ANALISIS BAHAN ORGANIK DENGAN KUALITAS TANAH TERHADAPUKURAN DAUN BAKAU (Rhizopora mucronata Lamk) DI HUTAN MANGROVE DESA MOJO, ULUJAMI, PEMALANG (Analisis of Organic Matter and Soil Quality on the Size of Mangrove Leaf at Mojo Village, Ulujami Pemalang)

*Untung Ismoyo -  Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro, Indonesia
Boedi Hendrarto -  Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro, Indonesia
Suryanti Suryanti -  Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 20 Jul 2017; Published: 20 Jul 2017.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: IND
Full Text:
Statistics: 858 3470
Abstract

 

Bakau (Rhizopora mucronata) merupakan salah satu jenis mangrove yang terdapat pada kawasan rehabilitasi hutan mangrove Desa Mojo, Kabupaten Pemalang.Jenis mangrove ini ditanam karena bibitnya mudah diperoleh dan disemai sehingga mendominasi pada kawasan tersebut.Untuk mengetahui faktor-faktor yang berkaitan dengan pertumbuhan mangrove, maka telah dilakukanpenelitian tentang hubungan antara kualitas tanahdengan luasan helai daun mangrove.Jumlah sampel yang digunakan adalah405helai daun yang dipilih dengan kondisi yang sama dan berasal dari 9 stasiun penelitian. Dalam stasion yangsama dilakukan pula pengambilan sampel tanah sampai kedalaman 50 cm, untuk dianalisis kandungan bahan organik dan sifat fisik-kimia.  Sampel daun yang diperoleh kemudian diproses dalam photo studio mini buatan untuk diambil gambarnya menggunakan kamera digital beresolusi tinggi dalam jarak 30 cm dan dihitung luasannya denganperangkat lunak komputer Corel Draw X7.Analisis data menggunakan PCA dan hasilnya menunjukkan, bahwa dari semua variabel yang diukur dari tanah, maka hanya faktorbahan organik saja yang memiliki korelasi positif tinggi dengan luasan daunR. mucronata.

 

 

Mangrove (Rhizopora mucronata) is one of the mangrove species found in the rehabilitation area of mangrove forest of Mojo Village, Pemalang Regency. This type of mangrove is grown because the seeds are easy to obtain and sowing so as to dominate in the area. To know the factors related to the growth of mangroves, so has been conducted research on the relationship between soil quality with the extent of mangrove leaves. The number of samples used is 405 leaf blades selected under the same conditions and derived from 9 research stations. In the same station, soil sampling is done up to 50 cm depth, to analyze organic material content and physical-chemical properties. The leaf samples were then processed in an artificial mini studio photo to be photographed using a high resolution digital camera within 30 cm and calculated the extent of Corel Draw X7 computer software. Analysis of data using PCA and the results show, that of all variables measured from the soil, then only the factor of organic material alone has a high positive correlation with the leaf area of R. mucronata.  
Keywords
Pohon Bakau; Luasan Daun; Hutan Mangrove Desa Mojo

Article Metrics:

  1. Fanindi, A., B. R. Prawiradiputra dan L. Abdullah. 2010. Pengaruh Intensitas Cahaya terhadap Produksi hijauan dan benih kalopo (Calopogonium mucunoides).JITV. 15(3): 205-214.
  2. Hakim, N. M. N. Nyakpa, A. M. Lubis, S. G. Nugroho, M. R. Saul, M. A. Diha, Go Ban Hong & H. H. Bailey, 1986. Dasar-dasar Ilmu Tanah. Universitas Presindo, Jakarta
  3. Kushartono E. W.. 2009. Beberapa aspek Bio-Fisik Kimia Tanah di Daerah Mangrove Desa Pasar Banggi Kabupaten Rembang. Jurnal Ilmu Kelautan. XIIII (2) : 76-83.
  4. Mahmud, Wardah, dan B. Toknok. 2014. Sifat Fisik Tanah di Bawah Tegakan Mangrove di Desa Tumpapa Kecamatan Balinggi Kabupaten Parigi Moutong. Jurnal Warta Rimba II (1) : 129-135.
  5. Mardi. 2014. Keterkaitan Struktur Vegetasi Mangrove dengan Keasaman dan Bahan Organik Total Sedimen pada Kawasan Suaka Margasatwa Mampie di Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar. [Skripsi]. Jurusan Ilmu Kelautan. Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hassanuddin.Makassar.
  6. Noor, R. Y., M. Khazali, dan I. N. N. Suryadiputra. 2013. Panduan Pengenalan Mangrove Di Indonesia.PHKA/WI-IP. Bogor.134 hal.
  7. Rachmawati.2012. Hubungan Sifat Tanah Dengan Tipe Vegetasi Mangrove Di Desa Blanakan, Kabupaten Subang.[Skripsi]. Departemen Ilmu Tanah Dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor.
  8. Saraswati, A. A. 2014. Konsep Pengelolaan Ekosistem Pesisir (Studi Kasus Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah). Jurnal Teknologi Lingkungan P3tl-Bppt. V (3) : 205 – 211.
  9. Setyamidjaya, D. 1986. Pupuk dan Pemupukan. CV Simplex. Jakarta.
  10. Setyawan, A.D. 2002. Ekosistem Mangrove sebagai Kawasan Peralihan Ekosistem Perairan Tawar dan Perairan Laut. Jurnal Enviro II (1): 25-40.
  11. Syawala, N. 2013.Komposisi Vegetasi Hutan Mangrove di Pantai Mojo Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang Provinsi Jawa Tengah. [Naskah Publikasi]. Program Studi Pendidikan Biologi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.Universitas Muhammadiyah Surakarta. Surakarta.
  12. Taiz, L. dan Zeiger, E., Plant Physiology, Sinauer Associates Incorporated, 2010.
  13. Wijaya, K. A. 2008. Nutrisi Tanaman. Prestasi Pustaka Publisher. Jakarta.