PEMETAAN WILAYAH PENANGKAPAN IKAN TERI (Stolephorus sp) BERDASARKAN DATA SATELIT OCEAN COLOR DI PERAIRAN KABUPATEN BATANG (Mapping of Anchovy (Stolephorus sp) Fishing Ground based on Ocean Color Satellite Data in the Batang Regency Waters)

*Rosyid Paundra Gamawan  -  Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Indonesia
Suryanti Suryanti  -  Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Indonesia
Teja Arief Wibawa  -  Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Indonesia
Published: 19 Feb 2018.
Open Access
Citation Format:
Abstract

Kelimpahan Ikan Teri banyak ditemukan di perairan laut Kabupaten Batang saat musim timur. Penggerak ekonomi masyarakat pesisirnya pada musim timur tergantung hasil tangkapan Ikan Teri. Kegiatan penangkapan Ikan Teri oleh nelayan kurang efisien dalam hal waktu dan biaya operasional. Penginderaan jauh merupakan teknologi menghasilkan data observasi secara spasial dan time series. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan plankton dominan dan persebaran Ikan Teri di perairan Kabupaten Batang pada musim timur. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli - September 2017. Variabel penelitian yang diteliti adalah adalah suhu permukaan laut, klorofil-a, kelimpahan fitoplankton, kelimpahan zooplankton dan hasil tangkapan Ikan Teri. Pengambilan data kelimpahan plankton menggunakan nansen water sampler. Pengambilan data hasil tangkapan Ikan Teri dengan mencatat hasil tangkapan setiap tripnya. Data SPL dan klorofil-a diunduh dari website Ocean Color. Kedua data tersebut berasal dari rerata nilai masing-masing sensor harian (Terra MODIS, Aqua MODIS dan SNPP VIIRS) yang dikomposit dari tiga hari yaitu, data satu hari sebelum waktu penangkapan, saat penangkapan, dan satu hari setelah penangkapan. Semua data variabel diuji outlier, uji normalitas, tranformasi data, dan uji kolinearitas. Data hasil 4 uji tersebut digunakan untuk membuat persamaan pemodelan rantai makanan Ikan Teri, yaitu persamaan kelimpahan fitoplankton, kelimpahan zooplankton dan kelimpahan Ikan Teri. Persamaan tersebut digunakan untuk menduga pesebaran Ikan Teri. Hasil kelas fitoplankton yang paling dominan adalah Bacillariophyceae, lalu zooplankton adalah Copepoda. Persebaran Ikan Teri bulan Juni 2017 menyebar rata dari timur ke barat perairan Kabupaten Batang. Persebaran Juli 2017, lebih cenderung di bagian timur perairan Kabupaten Batang.  Persebaran Agustus 2017, persebaran Ikan Teri yang hampir rata di setiap perairan Kabupaten Batang.

 

Anchovy abundance is commonly found in the marine waters of Batang Regency during the east season. The economy of coastal communities in the east season depends on the catch of Anchovy. Fishing activities by fishermen are less efficient in terms of time and operational costs. Remote sensing is a technology to produce spatial observation data and time series. This study aims to determine the abundance of plankton (phytolankton and zooplankton) and to determine the distribution of Anchovy fishing ground in the eastern seasons of 2017 based on food chains and oceanographic satellite imagery observations. This research was conducted in July-September 2017. The research variables are sea surface temperature, chlorophyll-a, phytoplankton and zooplankton abundance and fish catch. Plankton abundance is taken by nansen water sampler, while the Anchovy catch data is taken from the catch . Data of sea surface temperature and chlorophyll-a are obtained from Ocean Color website. They are average value of each daily sensor (Terra MODIS, Aqua MODIS and SNPP VIIRS) compiled from three days (one day before taking in situ data, the day taking in situ data, and one day after taking in situ data). Variable data was tested outlier, normality test, data transformation, and cholinearity test. Furthermore, the result data of the four tests are used to make some modeling equations of Anchovy food chain, thats are phytoplankton abundance equation, zooplankton abundance and Anchovy abundance. The equation of Anchovy abundance is used to estimate the distribution of anchovies. This research showed that dominant phytoplankton species at Anchovy fishing ground in Batang Regency is Bacillariophyceae, then, the  zooplankton is Copepoda. Distribution of Anchovy at Batang Regency waters in June 2017 is spread evenly from east to west of waters; in July 2017 is wider spread in the eastern part of the waters; in August 2017 is almost equally in each of the waters.

Keywords: Daerah penangkapan; Stolephorus sp; Plankton; dan Perairan Kabupaten Batang

Article Metrics:

  1. Adinugroho, M., Subiyanto dan Haeruddin. 2014. Komposisi dan Distribusi Plankton di Perairan Teluk Semarang. Saintifika. 16(2):39–48
  2. Andriani. 2009. Pemetaan Produktivitas Perairan sebagai Basis Data untuk Perencanaan Pengelolaan Wilayah Pesisir yang Berkelanjutan di Perairan Bojo Kabupaten Barru Sulawesi Selatan. Lutjanus Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkep 14(1):16-24
  3. APHA (American Public Health Association). 1989. Standar Methods for The Examinination of Water Waste. American Public Health Association (APHA), American Water Works Association (AWWA), and Water Pollution Control Federation (WPFC) 17thed., APHA, Washington D.C. 1993p
  4. Ara, J.N., S.Mackinson,R. J. Stanford, D.W. Sims,A.J. Southward, S.J Hawkins dan P.J.B. Hart. 2006. Modelling food web interactions, variation in plankton production, and fisheries in the western English Channel ecosystem. Marine Ecology Progress Series. 309:175–187
  5. Awwaluddin, Suwarso dan S. Rahmat. 2005. Distribusi Kelimpahan dan Struktur Komunitas Plankton pada Musim Timur di Perairan Teluk Tomini. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia 11(6):32-56
  6. Badan Pusat Statistik Kabupaten Batang. 2016. Kabupaten Batang dalam Angka 2016
  7. Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah. 2015. Produksi Perikanan Laut yang Dijual di Tempat Pelelangan Ikan Jawa Tengah 2015
  8. Damayantia, N.M.D., I.G. Hendrawan dan E. Faiqah. 2017. Distribusi Spasial dan Struktur Komunitas Plankton di Daerah Teluk Penerusan, Kabupaten Buleleng. Journal of Marine and Aquatic Sciences 3(2):191‐203
  9. Dinisia, A., E.M. Adiwilaga dan Yonvitner. 2015. Kelimpahan Zooplankton dan Biomassa Ikan Teri (Stolephorus Spp.) pada Bagan di Perairan Kwatisore Teluk Cenderawasih Papua. Marine Fisheries 6(2): 143-154
  10. Fauzan. 2011. Pemetaan Daerah Potensial Penangkapan Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) Berbasis Sistem Informasi Geografis di Perairan Teluk Tomini Provinsi Gorontalo [Skripsi]. Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin. Makassar
  11. Feng, C., H. Wang, N. Lu, T. Chen, H. He, Y. Lu dan X.M. Tu. 2014. Log-Transformation and Its Implications for Data Analysis. Shanghai Archives of Psychiatry. 26(2):105–9
  12. Hidayati, A. 2013. Pengelolaan Wilayah Pesisir Berbasis Daya Dukung Lingkungan dan Partisipasi Masyarakat di Kabupaten Batang [Skripsi]. Bogor. Institut Pertanian Bogor
  13. Indrayani, A., Mallawa dan M. Zainuddin. 2012. Penentuan Karakteristik Habitat Daerah Potensial Ikan Pelagis Kecil dengan Pendekatan Spasial di Perairan Sinjai. Fakultas Ilmu Kelautan, Universitas Hasanuddin. Makassar
  14. Iqbal, M. 2000. “Pengolahan Data Dengan Regresi Linier Berganda.” Perbanas Institute Jakarta 4: 1985–2000
  15. Nontji, A. 2005. Laut Nusantara. Djambatan. Jakarta
  16. Notoatmodjo, S. 2002. Metodologi Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta. Jakarta
  17. Nurdin, S., M.A. Mustapha, T. Lihan dan M.A. Ghaffar. 2015. Determination of potential fishing grounds of Rastrelliger kanagurta using satellite remote sensing and GIS technique. Sains Malaysiana, 44(2): 225–232
  18. Ohyver, M. dan T. Heruna. 2012. Pendeteksian Outlier pada Model Regresi Ganda: Studi Kasus Tingkat Penghunian Kamar Hotel di Kendari. Jurnal Mat Stat 12(2):114-122
  19. Oktaviani, M.A. dan B.N. Hari. 2014. Perbandingan Tingkat Konsistensi Normalitas Distribusi Metode Kolmogorov-Smirnov, Lilliefors, Shapiro-Wilk, dan Skewness-Kurtosis. Jurnal Biometrika dan Kependudukan. 3(2):127–135
  20. Pratama, B.B., Z. Hasan dan H. Hamdani. 2012. Pola Migrasi Vertikal Diurnal Plankton di Pantai Santolo Kabupaten Garut. Jurnal Perikanan dan Kelautan. 2(1): 81-89
  21. Rasyid, J.A. 2010. Distribusi Suhu Permukaan Pada Musim Peralihan Barat-Timur Terkait dengan Fishing Ground Ikan Pelagis Kecil di Perairan Spermonde. Torani: 20(1):1-7
  22. Ridha, U., M.R. Muskananfola dan A. Hartoko. 2013. Analisa Sebaran Tangkapan Ikan Lemuru (Sardinella lemuru) Berdasarkan Data Satelit Suhu Permukaan Laut dan Klorofil-A di Perairan Selat Bali. Diponegoro Journal Of Maquares Management Of Aquatic Resources 2(4): 53-60
  23. Rintaka, W.E. dan T.Y. Rizki. 2012. Pengaruh Dinamika Oseanografi Perairan Indonesia terhadap Produktifitas Primer Periode El-Nino (Agustus 2002) dan La-Nina (September 1998). Balai Penelitian dan Observasi Laut. Bali
  24. Robinson, I.S. 2010. Discovering The Ocean from Space. The Unique Applications of Satellite Oceanography. Springer-Praxis
  25. Sadly, M., N. Hendiarti,S.I. Sachoemardan dan Y. Faisal. 2009. Fishing Ground Prediction Using a Knowledge-Based Expert System Geographical Information System Model in the South and Central Sulawesi Coastal Waters of Indonesia. International Journal of Remote Sensing. 30(24): 6429–6440
  26. Safruddin, M. Zainuddin dan J. Tresnati. 2014. Dinamika Perubahan Suhu dan Klorofil-a terhadap Distribusi Ikan Teri (Stolephorus spp) di Perairan Pantai Spermonde, Pangkep. Jurnal IPTEKS PSP. Universitas Hasanuddin. 1(1):11-19
  27. Saifudin, A.D.P. Fitri dan Sardiyatmo. 2014. Aplikasi Sistem Informasi Geografis (Gis) dalam Penentuan Daerah Penangkapan Ikan Teri (Stolephorus Spp) di Perairan Pemalang Jawa Tengah. Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology. 3(4): 66-75
  28. Siregar, V. dan Hariyadi. 2011. Identifikasi Parameter Oseanografi Utama untuk Penentuan Daerah Penangkapan Ikan Lemuru dengan Menggunakan Citra Satelit Modis di Perairan Selat Bali. Jurnal Akatik.1(1):32–38
  29. Sulistyah, U.D., M. Jaelani dan G. Winarso. 2016. Validasi Algoritma Estimasi Konsentrasi Chl-A pada Citra Satelit Landsat 8 dengan Data In-Situ (Studi Kasus: Laut Selatan Pulau Lombok, NTB). Jurnal Teknik ITS. 5(2):159–164
  30. Susilo, E. 2012. Variabilitas Faktor Lingkungan pada Habitat Ikan Lemuru di Selat Bali menggunakan Data Satelit Oseanografi dan Pengukuran In situ. Balai Penelitian dan Observasi Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan
  31. Verzani, J. 2005. Using R for Introductory Statistics. CRC Press Company. Washington, D.C
  32. Wahjudi, D. 2007. Power dari Uji Kenormalan Data. Faculty e-Portfolio Universitas Kristen Petra (fportfolio.petra.ac.id)
  33. Wibawa, T.A. 2012. Pemanfaatan Data Harian Sensor Modis Aqua/Terra untuk Memperkirakan Sebaran Kelimpahan Diatom di Selat Bali. Balai Penelitian Dan Observasi Laut. Bali
  34. Yang, J. 2012. Interpreting Coefficients in Regression with Log-Transformed Variables. Cornel University. 83(6):1-4
  35. Yuliana. 2006. Produktivitas Primer Fitoplankton pada Berbagai Periode Cahaya di Perairan Teluk Kao, Kabupaten Halmahera Utara. Jurnal Perikanan (Journal of Fisheries Sciences). 8(2):215-222
  36. _______. 2008. Kelimpahan Fitoplankton di Perairan Maitara, Kota Tidore Kepulauan. Journal of Fisheries Sciences.10(2):232–241
  37. Yuliana, E.M.Adiwilanga, E. Harirs dan N.T.M.Pratiwi. 2012. Hubungan antara Kelimpahan Fitoplankton dengan Parameter Kimiawi Perairan di Teluk Jakarta. Jurnal Akuatika.3(2):169–179
  38. Zainuddin, M., A. Farhum, S. Safruddin, M.B. Selamat, S. Sudirman, N. Nurdin, M. Syamsuddin, M. Ridwan, dan S. Saitoh. 2017. Detection of pelagic habitat hotspots for skipjack tuna in the Gulf of Bone-Flores Sea, southwestern Coral Triangle tuna, Indonesia. PLoS ONE. 12(10): e0185601
  39. Zuur, A.F., E.N. Ieno, N.J. Walker, A.A. Saveliev dan G.M. Smith. 2009. Mixed Effects Models and Extensions in Ecology with R. Springer Science + Business Media : New York

Last update: 2021-03-05 16:21:11

No citation recorded.

Last update: 2021-03-05 16:21:12

No citation recorded.