ANALISIS ALAT PENANGKAP IKAN BERBASIS CODE OF CONDUCT FOR RESPONSIBLE FISHERIES (CCRF) DI TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) TAWANG, KENDAL (Analysis of Fishing Gears Based on Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF) at Tawang Fish Auction, Kendal)

*Ihtisyamul Firdaus -  Departemen Perikanan Tangkap, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Aristi Dian Purnama Fitri -  Departemen Perikanan Tangkap, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Sardiyatmo Sardiyatmo -  Departemen Perikanan Tangkap, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Faik Kurohman -  Departemen Perikanan Tangkap, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 8 Dec 2017.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: IND
Full Text:
Statistics: 1785 4610
Abstract

 

Pengelolaan sumberdaya ikan sangat erat kaitannya dengan pengelolaan operasi penangkapan ikan dan sasaran penangkapan ikan yang dilakukan. Perkembangan kegiatan penangkapan ikan di dunia terus meningkat dan telah menunjukkan gejala overfishing salah satunya di perairan TPI Tawang. Alat penangkap ikan yang ada di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tawang adalah alat tangkap pasif (gill net, trammel net, dan trap) dan aktif (purse seine waring, mini trawl dan boat seine). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis unit penangkapan yang sesuai dengan Code of Conduct Responsible for Fisheries (CCRF) di TPI Tawang, Kendal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik sampling quota sampling, pada bulan Maret-April 2017. Rentang nilai 4 kategori alat tangkap ramah lingkungan, yaitu nilai 1 – 9 diaktegorikan sangat tidak ramah lingkungan, nilai 10 – 18 dikategorikan tidak ramah lingkungan, nilai 19 – 27 dikategorikan ramah lingkungan, dan nilai 28 – 36 dikategorikan sangat ramah lingkungan. Hasil yang dipereroleh dari penelitian ini yaitu alat tangkap yang masuk kategori sangat ramah lingkungan di TPI Tawang adalah gill net, trammel net dan trap dengan masing-masing nilai 32,8; 32,4 dan 34,1 sedangkan boat seine dan purse seine waring termasuk alat tangkap ramah lingkungan dengan masing-masing nilai 25,1 dan 22,9. Alat tangkap mini trawl termasuk alat tangkap yang tidak ramah lingkungan dengan nilai 15,3.

  

The management of fish resources is closely related to manage of fishing operations and fishing targets. According to WWF (2013), the development of world fishing activities continues to increase and has shown overfishing one of them in Tawang Fishing Auction Place. Fishing equipment in Tawang Fishing Auction House is Gill net, Trammel net, Purse Seine type Waring, Trap, Small Bottom Trawl and Boat Seine. The fishing gear has 2 kinds of the operation that was passive and active catching tool. The purpose of this study is to analyze fishing gear unit according to the Code of Conduct Responsible fisheries in Tawang Fishing Auction House, Kendal. The method used in this research is descriptive method with quota sampling technique, in March-April 2017. Data collection is done by interview to fisherman and direct observation in the field. Range of values of 4 categories of environmentally friendly gear tools as follows: 1- 9 were not very environmentally friendly, 10 - 18 is not environmentally friendly, 19 - 27 environmentally friendly, 28 - 36 is very environmentally friendly. The results obtained from this research are fishing gear that is categorized as very environmentally friendly in Tawang Fishing Auction House is Gill net, Trammel net and Trap with each score 32.8; 32.4 and 34.1 while Boat Seine and Purse Seine type Waring are environmentally friendly fishing gear with each score 25.1 and 22.9. Meanwhile, Mini Trawl including fishing gear that not environmentally friendly with score 15.3.

 

 

Keywords
Analisis Alat Penangkap Ikan; Code of Conduct of Responsible Fisheries (CCRF); TPI Tawang

Article Metrics:

  1. Badan Pusat Statistik. 2013. Statistik Provinsi Jawa Tengah.
  2. Bahri, Syamsul. 2015. Bubu dan Pukat: Teknologi Alat Tangkap Kepiting Laut oleh Masyarakat Nelayan di Pajukukang, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan. Walasuji, 6(2):425-438.
  3. Chanafi, M. Khanif Makhshun, Asriyanto, Aristi Dian Purnama Fitri. 2013. Analisis Perbandingan Letak Umpan Buatan pada Bottom set Gill net Terhadap Rajungan di Perairan Jepara, Jawa Tengah. Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology. 2(4): 20-29.
  4. Departemen Kelautan dan Perikanan. 2006. Panduan Jenis-jenis Penangkap Ikan Ramah Lingkungan. Jakarta: Bina Marina Nusantara.
  5. Food and Agriculture Organozation. (FAO). 1995. Code of Conduct forr Responsible Fisheries. Rome.
  6. Gardenia, Y.T. 2006. Teknologi Penangkapan Pilihan Untuk Perikanan Rajungan di Perairan Gebang Mekar Kabupaten Cirebon. Sekolah Pasca Sarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
  7. Hakim, Lukman Guam, Asriyanto, Aristi Dian Purnama Fitri. 2014. Analisis Selektivitas Payang Ampera (Seine net) Modifikasi dengan Window Permukaan Terhadap Hasil Tangkapan Ikan Daun Bambu (Chorinemus sp.) di Perairan Kabupaten Kendal. Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology. 3(2): 54-61.
  8. Hufiadi dan Mahiswara. 2009. Selektivitas Jaring Arad (Mini Bottom Trawl) yang Dilengkapi JTEDs terhadap Ikan Beloso (Saurida sp.). 2(6): 315-322.
  9. Iskandar, Dahri. 2013. Daya Tangkap Bubu Lipat yang Dioperasikan oleh Nelayan Tradisional di Desa Mayangan, Kabupaten Subang. Jurnal Saintek Perikanan, 8(2):1-5.
  10. Khikmawati, Liya Tri, Herry Boesono, Sardiyatmo. 2015. Pengaruh Perbedaan Lama Pengoperasian dan Kemiringan Dinding Bubu Terhadap Hasil Tangkapan Lobster (Panulirus sp.) di Perairan Argopeni Kabupaten Kebumen. Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology, 4(2): 83-92.
  11. Kordi, M. G. H. 2010. Marikultur Prinsip dan Praktik Budidaya Laut. Lily Publisher.
  12. Metusalach, Kasmiati, Fahrul, Ilham Jaya. 2014. Pengaruh Cara Penangkapan, Fasilitas Penangan Dan Cara Penanganan Ikan Terhadap Kualitas Ikan Yang Dihasilkan. Jurnal Ipteks Psp, 1(1): 40-52.
  13. Nanholy. A, C. 2013. Evaluasi Alat Penangkap Ikan Pelagis yang Ramah Lingkungan di Perairan Maluku dengan Menggunakan Prinsip CCRF (Code of Conduct For Responsible Fisheries). Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Patimura Ambon. Jurnal Ilmu Hewani Tropika. 2(1): 1-11.
  14. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 71/PERMEN-KP/2016. Tentang Jalur Penangkapan Ikan dan Penenmpatan Alat Penangkapan Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia. Jakarta.
  15. Rusmilyansari. 2012. Inventarisasi Alat Tangkap Berdasarkan Kategori Status Penangkapan Ikan yang Bertanggungjawab di Perairan Tanah Laut. Fish Scientiae, 2(4):143-153.
  16. Salfauz, Claudiya Radekna. 2015. Efektivitas Code of Conduct for Responsible Fisheries di Samudera Hindia Studi Kasus: Kerjasama Indonesia dan Australia Menanggulangi Illegal Unregulated Unreported (IUU) Fishing. Journal of International Relations, 1(2):57-63.
  17. Setyasmoko, Tunjung Budi. 2015. Kesesuaian Teknis Rasio Gaya Apung (Bouyance Force) dan Gaya Tenggelam (Sinking Force) pada Pukat Cincin (Purse Seine) Tipe Waring di TPI Sendang Sikucing, Kabupaten Kendal. [SKRIPSI]. Universitas Diponegoro. Semarang.
  18. Sima, A M., Yunasfi., Zulham, A.H. 2015. Identifikasi Alat tangkap Ikan Ramah Lingkungan di Desa Bagan Asahan Kecamatan Tanjung Balai. Universitas Sumatra Utara. Medan.
  19. Suadela P. 2004. Analisis Tingkat Keramahan Lingkungan Unit Penangkapan Jaring Rajungan (Studi Kasus di Teluk Banten) [SKRIPSI]. Bogor: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautam. Institut Pertanian Bogor. 111 hlm.
  20. Sumardi, Zainal, M. Ali Sarong, Muhammad Nasir. 2014. Alat Penangkapan Ikan yang Ramah Lingkungan Berbasis Code of Conduct for Responsible Fisheries di Kota Banda Aceh. Agrisep, 15(2):10-18.
  21. Wismaningrum, Kristina Endah Purna, Ismail, Aristi Dian Purnama Fitri. 2013. Analisis Finansial Usaha Penangkapan One Day Fishing dengan Alat Tangkap Multigear di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tawang, Kabupaten Kendal. Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology, 2(3):263-272.