KARAKTERISASI PROSES PENGERINGAN JAGUNG DENGAN METODE MIXED-ADSORPTION DRYING MENGGUNAKAN ZEOLITE PADA UNGGUN TERFLUIDISASI

*Hargono Hargono -  Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro Jl. Prof. Sudarto, Tembalang-Semarang, 50275, Telp/fax: (024)7460058/(024)76480675, Indonesia
Mohamad Djaeni -  Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro Jl. Prof. Sudarto, Tembalang-Semarang, 50275, Telp/fax: (024)7460058/(024)76480675, Indonesia
Luqman Buchori -  Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro Jl. Prof. Sudarto, Tembalang-Semarang, 50275, Telp/fax: (024)7460058/(024)76480675, Indonesia
Published: 25 Apr 2012.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Research Article
Language: EN
Full Text:
Statistics: 1287 1881
Abstract

CHARACTERIZATION OF CORN DRYING PROCESS USING MIXED-ADSORPTION DRYING METHOD UTILIZING ZEOLITE PARTICLES IN A FLUIDIZED BED SYSTEM. Corn (Zea mays L.) representing important food requirement besides paddy and wheat. Handling of time after rice harvest become the priority so that corn quality can be awaked better. Drying process by adsorption-fluidized bed become a choice to replace the conventional corn drying systems. This research aim to look for the effect of the inlet air temperature, type of zeolite, and ratio of corn and zeolite to drying rate, content of protein and fat, and to calculate dying rate constant, k. Energy efficiency is calculated based on amount of heat is used to evaporate the water from corn (Qevap) divided by total of heat requirement for the regeneration of zeolite and increase the air temperature (Qintr). This research conducted by mixing zeolite as adsorben with the corn with the certain comparison ratio in the fluidized bed at temperature of 30-50oC. Results of research indicate that the fastest drying rate is marked by biggest water rate degradation that happened at 50oC by zeolite sintetis and ratio of corn and zeolite is 25:75%. Drying rate constant is 0.0303. Protein content degradates from 9.10% to 8.30%, while for the content of fat is constant. Energy efficiency is obtained of 81.23%.

 

Jagung (Zea mays L.) merupakan kebutuhan pangan yang penting selain padi dan gandum sehingga penanganan paska panen menjadi prioritas agar kualitas jagung dapat terjaga dengan baik. Proses pengeringan dengan cara adsorpsi-unggun terfluidisasi menjadi suatu pilihan untuk menggantikan sistim pengering jagung konvensional yang boros energi. Penelitian ini bertujuan untuk mencari pengaruh suhu udara masuk, jenis zeolite, dan rasio berat jagung dan zeolite terhadap kecepatan pengeringan, kandungan protein dan lemak dan menghitung harga konstanta laju pengeringan, k. Untuk keperluan energi dihitung pula efisiensi energi (h) berdasarkan jumlah panas yang digunakan untuk menguapkan air dari jagung (Qevap) dibagi dengan kebutuhan panas total untuk meregenerasi zeolite dan menaikkan suhu udara (Qintr). Penelitian dilakukan dengan mencampurkan zeolite sebagai adsorben dengan jagung dengan rasio perbandingan tertentu dalam suatu unggun yang difluidisasi menggunakan udara pada suhu percobaan 30-50oC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju pengeringan paling cepat ditandai oleh penurunan kadar air yang paling besar yang terjadi pada suhu 50oC dengan menggunakan zeolite sintetis dan dengan rasio berat jagung dan zeolite adalah 25% : 75%. Nilai konstanta laju pengeringan diperoleh 0,0303. Kadar protein terjadi penurunan dari 9,10% menjadi 8,30%, sedangkan untuk kandungan lemaknya relatif tetap. Hasil perhitungan diperoleh efisiensi energi (h) sebesar 81,23%.

Keywords
adsorpsi; jagung; pengeringan; mixed adsorption drying; zeolit adsorpsi; jagung; pengeringan; mixed adsorption drying; zeolit

Article Metrics: