skip to main content

ANALISIS KANDUNGAN NITRAT DAN FOSFAT PADA LOKASI BUANGAN LIMBAH TAMBAK UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) DI KABUPATEN BANGKA TENGAH PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

*Eva Prasetiyono  -  Departement of Aquaculture, Universitas Bangka Belitung, Indonesia
Endang Bidayani  -  Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian Perikanan dan Biologi, Universitas Bangka Belitung, Indonesia
Robin Robin  -  Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian Perikanan dan Biologi, Universitas Bangka Belitung, Indonesia
Denny Syaputra  -  Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian Perikanan dan Biologi, Universitas Bangka Belitung, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Budidaya udang vaname pada kawasan perairan pesisir Bangka Tengah dilakukan secara intensif menggunakan pakan buatan sebagai pakan utama udang. Permasalahan yang muncul pada setiap budidaya intensif yaitu sisa pakan yang tidak termakan dan sisa metabolisme berupa feses dan urin yang berpotensi menyebabkan kesuburan ekosistem perairan. Dekomposisi bahan organik oleh mikroorganisme akan menghasilkan senyawa nitrogen dalam bentuk nitrat dan fosfat. Senyawa-senyawa ini merupakan nutrisi yang diserap oleh tumbuhan sehingga berpotensi menyebabkan pertumbuhan berlebih dari mikroalga. Penelitian ini bertujuan menguji dan menganalisis kandungan nitrat, fosfat dan parameter kualitas air lainnya serta kesesuaian air limbah yang dihasilkan pada lokasi buangan tambak udang vaname di Kabupaten Bangka Tengah. Lokasi yang dijadikan penelitian yaitu Tambak Udang TLTA (Lokasi 1), Tambak Udang ALB (Lokasi 2), dan Tambak Udang SDL (Lokasi 3). Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kandungan nitrat pada lokasi 1, 2 dan 3 masing-masing sebesar 0,92±0,18 mg/L, 0,89±0,14 mg/L, dan 0,93±0,21 mg/L dan kandungan fosfat masing-masing sebesar 0,25±0,09 mg/L, 0,15±0,11 mg/L, dan 0,23±0,15 mg/L. Kandungan nitrat dan fosfat tersebut masih memenuhi kriteria baku mutu standar air buangan limbah tambak namun terdapat potensi eutrofikasi pada saat limbah tersebut masuk ke perairan umum. Hal ini dikarenakan nilai nitrat dan fosfat tersebut berada pada kisaran yang dapat menyebabkan terjadinya eutrofikasi. Kandungan parameter kualitas air TSS, BOD, COD, kekeruhan, suhu, salinitas, pH dan DO pada semua titik lokasi menunjukan nilai yang masih memenuhi standar baku mutu yang menggambarkan bahwa tidak terdapat ketercemaran dari limbah tambak udang yang dihasilkan.

 

Pacific white shrimp shrimp cultivation in the coastal waters of Central Bangka is carried out intensively using artificial feed as the main shrimp feed. Problems in intensive cultivation are uneaten feed residues and metabolic wastes in the form of feces and urine which have the potential to cause fertility in aquatic ecosystems. Decomposition of organic matter by microorganisms will produce nitrogen compounds in the form of nitrate and phosphate. They will be absorbed by plants that have the potential to cause blooming algae. This study aims to test and analyze the content of nitrate, phosphate and other water quality parameters as well as the suitability of wastewater generated at the disposal site of pacific white shrimp ponds in Central Bangka Regency. The research locations were TLTA Shrimp Pond (Location 1), ALB Shrimp Pond (Location 2), and SDL Shrimp Pond (Location 3). The research method used quantitative descriptive analysis method. The results showed that the nitrate content at locations 1, 2 and 3 were 0.92±0.18 mg/L, 0.89±0.14 mg/L, and 0.93±0.21 mg/L, respectively, and phosphate content of 0.25±0.09 mg/L, 0.15±0.11 mg/L, and 0.23±0.15 mg/L, respectively. The nitrate and phosphate content still meets the standard quality criteria for pond waste water, but there is potential for eutrophication when they flow into estuary or seas area. Their values are in the range that can cause eutrophication. The content of water quality parameters TSS, BOD, COD, turbidity, temperature, salinity, pH and DO at all location points shows values that still meet quality standards which illustrate that there is no pollution from shrimp pond waste produced.

Fulltext View|Download
Keywords: fosfat; kualitas air; limbah tambak; nitrat; udang vaname

Article Metrics:

  1. Boyd, C.E., Green, B.W. 2002. Coastal water quality monitoring in shrimp farming areas, an example from Honduras. Consortium Program on Shrimp Farming and the Environment. World Bank, NACA, WWF, FAO : Consortium. 30 hlm
  2. Boyd, C.E., Tucker, C.S. 1998. Pond Aquaculture Water Quality Management. Boston, US : Kluwer Academic. 715 hlm
  3. Bui, T.D., Luong-Van, J., Austin, C.M. 2012. Impact of Shrimp Farm Effluent on Water Quality in Coastal Areas of the World Heritage-Listed Ha Long Bay. American Journal of Environmental Sciences 8 (2): 104-116. https://doi.org/10.3844/ajessp.2012.104.116
  4. Chowdhury, R. B., Moore, G.A., Weatherley, A. J., Arora, M. 2017. Key sustainability challenges for the global phosphorus resource, their implications for global food security, and options for mitigation. J. Clean. Prod., 140: 945–963. https://doi.org/10.1016/j.jclepro.2016.07.012
  5. Dahnur, H. (2020). Geliat Tambak Udang Vaname di Bangka, Bertumbuh di Tengah Pandemi. Diakses tanggal 26 februari 2020 pada https://regional.kompas.com/read/2020/10/13/20445971/geliat-tambak-udang-vaname-di-bangka-bertumbuh-di-tengah-pandemi?page=all
  6. Djumanto, Ustadi, Rustadi, Triyatmo, B. 2018. Utilization of wastewater from vannamei shrimp pond for rearing milkfish in keburuhan coast purworejo sub-district. Aquacultura Indonesiana, 19 (1) : 38-46. http://dx.doi.org/10.21534/ai.v19i1.48
  7. Effendi, H. 2003. Telaah Kualitas Air. Bagi Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan Perairan. Yogyakarta, ID : Kanisius. 257 hlm
  8. Goddard, S. 1996. Feed Management in Intensive Aquaculture. New York, US : ChapmanHall. 194 hlm
  9. Hardy, R.W., Gatlin, D., 2002. Nutritional strategies to reduce nutrient losses in intensive aquaculture. Avances en Nutrición Acuícola VI. Memorias del VI Simposium Internacional de Nutrición Acuícola : 23-34
  10. Jiyah, Sudarsono, B., Sukmono, A. 2016. Studi Distribusi Total Suspended Solid (TSS) Di Perairan Pantai Kabupaten Demak Menggunakan Citra Landsat. Jurnal Geodesi, 6 (1):41-47. https://ejournal3.undip.ac.id/ index.php/
  11. geodesi/ article/view/15033
  12. Mangampa, M., Suwoyo, H.S. 2010. Budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) teknologi intensif menggunakan benih tokolan. Jurnal Riset Akuakultur, 5 (3) : 351-361. http://dx.doi.org/10.15578/jra.5.3.2010.351-361
  13. Ministry of Natural Resources and Environment (MNRE), 2007. Effluent standard for brackiswater aquaculture. The Royal Government Gazette, Vol. 124 part 84 D, date Juli 13, B.E 2550
  14. Mustofa, A. 2015. Kandungan nitrat dan pospat sebagai faktor tingkat kesuburan perairan pantai. Jurnal DISPROTEK, 6(1) : 13-19. https://doi.org/10.34001/jdpt.v6i1.193
  15. Nasution, Z Yanti, B.V.I. 2015. Adopsi teknologi budidaya udang secara intensif di kolam tambak. Jurnal Kebijakan Sosek KP, 5(1) : 1-9
  16. Ngatia, L. Taylor, R. 2018. Phosphorus Eutrophication and Mitigation Strategies, Phosphorus - Recovery and Recycling, Tao Zhang, IntechOpen : 1 -11. https://doi.org/10.5772/intechopen.79173
  17. Nugroho, A.S., Tanjung, S.D., Hendrarto, B. 2014. Distribusi serta kandungan nitrat dan fosfat di perairan danau rawa pening. Bioma, 3(1) : 27-41. https://doi.org/10.26877/bioma.v3i1,%20April.648
  18. Primavera, J. H. 1998. Tropical shrimp farming and its sustainability. In S. S. De Silva (Ed.), Tropical Mariculture (pp. 257–289). San Diego, California: Academic Press
  19. Putri, F.D.M., Widyastuti, E., Christiani. 2014. Hubungan perbandingan total nitrogen dan total fosfor dengan kelimpahan chrysophyta di perairan waduk panglima besar soedirman, banjarnegara. Scripta Biologica, 1(1) : 96-101. DOI: 10.20884/1.sb.2014.1.1.33
  20. Putri, W.A.E., Purwiyanto, A.I.S., Fauziyah, Agustriani, F., Suteja, Y. 2019. Kondisi Nitrat, Nitrit, Amonia, Fosfat Dan Bod Di Muara Sungai Banyuasin, Sumatera Selatan. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 11 (1) : 65-74
  21. https://doi.org/10.29244/jitkt.v11i1.18861
  22. Rustadi. 2009. Eutrofikasi nitrogen dan fosfor serta pengendaliannya dengan perikanan di waduk sermo. Jurnal Manusia dan Limgkungan, 6 (3) : 176-186
  23. https://doi.org/10.22146/jml.18704
  24. Syah, R., Fahrur, M., Suwoyo, H.S, Makmur. 2017. Performansi Instalasi Pengolah Air Limbah Tambak Superintensif. Media Akuakultur, 12 (2) : 95-103
  25. http://dx.doi.org/10.15578/ma.12.2.2017.95-103
  26. Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. 456 hlm
  27. Sugiura, S. H. (2018). Phosphorus, Aquaculture, and the Environment. Reviews in Fisheries Science Aquaculture, 26(4), 515–521. https://doi.org/10.1080/23308249.2018.1471040
  28. Susatyo, A.N., Tanjung, S.D., Hendrarto, B. 2014. Distribusi serta kandungan nitrat dan fosfat di perairan danau rawa pening. Bioma, 3(1) : 27-41. https://doi.org/10.26877/bioma.v3i1,%20April.648
  29. Teles, A.O., Couto, A., Enes, P., Peres, H., 2019. Dietary protein requirements of fish – a meta-analysis. Reviews in Aquaculture : 1–33. https://doi.org/10.1111/raq.12391
  30. Widyantoko, W., Pinandoyo, Herawati, V.E. 2015. Optimalisasi penambahan tepung rumput laut coklat (Sargassum sp.) yang berbeda dalam pakan terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan juvenil udang windu. Journal of Aquaculture Management and Technology, 4(2): 9-17
  31. Yugo, R.A., Effendi, E., Yulianto, H. 2020. Nutrient Waste Load From Vaname Shrimp (Litopeneaus Vannamei) And Analysis Of Land Suitability Based On Water Quality Criteria In Earth In East Rawajitu Prosperous. e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan 9 (1) : 1057-1066. http://dx.doi.org/10.23960/jrtbp.v9i1.p1057-1066

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2024-02-27 06:34:55

No citation recorded.