PRODUKSI BIOHIDROGEN DARI HIDROLISAT AMPAS TAHU SECARA FERMENTASI ANAEROB MENGGUNAKAN KULTUR CAMPURAN

*Amir Husin  -  Universitas Sumatera Utara, Indonesia
Sarto Sarto  -  Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, Indonesia
Siti Syamsiah  -  Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, Indonesia
Imam Prasetyo  -  Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, Indonesia
Published: 14 Oct 2014.
Open Access

Citation Format:
Abstract

Ampas tahu merupakan produk samping industri pengolahan tahu berbahan dasar kacang kedelai (Glysine max.).  Dalam studi ini, ampas tahu yang telah mengalami perlakuan-awal dengan metode yang berbeda dikonversi menjadi hidrogen menggunakan kultur campuran.  Pengaruh perlakuan-awal asam satu-tahap (0,5% dan 10% berat HCl) dan dua-tahap (tahap I 0,5%  dan tahap II 10% berat HCl) terhadap sakarifikasi ampas tahu juga diinvestigasi.  Lebih lanjut, pengaruh perlakuan awal asam satu-tahap maupun dua-tahap terhadap produksi hidrogen dan efisiensi degradasi gula tereduksi dibandingkan.  Yield total gula-tereduksi 503,73 mg/g ampas tahu diperoleh dari perlakuan-awal asam dua-tahap.  Nilai ini kurang lebih 4 kali lebih tinggi dibanding hasil dari perlakuan-awal asam satu-tahap menggunakan 0,5% berat HCl. Studi produksi biohidrogen dilakukan secara batch menggunakan kultur campuran dengan kondisi reaksi  35oC dan pH awal 6,5,  Hasil percobaan menunjukkan, bahwa yield hidrogen kumulatif  maksimum 0,928  mmol/g  ampas tahu diperoleh dari perlakuan  asam dua-tahap  atau meningkat 1,8 kali dibanding perlakuan satu-tahap menggunakan 0,5% berat HCl.

Key words : ampas tahu,  perlakuan asam, produksi hidrogen

Abstract

Tofu solid waste is one of the by-products of tofu-processing industry.  In this study, batch experiments were carried out to convert tofu solid waste pretreated by different methods into hydrogen using mixed culture.  The effects of one-stage (0.5% or 10% HCl) and two-stage (first stage 0.5% HCl) and second stage 10% HCl) pretreatments on the saccharification of tofu solid waste were also studied.  Furthermore, the effects of  and/or  two- stages acid pretreatments on hydrogen production and degradation efficiencies the reducing-sugar (RS) were compared.  A maximum total RS yield of 503.73 mg/g-tofu solid waste was obtained from substrate pretreated with two-stages method.  It was approximately 4-fold greater than that from substrate pretreated with one-stage method using 0.5% wt HCl. At the reaction condition of 35oC, initial pH =  6.5, and RS concentration based on 2 grams of tofu solid waste pretreated, a maximum cumulative hydrogen yield was 0.928  mmol/g-tofu solid waste from substrate  pretreated  with  two-stages method.  It was approximately 1.8-fold greater than that from substrate pretreated with one-stage method using 0.5% wt HCl. The results show that two-stage acid preteatment can enhancing the amount of  reducing sugar in the mixture and hydrogen yield from tofu solid wastes.

 

Keywords: ampas tahu; produksi hidrogen; perlakuan asam

Article Metrics:

Last update: 2021-04-16 03:25:47

No citation recorded.

Last update: 2021-04-16 03:25:47

No citation recorded.