HUBUNGAN ANTARA KELIMPAHAN MEIOFAUNA DENGAN TINGKATAN KERAPATAN LAMUN YANG BERBEDA DI PANTAI PULAU PANJANG JEPARA

*Ruswahyuni Ruswahyuni -  Program Studi Manajemen Sumberdaya Pantai Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 22 Aug 2008.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: EN
Full Text:
Statistics: 265 1398
Abstract

Meiofauna  merupakan  salah  satu  biota  yang  sangat  penting  dalam  struktur  rantai  makanan  dalam komunitas padang lamun. Biota meiofauna bersifat relatif menetap pada dasar perairan, oleh karena itu adanya  perubahan  lingkungan  akibat  eksploitasi dan  pencemaran  yang  berlebihan  dapat mengurangi kelimpahan organisme meiofauna sehingga secara tidak langsung juga mempengaruhi ekosistem. Metoda yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 3 kali ulangan  dengan interval waktu berdasarkan  surut terendah dari  pasang surut air  laut.  Sampling dilakukan pada 3 stasiun, yaitu pada daerah padang lamun dengan kerapatan jarang, sedang, dan rapat. Setiap stasiun dibagi menjadi tiga titik sampling sehingga semuanya menjadi 9 titik sampling. Hasil penelitian diperoleh 304 individu dari 31 spesies hewan meiofauna pada masing-masing kerapatan lamun yang berbeda. Pada kerapatan lamun jarang ditemukan meiofauna 75 individu pada kerapatan lamun sedang terdapat 104 individu dan pada kerapatan lamun padat ditemukan meiofauna 125 individu. Berdasarkan  uji statistik menunjukkan adanya hubungan antara kerapatan lamun dengan kelimpahan individu meiofauna. Hubungan antara perbedaan kerapatan lamun dengan kelimpahan meiofauna membentuk persamaan Y = 59,0453 + 0,001593x. dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,9997 dan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,9995. Sedangkan nilai F hitung > F tabel dengan taraf signifikasi (Sig.) P < 0,05 pada taraf kepercayaan (α) 0,05. Komposisi dan kelimpahan hewan meiofauna dengan tingkat kerapatan lamun berbeda menunjukkan adanya korelasi yang tinggi dan bersifat positif, hal ini berarti  setiap  pertambahan  kerapatan  lamun  diikuti  dengan  pertambahan  komposisi  dan  kelimpahan spesies dan kelimpahan individu hewan meiofauna.

 

Kata Kunci : Lamun, Meiofauna, Kerapatan, Kelimpahan.

Article Metrics: