skip to main content

Ketidakpastian Pengukuran Temperatur Udara Berpendingin Menggunakan HIOKI LR8450 Pada Rack server Data Center BRIN

*Arif Cahyono Nugroho  -  Department of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275|Universitas Diponegoro., Indonesia
Berkah Fajar Kiono  -  Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Tony Suryo Utomo  -  Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Muhammad Penta Helios scopus  -  Badan Riset dan Inovasi Nasional, Indonesia
Dani Ramdani  -  Prodi Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Pamulang, Indonesia
Didi Tri Wibowo  -  Badan Riset dan Inovasi Nasional, Indonesia
Open Access Copyright (c) 2026 ROTASI

Citation Format:
Abstract

Keandalan sistem pendinginan merupakan faktor kritis dalam menjaga kinerja dan keberlangsungan operasional data center. Salah satu aspek penting dalam pengelolaan sistem pendinginan adalah akurasi dan keandalan pengukuran suhu yang digunakan sebagai dasar pengendalian dan evaluasi kinerja Precission Air Conditioning (PAC). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketidakpastian pengukuran suhu perangkat PAC pada data center dengan menggunakan pendekatan Guide to the Expression of Uncertainty in Measurement (GUM).

Pengukuran suhu dilakukan pada sepuluh titik inlet (Tci) dan sepuluh titik outlet (Tco) perangkat PAC dengan jumlah data yang besar dan relatif seragam pada setiap titik pengamatan. Analisis ketidakpastian mencakup ketidakpastian tipe A dan tipe B, yang meliputi kontribusi resolusi alat ukur, akurasi sensor, resolusi pembacaan, kalibrasi, serta pengaruh lingkungan. Seluruh komponen ketidakpastian digabungkan untuk memperoleh nilai ketidakpastian gabungan dan ketidakpastian diperluas (expanded uncertanty).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ketidakpastian gabungan (u_c) sebesar 0,312 °C dan ketidakpastian diperluas (U) sebesar 0,625 °C dengan faktor cakupan k = 2 bersifat konsisten pada seluruh titik pengukuran. Nilai rata-rata suhu inlet lebih tinggi dibandingkan dengan suhu outlet, yang mengindikasikan bahwa perangkat PAC berfungsi secara efektif dalam menurunkan suhu udara. Komponen ketidakpastian terbesar berasal dari akurasi sensor dan kalibrasi, sedangkan kontribusi dari resolusi alat ukur dan faktor lingkungan relatif kecil.

Secara keseluruhan, tingkat ketidakpastian data pengukuran temperatur rack server yang diperoleh masih berada dalam batas yang dapat diterima untuk menganalisa kinerja sistem pendingin di data center dan dapat dijadikan dasar yang andal dalam pengambilan keputusan terkait pengendalian suhu, evaluasi kinerja sistem pendinginan, serta peningkatan efisiensi operasional data center.

 

Fulltext View|Download
Keywords: data center, Precission Air Conditioner, ketidakpastian pengukuran, GUM, suhu.
Funding: Badan Riset dan Inovasi Nasional

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.