
kenaikan standar kelulusan, khususnya untuk nilai matematika, yang enyebabkan banyak siswa
tidak lulus pada tahun 2004. Salah satu faktor yang dapat berpengaruh buruk terhadap prestasi
matematika siswa adalah kecemasan. Kecemasan itu sendiri muncul karena berbagai sebab, salah
satunya situasi belajar yang menekan. Guru memegang peranan penting dalam mencari alternatif
untuk mengatasi kecemasan siswa, seperti dengan menciptakan situasi belajar yang terstruktur,
menyenangkan, dan dapat memberikan rasa aman bagi siswa. Cooperative Learning diduga
efektif untuk mengatasi kecemasan siswa dalam menghadapi pelajaran matematika. Cooperative
Learning merupakan metode belajar kelompok yang terstruktur, dengan pengelolaan kelas,
penataan ruang kelas, dan teknik-teknik mengajar tertentu.
Karakteristik subjek penelitian ini adalah siswa kelas dua, skor kecemasan dalam
menghadapi pelajaran matematika tinggi, siswa belum pernah diberi materi belajar matematika
dengan metode Cooperative Learning, siswa tidak sedang mengikuti pelajaran/kursus/les
matematika diluar jam sekolah. Penelitian ini menggunakan desain non-randomized control
group pretest-posttest design. Pemilihan subjek menggunakan metode pair matching (padanan
sepasang) berdasarkan hasil pretest skala kecemasan siswa dalam menghadapi pelajaran
matematika. Subjek penelitian pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol masing-masing
berjumlah 16 orang. Pengambilan data
dilakukan dengan wawancara, observasi, pengisian skala kecemasan siswa dalam menghadapi
pelajaran matematika, dokumentasi, dan tes berupa ulangan matematika.
Hasil pengujian hipotesis yang dilakukan dengan menggunakan teknik Independent
Sample T Test menghasilkan perbedaan mean sebesar 12,63 dengan p=0,003 (p<0,05). Hasil
tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan skor kecemasan siswa dalam
menghadapi pelajaran matematika kelompok eksperimen yang mendapat perlakuan berupa
belajar matematika dengan metode Cooperative Learning dan kelompok kontrol yang tidak
mendapat perlakuan.
Kata Kunci : Kecemasan dalam menghadapi pelajaran matematika, Cooperative Learning, siswa SMP.

Article Metrics: