ANALISIS HAMBATAN GESEK KAPAL MODIFIKASI DARI KAPAL JARING INSANG MENJADI KAPAL PANCING TONDA DI PALABUHANRATU (Evaluation of Ship Resistance from the Modification of Gillnets Vessel Into Troll Lines Vessel in Palabuhanratu)

Muhammad Nur Iqbal  -  Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Indonesia
Mohammad Imron  -  Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Indonesia
*Fis Purwangka scopus  -  Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Indonesia
Received: 2 Jul 2019; Published: 2 Mar 2020.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 77 31
Abstract

Transformasi alat tangkap jaring insang ke pancing tonda adalah upaya untuk meningkatkan hasil tangkapan. Pergeseran alat tangkap ikan telah menyebabkan perubahan dalam metode penangkapan ikan, dan mempengaruhi pergerakan kapal. Saat ini nelayan memodifikasi bagian badan kapal, pemasangan mesin yang belum memasukkan standar perhitungan dalam pembangunannya. Penelitian ini bertujuan adalah untuk mengidentifikasi kemampuan mesin kapal saat beroperasi, dilihat dari hambatan gesek dan tenaga mesin kapal. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah accidental sampling. Data diambil menggunakan metode observasi langsung, pengukuran dimensi utama kapal, wawancara ke Nahkoda “KM Untukmu" dan studi pustaka. Data-data tersebut dianalisa dengan menggunakan metode Holtrop untuk mencari nilai hambatan gesekan kapal, metode Telfer untuk mengubah nilai resistensi menjadi nilai gaya propulsi dan metode Nomura dan Yamazaki untuk mencari nilai Brake Horse Power (BHP). Dimensi utama kapal yang diukur adalah tinggi (D), lebar (B), panjang garis air (lwl) dan draft (d). Hasil studi menyimpulkan bahwa, mesin utama “KM Untukmu” memenuhi persyaratan kecepatan yang dibutuhkan untuk melakukan operasi penangkapan ikan, yaitu 4-8 knot dan tinggi draft 1 meter dengan nilai hambatan gesek 257,96-920,64 Newton (N m/s) dan dengan nilai HP yang dibutuhkan berkisar 2,155-23,48 HP. Mesin utama “KM Untukmu" telah memenuhi kebutuhan yang diperlukan untuk melakukan operasi pancing tonda dan mampu bergerak hingga kecepatan 11,12-12,92 knot.

 

Transforming gill nets into troll line rods is an attempt to increase the number of catches. The shift of fishing gear has caused changes in fishing methods, this has affected the ship movements. Now fishermen are modifying ship’s body parts, machinery installation, and its main engine even though they didn’t include shipping calculation standard in its construction. This study objectives are identifying ship's engine performance during fishing operation, which seen from friction resistance and ship’s engine thrust. Data collection method used is direct sampling. Data taken using direct observation method, i.e. of the ship’s main dimensions measurements, Chief of “KM Untukmu” interviews and literature studies. Data analyzed using Holtrop method in order to find ship friction resistance value, and Nomura and Yamazaki method to calculate Brake Horse Power (BHP) value. Ship main dimensions measured are depth (D), breadth (B), length of water line (lwl) and draft (d). Study shows that KM Untukmu’s main engine meets speed requirements needed to carry out fishing operations, namely 4-8 knots and one meters draft height with friction resistance value of 257.96 – 920.64 Newton (N m/s) with HP value needed around 2.15 – 23.48 HP. “KM Untukmu” main engine has fulfilled troll line operation requirements and is capable in moving up the speeds up to 11.12 – 12.92 knots.

Keywords
Hambatan gesek; kecepatan; pancing tonda di Palabuhanratu; KM Untukmu

Article Metrics:

  1. Anggara S dan Utama IKAP. 2012. Analisa CFD Pengaruh Penambahan Appendage pada Lambung Katamaran terhadap Hambatan Viskos. Jurnal Teknik ITS. 1: 69-74. DOI: 10.12962/j23373539.v1i1.328
  2. Anggraeni J. 2012. Efektivitas Pancing Terhadap Hasil Tangkapan Tuna Disekitar Rumpon yang Didaratkan di PPN Palabuhanratu Sukabumi [Skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
  3. Data Statistik PPN Palabuhanratu Tahun 2016.
  4. Budiarti TW. 2012. Perubahan Gillnetter Menjadi Troll Liner Di PPN Palabuhanratu. Marine Fisheries. 3(1):83-89. DOI: https://doi.org/10.29244/jmf.3.1.83-89
  5. Harvald Sv.Aa. 1992. Resistance and Propulsion of Ship. Diterjemahkan oleh: Jusuf Sutomo. Surabaya: Airlangga University Press.
  6. Holtrop J. 1984. A Statistical Re-Analysis Of Resistance And Propulsion Data. International Shipbuilding Progress. 24(270): 272-276
  7. Kantu L, Kalangi PNI, dan Polii JF. 2013. Desain dan parameter hidrostatis kasko kapal fiberglass tipe pukat cincin 30 GT di galangan kapal CV Cipta Bahari Nusantara Minahasa Sulawesi Utara. Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Tangkap. 1(3): 81-86. DOI: https://doi.org/10.35800/jitpt.1.3.2013.1397
  8. Mattasari EW. 2012. Penilaian Unit Penangkapan pancing Rumpon di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. [Skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
  9. Novita Y dan Rahman A. 2008. Pengaruh Bentuk Kasko terhadap Tahanan Kasko Kapal yang Ditimbulkan. Torani: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan. 18(1): 87- 92.
  10. Novita Y dan Iskandar BH. 2008. Hubungan Antara Bentuk Kasko Model Kapal Ikan Dengan Tahanan Gerak. Buletin PSP. 17(3): 315-324.
  11. [PERMEN] Peraturan Meteri Kelautan Dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 71/Permen-KP/2016 Tentang Jalur Penangkapan Ikan Dan Penempatan Alat Penangkapan Ikan Di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia.
  12. Prayitno MME. 2012. Analisa Teknis Optimalisasi Sistem Propulsi Kapal Ikan Menggunakan CVT Gearbox. KAPAL. 9(3):116-122. DOI: 10.14710/kpl.v9i3.4398
  13. Ramadhoni R. 2014. Analisi Tekno-ekonomi Laminasi Kapal PSP 01 di Palabuhanratu-JawaBarat. [skripsi]. Bogor (ID): Institu Pertanian Bogor.
  14. Santoso B, Helmi M, Nurhasanah. 2017. Optimasi Panjang Cadik Kapal Nelayan 3 GT. Jurnal IPTEK. 21(1): 11-16. DOI: https://doi.org/10.31284/j.iptek.2017.v21i1.45
  15. Sangadji EM dan Sophia. 2010. Metodologi Penelitian Pendekatan Praktis dalam Penelitian. Yogyakarta (ID): ANDI
  16. Silaen AG. 2008. Analisa Hambatan Kapal Trimaran Pengangkut Ikan. [skripsi]. Depok (ID): Universitas Indonesia
  17. Sugianto E dan Arif W. 2017. Computational Model Tahanan Kapal untuk Menentukan Kebutuhan Daya Kapal Bulk Carrier 8664 DWT. Jurnal Kelautan. 10(2): 168-173. DOI: https://doi.org/10.21107/jk.v10i2.3411
  18. Susanto A. 2010. Evaluasi Desain Dan Stabilitas Kapal Penangkapan Ikan Di Palabuahanratu (Studi Kasus Kapal PSP 01) [Tesis]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
  19. Susanto A, Iskandar BH, Imron M. 2011. Stabilitas Statis Kapal Static Gear Di Palabuhanratu (Studi Kasus KM PSP 01). Marine Fisheries. 2(1): 65-73. DOI: https://doi.org/10.29244/jmf.2.1.65-73
  20. Suzuki, O. 1978. Handbook for fisheries scientists and technologists. Training Dept. SEAFDEC. Thailand.
  21. [UU] Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2009 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 Tentang Perikanan
  22. Wiyastra PA, Baskoro SM, dan Purwangka F. 2012. Instalasi Permesinan Pada Kapal PSP 01. Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan. 3(1): 35-43. DOI: https://doi.org/10.24319/jtpk.3.35-43
  23. Yasa A.2010. Pengkajian Fasilitas Dan Pelayanan Kepelabuhanan Terkait Usaha Perikanan Pancing Rumpon Di PPN Palabuhanratu [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor