PENGARUH PENAMBAHAN FUNEL PADA ALAT TANGKAP BUBU TERHADAP HASIL TANGKAPAN RAJUNGAN (Portugus pelagicus) DI PERAIRAN REMBANG, JAWA TENGAH (The Effect of Funnel Addition on Trap Toward catch of Blue Swimming Crab in Rembang Sea waters)

*Bogi Budi Jayanto -  Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Departemen Perikanan Tangkap Fakulatas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Kukuh Eko Prihantoko -  Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Departemen Perikanan Tangkap Fakulatas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Imam Triarso -  Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Departemen Perikanan Tangkap Fakulatas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Faik Kurohman -  Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Departemen Perikanan Tangkap Fakulatas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 2 Oct 2018; Published: 2 Oct 2018.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: IND
Full Text:
Statistics: 775 189
Abstract

Bubu (Trap) merupakan alat tangkap yang dioperasikan secara pasif yang termasuk alat tangkap ramah lingkungan, dengan keunggulan hasil tangkapan masih dalam kondisi hidup dan segar. Target penangkapan dari alat tangkap Bubu salah satunya adalah Rajungan (Portunus pelagicus), yang merupakan komoditas ekonomis penting perikanan. Indikasi produktivitas suatu alat tangkap adalah apabila hasil tangkapan didominasi dengan target tangkapan dengan nilai efektivitas yang tinggi. Modifikasi bentuk dan jumlah Funnel (pintu masuk) pada Bubu merupakan salah satu cara memperbesar peluang target  masuk kedalamnya. Penelitian mengenai penambahan jumlah funnel bertujuan untuk meningkatkan peluang Rajungan tertangkap. Rancang bangun funnel sebanyak 6 buah (Bubu Payung) akan memperbesar peluang Rajungan sebagai target tangkapan tertangkap dibandingkan bubu dengan jumlah  funnel 2 buah. Melalui metode penelitian experimental fishing di perairan Rembang, Jawa Tengah didapatkan hasil bahwa Bubu dengan funnel sebanyak 6 buah (Bubu payung) menghasilkan hasil tangkapan lebih banyak dibandingkan dengan Bubu dengan funnel sebanyak 2 buah.

 

Bubu was a passive fishing gear and kind of responsible fishing gear categories. Catch on fresh condition is one of benefit from this gear. Rajungan (Portunus pelagicus) is one of important fisheries resources and valuable. One of the productivity indicator on fishing gear is if catch dominated by targetted of fish and effectiveness value is high. Trap modification on shape and amount funnel is one of techniques to increase opportunity fish that get caught. The aim of this study is to increase opportuniy caught of Rajungan with different funnel amount. Bubu with six funnel will enlarge opportunity of Rajungan that caught than of two funnel. By experimental fishing in Rembang sea water, Province of  Central Java, the result of this study shown that bubu with six funnel get more larged rajungan catch than bubu with two funnel.

Keywords
Bubu Payung; Funnel; Rajungan

Article Metrics:

  1. Adam, Indra, dan Fedi. 2006. Model Numerik Difusi Populasi Rajungan Di Perairan Selat Makassar. Jurnal Ilmu-ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia, Desember 2006, Jilid 13, Nomor 2: 83-88. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
  2. Adlina, N. 2014. Perbedaan Umpan dan Kedalaman Perairan Pada Bubu Lipat Terhadap Hasil Tangkapan Rajungan (Portunus Pelagicus) di Perairan Betahwalang, Demak. [Skripsi]. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Semarang.
  3. Amtoni, AY. Iriana, D dan Herawati, T. 2010. Pengaruh Perbedaan Jenis Umpan Terhadap Hasil Tangkapan Rajungan (Portunus Pelagicus) Dengan Bubu Lipat Di Perairan Bungko Kabupaten Cirebon. Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. I No. 1, Desember 2010 : 24-31.
  4. Baskoro, MS. Taurusman, AA dan Sudirman. 2011. Tingkah Laku Ikan Hubungannya dengan Ilmu Teknologi Perikanan Tangkap. Lubuk Agung. Bandung.
  5. Fitri, ADP. 2012. Buku Ajar Tingkah Laku Ikan. Semarang: UPT UNDIP Press Semarang. Hal: 89-90
  6. Irnawati, R dan Susanto. 2012. Penggunaan Celah Pelolosan Pada Bubu Lipat Kepiting Bakau (Skala Laboratorium). Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. II No. 2 : 71-78.
  7. Irnawati, R. Susanto, A dan SLA Maesaroh. 2014. Waktu Penangkapan Kepiting Bakau (Scylla serrata) di Perairan Lontar Kabupaten Serang Banten. Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. IV No. 4 : 277-282.
  8. Lino, Waldy Daen. 2013. Perbandingan Hasil Tangkapan Bubu Rajungan Yang Dioperasikan Pada Siang Dan Malam Di Perairan Pantai Pare Pare Sulawesi Selatan. [Skripsi]. Program Studi Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan. Jurusan Perikanan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Hasanudin. Makassar.
  9. Lovetto, D.L. 1981. A Guide to the Shrimp, Prawn, Lobster, Crabs of Fisheries and Marine Science. University of Agriculture. 15p.
  10. Martasuganda S. 2003. Bubu (Traps): Serial Teknologi Penangkapan Ikan Berwawasan Lingkungan. Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor. Bogor. 69 hlm.
  11. Permatasari, N P. 2006. Seleksi Pola Dinding Bubu Plastik untuk Menangkap Lobster Hijau Pasir. [Skripsi]. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor, Bogor. 50 hlm.
  12. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor I/Permen-Kp/2015. Tentang Penangkapan Lobster (Panulirus Spp), Kepiting (Scylla Spp), dan Rajungan (Portunus pelagicus Spp).
  13. Septiyaningsih. Irnawati. R, dan Adi S. 2013. Penggunaan Jenis dan Bobot Umpan yang Berbeda pada Bubu Lipat Kepiting Bakau (Application of Different Types and Bait’s Weight On Mud Crap Trap). Jurnal Ilmu Pertanian dan Perikanan Juni 2013. Vol. 2 No. 1 Hal: 55-61.
  14. Subani, W. dan H.R. Barus. 1989. Alat Penangkapan Ikan dan Udang Laut di Indonesia. Balai Penelitian Perikanan Laut Departemen Pertanian. Jakarta.
  15. Sudirman dan Mallawa. 2004. Teknik Penangkapan Ikan. PT Rineka Cipta, Jakarta, hlm. 98-108