SEBARAN SPASIO TEMPORAL KELIMPAHAN FITOPLANKTON DAN KLOROFIL-A DI PERAIRAN UJUNG KARTINI JEPARA (Spatial and Temporal Distribution Abundance of Phytoplankton and Chlorophyll-a in Ujung Kartini Waters Jepara)

*Muchtar Yulianto -  Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro, Indonesia
Max Rudolf Muskananfola -  Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro, Indonesia
Arif Rahman -  Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 8 Aug 2018.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: IND
Full Text:
Statistics: 449 291
Abstract

Perairan Ujung Kartini merupakan perairan yang menjadi muara dari Sungai Wiso dan Sungai Kanal yang terletak di sisi barat Kabupaten Jepara. Di sekitar Perairan Ujung Kartini terdapat kegiatan manusia yang dikhawatirkan dapat menyebabkan perubahan kualitas air terutama kandungan unsur hara. Perubahan kandungan unsur di perairan akan berdampak terhadap persebaran dan kelimpahan fitoplankton serta konsentrasi klorofil-a. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesuburan perairan dan hubungan antara kelimpahan fitoplankton dengan konsentrasi klorofil-a. Penelitian dilakukan pada bulan November dan Desember 2017. Penelitian ini termasuk jenis penelitian analisis deskriptif dan penentuan lokasi sampling menggunakan metode purposive sampling. Pengambilan sampel air dan fitoplankton dilakukan di tiga stasiun yang ditentukan berdasarkan tinggi rendahnya kegiatan manusia. Pengambilan sampel tersebut dilakukan pada saat kondisi pasang dan surut dengan dua kali pengulangan. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukan bahwa kelimpahan fitoplankton pada saat pasang dan surut berkisar antara 6.375 – 13.725 sel/l dan konsentrasi klorofil-a pada saat pasang dan surut berkisar antara 0,126 – 1,392 mg/m3. Nilai diatom quotient sebesar 1,533 yang berarti perairan yang diteliti termasuk ke dalam kategori perairan eutrofik. Kelimpahan fitoplankton dan konsentrasi klorofil-a pada saat pasang lebih tinggi daripada saat surut. Keduanya mempunyai hubungan yang sangat erat.

 

Ujung Kartini Waters is part of the estuary of the Wiso River and Kanal River which are located on the west side of Jepara Regency. In the surrounding area, there are human activities that are feared to cause changes in water quality, especially nutrient content. Changes in nutrients content in the waters will have impact on the distribution and abundance of phytoplankton and concentration of chlorophyll-a.  This study aims to determine the level of aquatic productivity and the relationship between phytoplankton abundance with chlorophyll-a concentration. The study was conducted from November to December 2017. This research includes descriptive analysis and determination of sampling location using purposive sampling method. Samples of water and phytoplankton were collected at three stations based on the level of human activity. Sampling was carried out during high tide and low tide with two repetitions. Based on the results of the research, the abundance of phytoplankton at high and low tides ranged between 6.375 - 13.725 cells/l and chlorophyll-a concentrations at high and low tides ranged between 0,126 – 1,392 mg/m3. The value of diatom quotient is 1,533 which means that the waters of study area belong to the eutrophic category. The abundance of phytoplankton and concentrations of chlorophyll-a at high tide is higher than at low tide. Both show a high level relationship.

Keywords
Kesuburan Perairan; Kelimpahan Fitoplankton; Klorofil-a;Perairan Ujung Kartini

Article Metrics:

  1. Andriani, S., T. R. Setyawati, I. Lovadi. 2015. Kelimpahan dan Sebaran Horisontal Fitoplankton di Perairan Muara Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya. Jurnal Protobiont. 4(1) : 29-37.
  2. Ardiansyah, K. 2017. Hubungan Nitrat dan Fosfat terhadap Kelimpahan Fitoplankton di Perairan Pulau Anak Krakatau. [Skripsi]. Universitas Lampung. Bandar Lampung.
  3. Bakhtiar, D. dan Z. Ta”alidin. 2013. Kelimpahan dan Kandungan Klorofil-a Fitoplankton di Perairan Pulau Enggano. Jurnal Mitra Bahari. 7(1) : 28-39.
  4. Faizal, A. J., J. N. Nessa dan C. Rani. 2011. Dinamika Spasial-Temporal Tingkat Kesuburan Perairan di Kabupaten Spermonde, Sulawesi Selatan. Jurnal Ilmu Kelautan. 3(2): 1-16.
  5. Ferdian, F., I. Maulina, Rosidah. 2012. Analisis Permintaan Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) Konsumsi di Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu. Jurnal Perikanan dan Kelautan. 3(4) : 93-98.
  6. Handoko, M. Yusuf, S. Y. Wulandari. 2013. Sebaran Nitrat dan Fosfat dalam Kaitannya dengan Kelimpahan Fitoplankton di Kepulauan Karimunjawa. Jurnal Oseanografi Marina. 2(1) : 48-53
  7. Hariyati, L., A. F. Syah, H. Triajie. 2010. Studi Komunitas Fitoplankton di Pesisir Kenjeran Surabaya sebagai Bioindikator Kualitas Perairan. Jurnal Kelautan. 3(2) : 117-131.
  8. Nuriya, H., Z. Hidayah, A. F. Syah. 2010. Analisis Parameter Fisika Kimia di Perairan Sumenep Bagian Timur dengan Menggunakan Citra Landsat TM 5. Jurnal Kelautan. 3(2) : 132-138.
  9. Odum, E. P. 1993. Dasar-Dasar Ekologi. Ed.3. Gajah Mada University. Yogyakarta. 697 hlm. (Diterjemahkan Oleh T. Samingan).
  10. Patty, S. I., Hairawati A., Malik S. A.. 2015. Zat hara (Fosfat, Nitrat), Oksigen Terlarut dan pH Kaitannya dengan Kesuburan di Perairan Jikumerasa, Pulau Buru. Jurnal Persisir dan Laut Tropis. 1(1) : 43-50.
  11. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.
  12. Pradipta, H. A.. 2011. Kawasan Wisata Pantai Kartini Jepara. [Skripsi]. Universitas Diponegoro. Semarang.
  13. Radojevic, M dan Bashkin V. N. 1999. Practical Environmental Analysis. The Royal Society of Chemistry. Cambridge. 466 p.
  14. Rahmawati, I., I. B. Hendrarto dan P. W. Purnomo. 2014. Fluktuasi Bahan Organik dan Sebaran Nutrien serta Kelimpahan Fitoplankton dan Klorofil-a di Muara Sungai Sayung, Demak. Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan. 3(1) : 27-36.
  15. Rawson, D. S. 1956. Algal Indicators of Trophic Lake Types. J. Fish Res. 1(1) : 18-25.
  16. Rigitta, T. M. A., L. Maslukah, M. Yusuf. 2015. Sebaran Fosfat dan Nitrat di Perairan Morodemak, Kabupaten Demak. Jurnal Oseanografi. 4(2) : 415-422.
  17. Sihombing, R. F., R. Aryawati, Hartoni. 2013. Kandungan Klorofil-a Fitoplankton di Sekitar Perairan Desa Sungsang Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan. Jurnal Maspari. 5(1) : 34-39.
  18. Sulardiono, B., S. Hutabarat., Ali D.. 2015. Buku Ajar Planktonologi. LPPMP Universitas Diponegoro. Semarang. 120 hlm.
  19. Suprapto, D., P. W. Purnomo, B. Sulardiono. 2014. Analisis Kesuburan Perairan Berdasarkan Hubungan Fisika Kimia Sedimen Dasar dengan NO3-N dan PO4-P di Muara Sungai Tuntang Demak. Jurnal Saintek Perikanan. 10(1) : 56-61.
  20. Thoha H. dan K. Amri. 2011. Komposisi dan Kelimpahan Fitoplankton di Perairan Kalimantan Selatan. Jurnal Oseanologi dan Limnologi di Indonesia. 37(2) 371-382.
  21. Usman, M. S., J. D. Kusen, J. R. T. S. L. Rimper. 2013. Struktur Komunitas Plankton di Perairan Pulau Bangka Kabupaten Minahasa Utara. Jurnal Pesisir dan Laut Tropis. 2(1) : 51-57.
  22. Yuliana. 2015. Distribusi dan Struktur Komunitas Fitoplankton di Perairan Jailolo, Halmahera Barat. Jurnal Akuatika. 6(1) : 41-48.
  23. Yusuf, M., G. Handoyo, Muslim, S. Y. Wulandari, H. Setiyono. 2012. Karakteristik Pola Arus dalam Kaitannya dengan Kondisi Kualitas Perairan dan Kelimpahan Fitoplankton di Perairan Kawasan Taman Nasional Laut Karimunjawa. Jurnal Oseanografi Marina. 1(1) : 63-74.
  24. Zulfia, A. dan Aisyah. 2013. Status Trofik Perairan Rawa Pening Ditinjau dari Kandungan Unsur Hara (NO3 dan PO4) serta Klorofil-a. Jurnal Bawal. 5(3): 189 – 199.
  25. Zulhaniarta, D. F., A. I. Sunaryo., R. Aryawati.2014. Sebaran Konsentrasi Klorofil-a terhadap Nutrien di Muara Sungai Banyuasin Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan. Jurnal Maspari. 7(1) : 9-20.