Konsep ABG (Academic-Business-Government) dalam Rencana Sistem Industri Berbasis Potensi Daerah Kabupaten Sleman dan Gunung Kidul

DOI: https://doi.org/10.14710/teknik.v38i2.15797

Article Metrics: (Click on the Metric tab below to see the detail)

Article Info
Telah diserahkan: 02-09-2017
Diterbitkan: 02-01-2018
Bagian: FULL ARTICLE
Fulltext PDF Tell your colleagues Kirim email ke penulis

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mempunyai potensi industri yang cukup tinggi, baik industri kecil, menengah, maupun besar. Namun daya saing produk industri pengolahan di DIY rendah karena beberapa faktor, yakni masih lemahnya keterkaitan antar industri, keterbatasan produksi barang setengah jadi dan komponen di dalam negeri, keterbatasan industri berteknologi tinggi, kesenjangan kemampuan ekonomi antardaerah, serta ketergantungan ekspor pada beberapa komoditas tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancangan konsep kawasan industri berbasis potensi daerah (Domestic Based Industry/ DBI) menggunakan pendekatan sinergi Academic-Business-Government (ABG). Pendekatan ini dilakukan dengan fokus pada pemanfaatan bahan baku, sumber daya manusia, dan pemenuhan permintaan pasar lokal. Hasil kajian ini menghasilkan tiga konsep kawasan DBI yang diusulkan: (i) pengolahan produk turunan salak pondoh di Turi Sleman, (ii) pengolahan zeolit di Gedangsari Gunungkidul, dan (iii) pengolahan limbah produk biogas di Cangkringan Sleman. Ketiga konsep kawasan industri pengolahan tersebut saling terkait dan akan membentuk jejaring yang terintegrasi mulai dari bahan baku hingga produk, baik dengan industri rancangan baru maupun dengan industri yang sudah ada.

Kata Kunci

kawasan industry berbasis potensi daerah; domestic based industry; ABG; salak pondoh; zeolit, biogas

  1. Muhammad Prasanto Bimantio 
    Magister Teknik Sistem, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, Indonesia
  2. Alva Edy Tontowi 
    Magister Teknik Sistem, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, Indonesia
  1. Adlin, N. (2014). Zeolit Termodifikasi Magnetit Berbasis Metode Kopresipitasi Sebagai Adsorben Zn(II). Skripsi. Universitas Gadjah MadaYogyakarta.
  2. Ahmad, M. (2012). Sintesis Silika Gel Dari Pelepah Pohon Salak Pondoh Menggunakan Natrium Hidroksida Dan Asam Sulfat. Skripsi. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
  3. Alisyahbana, D. (2013). Pemanfaatan Zeolit Sebagai Pengikat Pupuk Urea. Thesis. Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
  4. Amelia, F. (2016). Kajian Desorpsi Kromium Total Menggunakan Asam Tartarat Pada Tanah Sekitar Industri Penyamakan Kulit Hewan Di Yogyakarta. Skripsi. Universitas Gadjah MadaYogyakarta.
  5. Asyari, M. (2009). Penelitian Awal Granulasi Pupuk Kandang,Pupuk Anorganik, dan Zeolit sebagai Slow Release Fertilizer. Skripsi. Universitas Gadjah MadaYogyakarta.
  6. Badan Pusat Statistik Daerah Istimewa Yogyakarta. (2015). Statistik Hortikultura Daerah Istimewa Yogyakarta. Badan Pusat Statistik Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
  7. Badan Pusat Statistik Daerah Istimewa Yogyakarta. (2016). Statistik Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta 2016. Badan Pusat Statistik Daerah Istimewa Yogyakarta.
  8. Bakara, T. M. (2016). Sintesis Komposit Zeolit Magnetit Sebagai Adsorben Cepat Pisah Ion Cd2+. Skripsi. Universitas Gadjah MadaYogyakarta.
  9. Bangun, Y. R., Sukarya, F. R. (2012). Calling for ABG (Academic-Business-Government) Leadership Early Identification of Effective Characteristics of Leadership to Support Triple Helix Model. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 52, 187-196.
  10. Bimantio, M. P. (2013). Pengaruh Ukuran Butir dan Waktu Aktivasi Zeolit Alam Terhadap Adsorpsi Dan Desorpsi NH4OH dan KCl Sebagai Model Pupuk – Zeolit Alam. Skripsi. Universitas Gadjah MadaYogyakarta.
  11. Budyanto, E. C. (2013). Pembuatan Pupuk Organik Dengan Memanfaatkan Sludge Pembuatan Biogas Sebagai Media Pembawa Trichoderma harzianum. Thesis. Universitas Gadjah MadaYogyakarta.
  12. Chamidah, N. (2013). Pupuk Cair dari Sludge Cair Hasil Samping Biogas Kotoran Sapi Yang Diperkaya Bioprotektan Pseodomonas Fluorescens : Pembuatan dan Uji Efektifitasnya. Thesis. Universitas Gadjah MadaYogyakarta.
  13. Fathoni, F. (2014). Studi Potensi Biji Salak (Salacca Edulis Reinw) Sebagai Sumber Alternatif Monosakarida Dengan Cara Hidrolisis Menggunakan Asam Klorida. Skripsi. Universitas Gadjah MadaYogyakarta.
  14. Furqon, M. H., Prasetya, A., Wilopo, W. (2013). Pemanfaatan Zeolit Diaktifkan Dengan Larutan Asam Untuk Pemurnian Biodiesel. ASEAN Journal of Systems Engineering, 1(1), 32-35.
  15. Irawati, D. (2006). Understanding The Triple Helix Model from The Perspective of a Developing Country: A Demand or A Challenge for Indonesian. International Conference Triple Helix Paradigm for Development: Strategies for Co-Operation and Exchange of Good Practice. Bristol: Bristol Business School.
  16. Kementerian Perindustrian. (2014). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2014 Tentang Perindustrian. Indonesia.
  17. Lestari, R. A., Sediawan, W. B., Syamsiah, S., Sarto, & Teixeira, J. A. (2016). Hydrogen sulfide removal from biogas using a salak fruit seeds packed bed reactor with sulfur oxidizing bacteria as biofilm. Journal of Environmental Chemical Engineering, 4, 2370-2377.
  18. Lin, D., Zhao, Y. (2007). Innovation in the development and application of edible coating for fresh and minimally processed fruits and vegetables. Food Science and Food Safety, 6, 60-75.
  19. Menteri Perdagangan Republik Indonesia. (2015). Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 119/M-Dag/PER/12/2015 Tentang Ketentuan Ekspor Produk Pertambangan Hasil Pengolahan dan Pemurnian.Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.
  20. Munandar, A. (2014). Adsorpsi Logam Pb Dan Fe Dengan Zeolit Alam Teraktivasi Asam Sulfat. Skripsi. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
  21. Pemerintah kabupaten Gunungkidul. (2015). Kondisi Umum. Tersedia di http://www.gunungkidulkab.go.id/D-74db63a914e6fb0f4445120c6fa44e6a-NR-100-0.html. Diakses 18 Februari 2017.
  22. Pemerintah kabupaten Sleman. (2005). Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 7 Tahun 2005 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Kabupaten Sleman Tahun 2006-2025. Pemerintah Kabupaten Sleman.
  23. Pemerintah kabupaten Sleman. (2016, April 5). Potensi Unggulan Daerah. Tersedia di http://www.slemankab.go.id/3275/potensi-unggulan-daerah.slm. Diakses 18 Februari 2017.
  24. Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. (2015). Seri Analisis Pembangunan Wilayah Provinsi Daerah IstimewaYogyakarta 2015.Bappenas Yogyakarta.
  25. Pratiwi, R., Lestari, F.B., Widianto, D. (2015). Pemanfaatan Limbah Buah Salak Pondoh Sebagai Substrat Nata De Salacca Melalui Aplikasi Bioteknologi di Dusun Tegal Domban, Sleman,Yogyakarta. Indonesian Journal of Community Engagement, 1(1), 39-52.
  26. Putranti, F. S. (2015). Pusat Pengolahan Salak Pondoh Turi, Sleman dengan Pendekatan Kontekstual Lingkungan. Skripsi. Universitas Gadjah MadaYogyakarta.
  27. Qibthiyah, M. (2015). Studi Penurunan Kadar Logam Besi (Fe) Dan Kobalt (Co) Pada Limbah Cair Industri Cv Batik Indah Raradjonggrang Yogyakarta Dengan Sistem Penyaring Elektromagnetik. Skripsi. Universitas Gadjah MadaYogyakarta.
  28. Rambe, L. S. (2010). Pembuatan etanol kering (anhydrous ethanol) dengan memanfaatkan zeolit alam sebagai adsorben.Thesis. Universitas Gadjah MadaYogyakarta.
  29. Romadhonni, T. (2015). Zeolit-APTMS Tercetak Cu Sebagai Adsorben Cu(II) Dalam Air. Thesis. Universitas Gadjah MadaYogyakarta.
  30. Rosadi, I. (2010). Studi pemanfaatan zeolit dan bentonit sebagai coating pada pembuatan pupuk granul slow release fertilizer. Thesis. Universitas Gadjah MadaYogyakarta.
  31. Sanyoto, A. T. (2011). Adsorbsi Gas Pengotor Pada Biogas Dengan Menggunakan Campuran Zeolit Dan Karbon Aktif. Thesis. Universitas Gadjah MadaYogyakarta.
  32. Sarengat, N., Yuniari, A., Setyorini, I., Suyatini. (2015). Kajian Potensi Pencemaran Industri Pada Lingkungan Perairan Di Daerah Istimewa Yogyakarta. Seminar Nasional Kulit, Karet, dan Plastik.Balai Besar Kulit, Karet dan Plastik Yogyakarta .
  33. Setiyoko, A. (2016). Sintesis dan Karakterisasi Carboxy Methyl Cellulose (CMC) Dari Biji Salak (Salacca edulis Reinw) Pondoh Super. Thesis. Universitas Gadjah MadaYogyakarta.
  34. Setyowati, E. (2008). Studi Fisis Pengaruh Kuat Arus, Jenis Polutan Logam dan Waktu Pengambilan Output Penyaringan terhadap Efektivitas Penyaring Elektromagnetik. Skripsi. Universitas Gadjah MadaYogyakarta.
  35. Styana, U. F. (2010). Penggunaan metode coating campuran zeolit dan pati untuk meningkatkan ketertarikan nitrogen dan kekuatan pada pupuk granul. Thesis. Universitas Gadjah MadaYogyakarta.
  36. Subandriyo, E. (2014). Pembuatan Pupuk Urea Lepas Lambat Dengan Proses Pelapisan Urea Asetaldehid Dan Zeolit. Thesis. Universitas Gadjah MadaYogyakarta.
  37. Suwardi. (2009). Teknik Aplikasi Zeolit Di Bidang Pertanian Sebagai Bahan Pembenah Tanah. Jurnal Zeolit Indonesia, 8(1), 32-38.
  38. Tranggono, S., Santoso, U. (1992). Memperpanjang Umur Simpan Buah Salak Pondoh dengan Penyimpanan dalam Atmosfir Termodifikasi. Thesis. Universitas Gadjah MadaYogyakarta.
  39. United Nation.s (2015). Lembar Fakta SDGs Indonesia. Indonesia. Jakarta: United Nations
  40. Weni, N. H. (2015). Analisis Ekonomi Rumah Tangga Tani Salak Pondoh di Desa Donokerto Kecamatan Turi Kabupaten Sleman. Skripsi. Universitas Gadjah MadaYogyakarta.
  41. Widhastu, K. (2016). Sintesis Komposit Zeolit-Magnetit Sebagai Adsorben Ion Logam Co(II). Skripsi. Universitas Gadjah MadaYogyakarta.
  42. Yusuf, I. F., Martono, E., Prasetya, A. (2015). Peran Pemuda Dalam Pengembangan Eduwisata Energi Terbarukan Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Ekonomi Wilayah (Studi di Desa Poncosari Kecamatan Srandakan Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta). Jurnal Ketahanan Nasional, 285-305.