BibTex Citation Data :
@article{IJFST76394, author = {Moh Mustakim and Abdunnur Abdunnur and Akhmad Rafi’i and Rani Novia}, title = {STRUKTUR KOMUNITAS PLANKTON DI PERAIRAN KOTA BANGUN}, journal = {Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology}, volume = {22}, number = {1}, year = {2026}, keywords = {Kelimpahan; Plankton; Struktur Komunitas; Kota Bangun}, abstract = { Perairan Kota Bangun (Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur) yang terhubung dengan Sungai Mahakam adalah sumber mata pencaharian utama (95% penduduknya nelayan) yang bergantung pada ikan bernilai ekonomi tinggi. Kunci kesehatan ekosistem perikanan ini adalah plankton, yang merupakan dasar rantai makanan dan bioindikator kualitas air. Saat ini, keterbatasan data komprehensif mengenai struktur komunitas plankton menghambat pengelolaan perikanan berkelanjutan. Oleh karena itu, penelitian mendalam tentang struktur komunitas plankton di Kota Bangun sangat krusial, karena menjadi dasar ilmiah untuk pengelolaan perikanan air tawar yang efektif, mendukung populasi ikan dan menjamin keberlanjutan nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi plankton, kelimpahan dan indeks ekologi di perairan Kota Bangun. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel plankton dilakukan secara vertikal (0–5 meter) menggunakan plankton net, sampel air diambil menggunakan water sampler di lima stasiun penelitian. Hasil penelitian ditemukan Jenis fitoplankton sebanyak 34 spesies, meliputi Kelas Bacillariophyceae, kelas Charophyta, kelas Chlorophyceae, kelas Cyanophyceae dan kelas Dinophyceae sedangkan jenis zooplankton ditemukan sebanyak 19 spesies, meliputi kelas Crustaceae, kelas Euglenaceae, kelas Protozoa, kelas Rotifer dan kelas Sacodina. Nilai kelimpahan plankton tertinggi pada stasiun 5 yaitu Muara Pela dengan 20853 ind/L, Kelimpahan fitoplankton tertinggi berasal dari genus Ulothrix aequalis kelas Chlorophyceae sebesar 26%. Hasil analisis indeks ekologi menunjukkan bahwa perairan Kota Bangun memiliki keanekaragaman dan keseragaman individu sedang, tidak ada spesies plankton yang dominan. Kondisi ini mengindikasikan ekosistem perairan yang relatif stabil dan memiliki daya tahan terhadap perubahan lingkungan dalam menerima perubahan lingkungan perairan, ekosistem perairan yang stabil serta tidak adanya jenis plankton tertentu yang mendominansi dalam komunitas. }, issn = {2549-0885}, pages = {9--18} doi = {10.14710/ijfst.22.1.9-18}, url = {https://ejournal.undip.ac.id/index.php/saintek/article/view/76394} }
Refworks Citation Data :
Perairan Kota Bangun (Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur) yang terhubung dengan Sungai Mahakam adalah sumber mata pencaharian utama (95% penduduknya nelayan) yang bergantung pada ikan bernilai ekonomi tinggi. Kunci kesehatan ekosistem perikanan ini adalah plankton, yang merupakan dasar rantai makanan dan bioindikator kualitas air. Saat ini, keterbatasan data komprehensif mengenai struktur komunitas plankton menghambat pengelolaan perikanan berkelanjutan. Oleh karena itu, penelitian mendalam tentang struktur komunitas plankton di Kota Bangun sangat krusial, karena menjadi dasar ilmiah untuk pengelolaan perikanan air tawar yang efektif, mendukung populasi ikan dan menjamin keberlanjutan nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi plankton, kelimpahan dan indeks ekologi di perairan Kota Bangun. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel plankton dilakukan secara vertikal (0–5 meter) menggunakan plankton net, sampel air diambil menggunakan water sampler di lima stasiun penelitian. Hasil penelitian ditemukan Jenis fitoplankton sebanyak 34 spesies, meliputi Kelas Bacillariophyceae, kelas Charophyta, kelas Chlorophyceae, kelas Cyanophyceae dan kelas Dinophyceae sedangkan jenis zooplankton ditemukan sebanyak 19 spesies, meliputi kelas Crustaceae, kelas Euglenaceae, kelas Protozoa, kelas Rotifer dan kelas Sacodina. Nilai kelimpahan plankton tertinggi pada stasiun 5 yaitu Muara Pela dengan 20853 ind/L, Kelimpahan fitoplankton tertinggi berasal dari genus Ulothrix aequalis kelas Chlorophyceae sebesar 26%. Hasil analisis indeks ekologi menunjukkan bahwa perairan Kota Bangun memiliki keanekaragaman dan keseragaman individu sedang, tidak ada spesies plankton yang dominan. Kondisi ini mengindikasikan ekosistem perairan yang relatif stabil dan memiliki daya tahan terhadap perubahan lingkungan dalam menerima perubahan lingkungan perairan, ekosistem perairan yang stabil serta tidak adanya jenis plankton tertentu yang mendominansi dalam komunitas.
Article Metrics:
Last update:
Last update: 2026-02-05 14:23:34
Authors who submit manuscripts do so with the understanding that, if accepted for publication, the copyright of the article will be transferred to Saintek Perikanan: Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, Diponegoro University as the journal publisher. The copyright includes the rights to reproduce and distribute the article in all forms and media, including reprints, photographs, microfilm, and similar reproductions, as well as translations.
Articles published in this journal are licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0). This license allows others to use, share, adapt, and redistribute the material in any medium or format, provided appropriate credit is given to the original author(s) and the journal, and that any derivative works are distributed under the same license.
Saintek Perikanan: Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, Universitas Diponegoro, and the editors make every effort to ensure the accuracy of all data, opinions, and statements published in the journal. However, the content of each article and advertisement published in Saintek Perikanan is the sole responsibility of the respective authors and advertisers.
View My Stats