PENGARUH INTENSITAS PENCAHAYAAN UV TERHADAP PELEPASAN Zooxanthellae PADA KARANG Acropora sp. dalam SKALA LABORATORIUM (The Effect of Ultra Violet Intensity on the Release of Zooxanthellae in Coral Acropora sp. in Laboratory Scale)

*Dewi Pertiwi Nusantara -  Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Pujiono Wahyu Purnomo -  Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Supriharyono Supriharyono -  Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 28 Mar 2019; Published: 27 Jul 2019.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: IND
Full Text:
Statistics: 141 158
Abstract

Intensitas cahaya merupakan faktor penting terhadap biota karang dalam mendukung pertumbuhan karang, atau sebaliknya dapat menyebabkan bleaching Zooxanthellae dari polyp karang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas dan lamanya pemaparan pencahayaan UV terhadap laju pelepasan Zooxanthellae pada karang Acropora sp serta recoverynya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2018 – Januari 2019, di Laboratorium Histopatologi BBPBAP Jepara. Spesimen karang Acropora sp. diberikan perlakuan penyinaran secara Fotoperiode dan terus-menerus dengan lampu uv 10 watt, 15 watt dan kondisi normal; dengan ulangan tiga kali. Sampel karang Acropora sp. diambil dari perairan Pulau Panjang Jepara. Pengamatan dilakukan pada interval waktu ke- 0, 12, 24, 36, 48, 60, dan 72 jam. Parameter utama yang diamati adalah laju pelepasan Zooxanthellae dan peubah pendukung yaitu kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas pencahayaan memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap pelepasan Zooxanthellae, semakin tinggi dan pencahayaan yang terus menerus mengakibatkan bleaching total Zooxanthellae pada Acropora sp. Pelepasan Zooxanthellae pencahayaan UV secara terus-menerus lebih besar dari pada perlakuan secara fotoperiode (1881 sel/jam > 731 sel/jam).

 

The light intensity is an important factor for polyp coral in supporting coral growth, or otherwise can cause bleaching of coral. The aims of this research are to evaluate the influence of intensity and the length of ultra violet lighting exposure to the rate of the release of Zooxanthellae in Acropora sp. and their recovery. The research was carried out in December 2018 to January 2019, in the Histopatologi Laboratory of BBPBAP Jepara. Coral Acropora sp. Was given continuous and fotoperiode light treatment with ultra violet lights 10 watts, 15 watts and normally condition; with three times replications. Samples of Acropora sp. were taken from Panjang Island Jepara. The periode of observation are 0 , 12 , 24 , 36 , 48 , 60 , and 72 hours. The main parameters observed are the release of Zooxanthellae and water quality as supporting variables. The result showed that the intensity of ultra violet lighting influence significantly on the release of Zooxanthellae. The higher of intensity and continuous lighting caused total bleaching of Zooxanthellae in Acropora sp. The continuous release of Zooxanthellae UV lighting is greater than photoperiod treatment (1881 cells / hour> 731 cells / hour).

Keywords
Acropora sp; Coral Bleaching; Ultra violet; Zooxanthellae

Article Metrics:

  1. Asmiati., R. D. Palupi dan Ira. 2017. Densitas Zooxanthellae Berdasarkan Bentuk Pertumbuhan Karang di Perairan Kessilampe dan Bungkutoko Kendari. Sapa Laut. 2(2): 37-44.
  2. Fachrurrozie, A., M. P. Patria, dan R. Widiarti. 2012. Pengaruh Perbedaan Intensitas Cahaya Terhadap Kelimpahan Zooxanthellae Pada Karang Bercabang (Marga: Acropora) Di Perairan Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Jurnal Akuatika. 3(2): 115-124.
  3. Hill, R., K. E. Ulstrup dan P. J. Ralph. 2009. Temperature Induced Changes In Thylakoid Membrane Thermostability Of Cultured, Freshly Isolated, and Expelled Zooxanthellae From Scleractinian Corals. Bulletin of Marine Science. 85(3): 223-244.
  4. Khuzma, N. L., A. Suryanto dan P. W. Purnomo. 2016. Hubungan Kandungan Nitrat Dengan Densitas Zooxanthellae Pada Beberapa Jenis Karang Di Reef Flat Pulau Pari Kepulauan Seribu Jakarta. Diponegoro Journal of Maquares. 5(4): 293-301.
  5. Lesser, M. P., W. R. Stochaj., D. W. Tapley dan J. M. Shick. 1990. Bleaching in Coral Reef Anthozoans: Effectsbof Irradiance, Ultraviolet radiation, and Temperature on The Activities of Protective Enzymes Against Active Oxygen. Coral Reefs. 8: 225-232.
  6. Muhlis. 2011. Ekosistem Terumbu Karang dan Kondisi Oseanografi Perairan Kawasan Wisata Bahari Lombok. Berk Penel Hayati. (16): 111-118. DOI: 10.23869/bphjbr.16.2.20112.
  7. Mwaura, J., G. Grimsditch., J. Kilonzo., N. Amiyo, dan D. Obura. 2009. Zooxanthellae Densities are Highest in Summer Monthsin Equatorial Corals in Kenya. Western Indian Ocean J. Mar. Sci. 8(2): 193-202. DOI: 10.4314/wiojms.v8i2.56980.
  8. Nordemar, I., M. Nystrom dan R. Dizon. 2003. Effects of Elevated Seawater Suhu and Nitrate Enrichment on The Branching Coral Porites cylindruca In The Absence of Particulate Food. Marine Biology. 142: 667-669.
  9. Nugraha, M. A., D. Purnama., M. D. Wilopo dan Y. Johan. 2016. Kondisi Terumbu Karang Di Tanjung Gosongseng Desa Kahyapu Pulau Enggano Provinsi Bengkulu. Jurnal Enggano. 1(1): 43-56. DOI: https://doi.org/10.31186/jenggano.1.1.43-56
  10. Perez, J.L and R.A. Armstrong. 2012. Effects of UV radiation on the growth, photosynthetic and photoprotective components, and reproduction of the Caribbean shallow-water coral Porites furcata. Coral Reefs. 31: 1077-1091.
  11. Purnomo, P. W. 2011. Pengaruh Pengkayaan Zooxanthellae dari Berbagai Sumber Inang Terhadap Proses Translokasi dan Kalsifikasi Binatang Karang. [Disertasi]. Institut Pertanian Bogor (IPB): Bogor.
  12. Rifa’i, M. A., A. Tuwo., Budimawan dan A. Niartiningsih. 2013. Densitas Simbion Alga Zooxanthellae pada Anemon Laut Stichodactyla gigantea Alam dan Hasil Reproduksi Aseksual. Jurnal Natur Indonesia. 15(1): 15-23. DOI: http://dx.doi.org/10.31258/jni.15.01.15-23.
  13. Rembet, U. N. W. J. 2012. Tinjauan Teoritis Simbiosis Zooxanthellae dan Karang Sebagai Indikator Kualitas Ekosistem Terumbu Karang. Jurnal Ilmiah Platax. 1(1): 2302-3589.
  14. Siringoringo, R. M. 2007. Pemutihan Karang dan Beberapa Penyakit Karang. Oseana. 27(4) : 29-37.
  15. Supriharyono. 2007. Pengelolaan Ekosistem Terumbu Karang. Jakarta: Djambatan.
  16. Thovyan, A. I., V. Sabariah dan D. Parenden. 2017 Persentase Tutupan Terumbu Karang di Perairan Pasir Putih Kabupaten Manokwari. Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik. 1(1): 67-80. DOI: 10.30862/jsai-fpik-unipa.2017.Vol.1.No.1.22
  17. Utomo, P., Kurniawan., Y. S. Dewi., F. A. Wijaya., C. ‘Ien dan R. N. Swandari. 2013. Pengaruh Ukuran Fragmen dan Metode Transplantasi Terhadap Pertumbuhan Karang Pacillopora damicornis dan Polyphyllian talpina di Teluk Awur, Jepara. www.academia.edu.
  18. Westmacott, S., K. Teleki., S. Wells dan J. West. 2000. Pengelolaan Terumbu Karang yang Telah Memutih dan Rusak Kritis. Inggris : IUCN (The World Conservation Union).
  19. Whitehead, R. F., S. J. de Mora and S. Demers. 2000. Enhanced UV Radiation (a New Problem For The Marine Environment). New York: Cambridge University Press.
  20. Wouthuyzen, S., M. Abrar, dan J. Lorwens. 2015. Pengungkapan Kejadian Pemutihan Karang Tahun 2010 di Perairan Indonesia Melalui Analisis Suhu Permukaan Laut. Oseanologi dan Limnologi di Indonesia. 1(3): 305-327. https://doi.org/10.5072/FK2/DNNGOV.
  21. Yvonne, I. P., I. Ramli., H. Y. Dewanto., N. S. Adi., P. Yudiarso., M. Abrar., Giyanto., D. Prabuning., M. I. H. Putra., A. Siagian., R. Ardiwidjaya, dam B. Subhan. 2016. Panduan Pemantauan Pemutihan Karang. Jakarta: Direktorat Konservasi Dan Keanekaragaman Hayati Laut Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan Dan Perikanan.