Pengembangan Trotoar Sebagai Jalur Pejalan Kaki Pada Koridor Jalan Utama Pusat Kota Wonogiri (Studi Kasus : Trotoar Jl. A. Yani, Jl. Sudirman dan Jl. Pemuda)

*Sumber Rahayu  -  Dinas Lingkungan Hidup Kab. Wonogiri, Jawa Tengah, Indonesia
Retno Widjajanti  -  Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
Received: 20 Feb 2018; Published: 5 Jun 2018.
Open Access License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0

Citation Format:
Abstract
Trotoar pada tiga jalan utama Pusat Kota Wonogiri mempunyai permasalahan fungsi. Pejalan kaki banyak berjalan di jalan raya di kawasan komersial Jl. Sudirman dan Jl. A. Yani, sedangkan pada kawasan perkantoran Jl. Pemuda, trotoar menjadi ruang-ruang kosong yang hampir tanpa pejalan kaki. Tujuan penelitian ini untuk menemukenali kualitas trotoar sebagai dasar pengembangan trotoar pada koridor jalan utama Kota Wonogiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data melalui survey dan kuesioner. Metode analisis adalah deskriptif kuantitatif dengan distribusi frekuensi. Kualitas trotoar diukur berdasarkan aspek keamanan, kelancaran sirkulasi, lebar trotoar, kondisi permukaan, perlindungan terhadap cuaca, tempat duduk, kebersihan dan keindahan. Hasil penelitian di tiga koridor menunjukkan bahwa kualitas trotoar Jl. Sudirman memiliki kenyamanan terendah, sedangkan trotoar Jl. Pemuda memiliki kualitas kenyamanan tertinggi. Ketiga koridor memiliki persamaan kondisi yaitu, aman dari tindak kriminalitas, kurang memperoleh perlindungan terhadap cuaca dan tidak tersedia tempat duduk. Dengan kualitas yang ditemukan, maka pengembangan trotoar pada kawasan komersial Jl. Sudirman dan Jl. A. Yani adalah dengan memperlebar trotoar, minimum 2,5 m, membuat permukaan yang rata, menertibkan aktivitas selain pejalan kaki, memperhatikan jenis dan tata letak tanaman, menyediakan jalur hijau dan street furniture yang terpisah dengan jalur pejalan kaki. Pada trotoar Jl. Pemuda, penting mempertimbangkan desain trotoar sebagai taman linier di kawasan perkantoran dengan melakukan penertiban jalur pejalan kaki sehingga diperoleh lebar efektif 2 m melalui pembagian ruang trotoar yang jelas untuk berjalan kaki, street furniture dan jalur tanaman.
Keywords: kualitas; trotoar; kenyamanan; wonogiri
Funding: JPWK

Article Metrics:

  1. Fruin, J., 1971. Pedestrian Planning and Design, New York: Maudep
  2. Gehl, J., 2010. Cities For people, Washington DC: ISLAN PRESS
  3. Hakim, R., 2011. Komponen Perancangan Arsitektur Lansekap : Prinsip-prinsip dan Aplikasi Desain 2nd ed., Jakarta: PT. Bumi Aksara
  4. Harris, C.W. & Dines, N.T., 1998. Time-Saver Standards Design For Landscape Architecture : Designed and Construction Data second., New York: McGraw-Hill Inc
  5. Rapoport, A., 1977. Human Aspect of Urban Form, Oxford: Pergamos Press
  6. Rubenstein, H.M., 1987. A Guide to Site and Environtmental Planning, New York: John Wiiley & Sons Inc
  7. Rubenstein, H.M., 1992. Pedestrian Malls, Streetcapes, and Urban Spaces, New York: John Wiiley & Sons Inc
  8. Sucher, D., 2003. City Comforts : How to Build an Urban Village, Seattle: City Comforts Inc
  9. Untermann, R.K., 1984. Accommodating the Pedestrian: Adapting Towns and Neighborhoods for Walking and Bicycling, New York: Van Nostrand Reinhold Company
  10. Wardianto, G., 2016. Trotoar untuk Pejalan Kaki, Semarang: UNDIP Press
  11. Whyte, W.H., 1988. City : Rediscovering the Center., Philadelphia: University of Pennsylvania Press
  12. Zegeer, C. V., 1998. Design and Safety of Pedestrian Facilities, Washington: Institute of Transportation Engineers

Last update: 2021-04-24 01:24:02

No citation recorded.

Last update: 2021-04-24 01:24:02

No citation recorded.