KAJIAN TINGKAT SAPROBITAS DI MUARA SUNGAI MORODEMAK PADA SAAT PASANG DAN SURUT

*Suryanti Suryanti -  Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Jurusan Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 22 Aug 2008.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: EN
Full Text:
Statistics: 506 3224
Abstract

Muara  sungai  mengalami  fluktuasi  salinitas  yang  disebabkan  oleh  pasang  surut  air  laut.  Fitoplankton merupakan produsen primer  yang mampu membentuk zat organik dari zat anorganik.  Fitoplankton dapat melakukan fotosintesis yang menghasilkan karbohidrat dan oksigen serta merupakan awal dari rantai makanan di perairan. Kondisi ekologis di daerah muara sungai Morodemak diperkirakan akan semakin menurun akibat meningkatnya pemanfaatan wilayah pantai secara intensif. Kapal-kapal dan bagan apung banyak bersandar di muara sungai ini. Tambak-tambak intensif juga telah banyak  dibangun. Keadaan ini diduga menyebabkan menurunnya  kualitas  lingkungan  muara  sungai   Morodemak.  Penelitian  ini  dilakukan  untuk  mengkaji bagaimana  kondisi  lingkungan  muara  sungai  Morodemak.  Pengamatan  dilakukan  berdasarkan  analisis  SI (Saprobik Indeks) dan TSI (Tropik Saprobik Indeks) untuk mengetahui sejauh mana tingkat pencemaran yang terjadi. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah fitoplankton yang berada di perairan Muara Sungai Morodemak berikut parameter fisika dan kimia. Kelimpahan fitoplankton pada Muara Sungai Morodemak pada waktu pasang adalah 35.415 Ind/L dengan 16 genera dan pada waktu surut 27.684 Ind/L dengan 15 genera. Nilai SI pada saat pasang adalah 1,18 dan 1,00 pada saat surut serta nilai TSI 1,32 pada saat pasang dan 1,34 pada saat surut. Nilai tersebut menunjukkan bahwa pada saat pasang tingkat pencemaran di muara lebih tinggi dibandingkan pada saat surut. Nilai SI dan TSI fitoplankton dapat diketahui bahwa kondisi  perairan muara sungai Morodemak tercemar sedang sampai ringan. Tingkat pencemaran yang lebih  tinggi pada saat pasang dibandingkan pada saat surut tersebut mengindikasikan bahwa  parameter-parameter pencemar lebih berasal dari  kegiatan-kegiatan  di  laut  dibandingkan  kegiatan-kegiatan  di  darat,  seperti  bersandarnya  kapal-kapal penangkap ikan dan bagan apung di muara sungai.

Kata kunci : Saprobitas, Muara sungai, Pasang Surut

Article Metrics: