PENGARUH PENYAMAKAN ZIRKONIUM TERHADAP UJI KEKUATAN TARIK, UJI KEKUATAN SOBEK, UJI KEMULURAN DAN UJI SUHU KERUT PADA BERBAGAI JENIS KULIT IKAN (The Effect of Zirconium Tanning Against Tensile Strength Test, Strength Test of Tear, Glide Test, and Wrinkle Temperature Test on Different Fish Types)

*Rokhmah Hergiyani -  Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Y. S. Darmanto -  Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Lukita Purnamayati -  Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 2 Oct 2018; Published: 2 Oct 2018.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: IND
Full Text:
Statistics: 319 98
Abstract

Kulit ikan merupakan limbah perikanan yang dapat memberikan dampak negatif pada lingkungan. Salah satu cara untuk menanggulangi limbah tersebut adalah dengan proses penyamakan kulit. Penyamakan kulit adalah rangkaian proses yang sangat kompleks terjadi banyak perubahan fisik dan kimia di satu sisi, bagian yang tidak berguna dihilangkan dari kulit mentah untuk mendapatkan serat kolagen murni dan membuka struktur serat kolagen. Proses penyamakan yang tidak baik mengakibatkan kulit menjadi rusak, lemas, dan kebusukan, sehingga penanganannya dapat dengan cara menambah bahan penyamak untuk menguatkan dan menghindari kebusukan. Bahan penyamak yang digunakan yaitu zirconium. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penyamakan zirkonium terhadap uji kekuatan tarik, uji kekuatan sobek, uji kemuluran dan uji suhu kerut pada berbagai jenis ikan. Bahan baku yang digunakan adalah kulit ikan nila, kakap dan bandeng. Metode penelitian yang digunakan adalah experimental laboratories menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga kali ulangan dan  menggunakan analisa ragam ANOVA. Hasil uji menunjukan penggunaan zirkonium 7,5% terhadap kulit ikan nila, kakap, dan bandeng berpengaruh nyata (p<0,05) pada kekuatan tarik, kekuatan sobek, kemuluran dan suhu kerut pada karakteristik penyamakan. Penggunaan bahan penyamak zirkonium 7,5% terbaik dihasilkan oleh kulit ikan kakap pada uji kekuatan tarik 1675,84 N/cm2, kekuatan sobek 163,92 N/cm2 dan uji suhu kerut 103,45˚C sedangkan kemuluran untuk hasil terbaik pada kulit bandeng sebesar 28,74%, jadi setiap ikan mempunyai ciri kulit tersendiri pada setiap parameter uji.

 

The skin of the fish waste is a fishery that can give a negative impact on the environment. One way of tackling the waste is by the process of tanning leather. Tanning is a very complex processes occur many chemical and physical changes on the one hand, the useless removed from rawhide to get pure collagen fibers and the open structure of the collagen fibers. The process of tanning is not a good result in the skin becomes broken, buckled, and corruption, so that responses can be with how to add ingredients to strengthen Tanner and avoid corruption. On the research of materials used i.e. Tanners used are zirconium.. The purpose of this research is to know the influence of zirconium tanning against test tensile strength, tear strength test, test and test temperature wrinkle elongation on various types of fish. The raw material used is leather fish tilapia, milkfish and snapper. Research methods used are experimental laboratories using Complete Random Design (RAL) with three-time repeats and a range of analysis using ANOVA. Test results showed the use of zirconium 7.5% against the skin of the fish, snapper, tilapia and milkfish influential real (p < 0.05) on the tensile strength, tear strength, elongation and wrinkle on temperature characteristics of tanning. The use of zirconium Tanner 7.5% best produced by skin test on a snapper 1675.84 tensile strength N/cm2, the strength of RIP 163.92 N/cm2 and test the temperature of the wrinkle 103,45 ˚ C while elongation for the best results on the skin of the banding of 28.74%, so each fish has its own skin characteristics on each test parameter.
Keywords
penyamakan; penyamak mineral; zirkonium; kulit ikan; kolagen

Article Metrics:

  1. Ashebre, M. 2014. Performance of Leather Uppers of Local Footwear Products And The Determinants. Journal of Advancements in Research & Technology. Vol 3(III): Hal 1-5.
  2. Astrida, M.A., L. Sahubawa., dan Ustadi. 2008. Pengaruh Jenis Bahan Penyamak Terhadap Kualitas Kulit Ikan Nila Tersamak. Jurusan Perikanan dan Ilmu Kelautan Fakultas Pertanian. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
  3. Balai Besar Kulit, Karet dan Plastik. 2015. Badan Penelitian dan Pengembangan Industri. Yogyakarta. http://www.bbkkp.go.id
  4. Departemen Kelautan dan Perikanan. 2013. Statistik Perikanan Tangkap Indonesia. Jakarta: Departemen Kelautan dan Perikaan.
  5. Hassan, E. A., T. Mohamed., Ibrahim dan K.A, Sally. 2014. Optimisation of Chrome Retanning Process to the Garad (Acacia nilotica) Tanned Leather. Journal of Agricultural and Veterinary Sciences (JAVS) Vol. 15 No.( 1): 1-8
  6. Ibrahim. B., E. Salamah., N. Hak., dan A. Komalasari. 2014. Pengaruh Penyamakan Khrom Kulit Ikan Kakap Putih Dikombinasi Dengan Ekstrak Biji Pinang Terhadap Karakteristik Fisik Kulit. JPHPI 2014, Volume 17 (2 ): 1-9.
  7. Kholifah, N., Y.S, Darmanto, dan Ima, W. 2014. Perbedaan Konsentrasi Mimosa Pada Proses Penyamakan Terhadap Kualitas Fisik Dan Kimia Ikan Nila (Oreochromis niloticus). Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Volume 3(IV): 113-118
  8. Madanhire, I., dan C, Mbohwa.2015.Investigation of Waste Management Practices and Cleaner Production Application in a Tannery. Proceedings of the World Congress on Engineering. Vol II. 1- 6
  9. Mustakim, Aris, S.W., dan Kurniawan, A.P. 2010. Perbedaan Kualitas Kulit Kambing Peranakan Etawa (Pe) Dan Peranakan Boor(Pb) Yang Disamak Krom. Jurnal Ternak Tropika Vol. 11 (I): 38-50
  10. Nurhayati., Tazwir., dan Murniyati.2013. Ekstraksi Dan Karakterisasi Kolagen Larut Asam Dari Kulit Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Extraction and Characterization of Acid-Soluble Collagen fromNile Tilapia (Oreochromis niloticus) Fish Skin. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan, KKP Jakarta.
  11. http://www.bbp4b.litbang.kkp.go.id
  12. Santika, F., P. H. Riyadi., dan A. D. Anggo. 2014. Pengaruh Lama Perendaman Dengan Enzim Papain Pada Proses Bating Terhadap Kualitas Kulit Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Samak. Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan. Volume 4 (I): Hal 1-6
  13. Setiawan, A., Putut, H. R., dan Sumardianto. 2015. Pengaruh Penggunaan Gambir (Uncaria gambier) Sebagai Bahan Penyamak Pada Proses Penyamakan Kulit Terhadap Kualitas Fisik Kulit Ikan Nila (Oreochromis niloticus). Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan Volume 4 (II): 124-132.
  14. Suparno, O., dan Wahyudi, E. 2012. Pengaruh Konsentrasi Natrium Perkarbonat Dan Jumlah Air Pada Penyamakan Kulit Samoa Terhadap Mutu Kulit Samoa. Jurnal Teknologi Industri Pertanian 22 (1):1-9.
  15. Susanti, M., L. Sahubawa., I. Yusuf. 2009. Kajian Penggunaan Bahan Penyamak Nabati (Mimosa) Terhadap Kualitas Fisik Kulit Kakap Merah Tersamak. Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Fakultas Pertanian. Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. https://www.google.co.id
  16. Trilaksani, W., M. Nurilmala., dan I. H. Setiawan. 2012. Ekstraksi Gelatin Kulit Ikan Kakap Merah (Lutjanus sp.) Dengan Proses Perlakuan Asam. JPHPI. Vol 15(III) Hal: 1-12
  17. Untari, S. 2009. Penyamakan Kulit Kelinci Dengn Teknologi Tepat Guna Sebagai Bahan Kerajinan Kulit Dan Sepatu Dalam Menunjang Agribisnis Ternak Kelinci. Lokakarya Nasional Potensi dan Peluang Pengembangan Usaha Kelinci. Balai Besar Kulit, Karet dan Plastik. Hal 1- 9.
  18. Zulfa, F., F. Swastawati., dan I.Wijayanti. 2015. Pengaruh ”Soga Tingi” (Cerios tagal) Sebagai Bahan Penyamak Terhadap Kualitas Fisik Dan Kimia Kulit Ikan Bandeng (Chanos chanos Forsk). Jurnal Pengelolaan dan Bioteknologi Hasil Perikanan. Vol 5 (I)