STUDI KASUS PENANGKAPAN IKAN YANG RAMAH LINGKUNGAN DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) CELONG, KABUPATEN BATANG (Case Study of Eco-Friendly Fishing Gears at Celong Fishing Port, Batang Regency)

*Faik Kurohman  -  Departemen Perikanan Tangkap, Indonesia
Shasa Chairunnisa  -  Departemen Perikanan Tangkap, Indonesia
Azis Nur Bambang  -  Departemen Perikanan Tangkap, Indonesia
Published: 26 Aug 2018.
Open Access
Citation Format:
Abstract

Peristiwa overfishing semakin marak terjadi di beberapa wilayah perikanan Indonesia akibat penggunaan alat tangkap yang merusak (destruktif). Jika hal ini terus dilakukan, maka kelestarian sumberdaya dikhawatirkan akan semakin menurun. Maka dari itu dibutuhkan strategi agar usaha perikanan tangkap ramah lingkungan secara ekologi dengan cara mengidentifikasi alat tangkap berdasarkan kriteria Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis alat tangkap ramah lingkungan di PPI Celong berdasarkan Sembilan kriteria CCRF. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif mengenai alat penangkapan ikan yang ramah lingkungan di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Celong pada bulan Desember 2017 dengan wawancara dan observasi lapangan. Responden diambil secara sensus sebanyak 121 orang. Hasil analisis ramah lingkungan menghasilkan skor 17,87 pada arad, 27,44 pada trammel net, dan 28,40 pada gill net. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah status alat tangkap arad tidak ramah lingkungan, trammel net ramah lingkungan, dan gill netsangat ramah lingkungan. Arad termasuk dalam kategori tidak ramah lingkungan karena cara pengoperasiannya yang tidak selektif dan merusak dasar perairan.

 

Overfishing are increasingly prevalent in some Indonesian fishery areas due to the use of destructive fishing gear. If it continues, then the sustainability of resources feared will decrease further. Therefore a strategy is needed for eco-friendly fishery business by identifying fishing gear based on the criteria of Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF). The purpose of this research is to analyze the eco-friendly fishing gear at Celong Fishing gear based on Nine criteria of CCRF. The research method used is descriptive of eco-friendly fishing gear at Celong Fishing Port in December 2017 with interviews and observations. Respondents who were taken by census was 121 respondents. The results of eco-friendly analysis resulted in a score 17.87 for  arad, 27.44 for trammel net, and 28.40 for gill net. The conclusions obtained from this research are arad status is not eco-friendly, trammel net is eco-friendly, and gill net is very eco-friendly. Arad is categorized as eco-unfriendly due to its non-selective way of operating and damaging the sea base.

Keywords: Ramah Lingkungan; CCRF; Arad; Gill net; Trammel net

Article Metrics:

  1. Akbar, P.P., Solichin A., dan S.W.Saputra. 2013. Analisis Panjang-Berat dan Faktor Kondisi pada Udang Rebon (Acetes japonicus) di Perairan Cilacap, Jawa Tengah. Management of Aquatic Resources Journal., 2(3): 161-169
  2. Andriani, H., Brown A., dan P. Rengi. 2015. Studi Teknologi Alat Tangkap Jaring Sembilang yang Menggunakan Tuasan di Desa Pematang Sei Baru Kecamatan Tanjung Balai Asahan Kabupaten Asahan Provinsi Sumatera Utara. Jurnal Perikanan dan Kelautan., 20(1): 32-42
  3. Food and Agriculture Organization. 1995. Code of Conduct for Responsible Fisheries. ISBN 92-5-103834-5. 41 hlm
  4. Dinas Kelautan dan Perikanan Pemerintah Kabupaten Batang. 2014. Kajian Potensi Perikanan Tangkap Kabupaten Batang
  5. Kasmadi dan S.S. Nia. 2014. Panduan Modern Penelitian Kuantitatif. Penerbit Alfabeta, Bandung, 234 hlm
  6. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 71/PerMen-KP/2016 tentang Jalur Penangkapan Ikan dan Penempatan Alat Penangkapan Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia
  7. Rainaldi, B., Zamdial, dan D. Hartono. 2017. Komposisi Hasil Tangkapan Sampingan (By-catch) Perikanan Pukat Udang Skala Kecil di Perairan Laut Pasar Bantal Kabupaten Mukomuko. J. Enggano., 2(1): 101-114
  8. Rusmilyansari. 2012. Inventarisasi Alat Tangkap Berdasarkan Kategori Status Penangkapan Ikan yang Bertanggungjawab di Perairan Tanah Laut. Journal Fish Scientiae. 2(4): 143-153
  9. Sima, A.M., Yunasfi, dan Z.A. Harahap. Sima, A M., Yunasfi., Zulham, A.H. 2013. Identifikasi Alat Tangkap Ikan Ramah Lingkungan di Desa Bagan Asahan. [Skripsi]. Universitas Sumatra Utara, Medan, 70 hlm
  10. Subehi, S., H. Boesono S., D. Ayunita NND. 2017. Analisis Alat Penangkap Ikan Ramah Lingkungan Berbasis Code Of Conduct For Responsible Fisheries (CCRF) di TPI Kedung Malang Jepara. Jurnal Perikanan Tangkap (JUPERTA)., 1(3): 1-10
  11. Sulistyowati. 2011. Status Perikanan Demersal di Kabupaten Batang. Jurnal Agro., 29(1): 58-66
  12. Wiryawan B. dan S. Akhmad. 2015. Daerah Penangkapan Ikan dalam Perspektif Pengelolaan Perikanan Indonesia. Nuansa Aulia, Bandung,120 hlm

Last update: 2021-03-02 17:28:25

No citation recorded.

Last update: 2021-03-02 17:28:26

No citation recorded.