Improvement The Compressive Strength and Flexural Strength of Concrete by Adding Variations of Pineapple Leaf Fibers

Peningkatan Kuat Tekan dan Kuat Lentur Beton Dengan Variasi Penambahan Serat Daun Nanas

*Gusneli Yanti -  Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik, Universitas Lancang Kuning, Indonesia
Z. Zainuri -  Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik, Universitas Lancang Kuning, Indonesia
Shanti Wahyuni Megasari -  Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik, Universitas Lancang Kuning, Indonesia
Diterbitkan: 31 Mei 2019.
Akses Terbuka
Citation Format:
Article Info
Bagian: Artikel
Bahasa: EN
Teks Lengkap:
Statistik: 176 154
Sari

Beton merupakan bahan bangunan yang banyak dipergunakan, dikarenakan bahan ini kuat terhadap tekan dapat dengan mudah dibentuk menyesuaikan dengan kebutuhan. Di sisi lain beton mempunyai kelemahan terhadap lentur serta mempunyai sifat getas, sehingga diperlukan metode untuk memperbaiki kelemahan tersebut. Salah satu upaya untuk meningkatkan kuat tarik beton dilakukan dengan penambahan serat, sehingga menjadi suatu bahan komposit yaitu beton dan serat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kuat tekan dan kuat lentur beton dengan variasi penambahan serat sebesar 0%, 1%, 3%, 5%, dan 7% terhadap berat semen pada mutu beton K-225. Perancangan beton menggunakan metode Department of Environment (DOE), dengan cetakan silinder berukuran 150 mm x 300 mm Jumlah sampel pada setiap penambahan serat sebanyak 3 sampel dan total sebanyak 30 sampel. Hasil pengujian menunjukkan nilai kekuatan tekan dan lentur beton tertinggi untuk  variasi  dengan tambahan serat daun nanas sebesar 5 % dengan nilai kuat tekan rata-rata 267,00 kg/cm2 dan nilai kuat lentur rata-rata 41,61 kg/cm2.

Kata Kunci
beton; Department of Environment; kuat tekan; kuat lentur; serat daun nanas

Article Metrics:

  1. Badan Pusat Statistik Provinsi Riau. 2019. Provinsi Riau Dalam Angka 2019. Pekanbaru: BPSP.
  2. BSN 2011. SNI 03- 1974- 2011: Cara Uji Kuat Tekan Beton dengan Benda Uji Silinder. Jakarta: BSN.
  3. BSN 2011, SNI 03- 4431- 2011 ; Cara uji kuat lentur beton normal dua titik pembebanan. Jakarta: BSN.
  4. Firman, S. H., Muris, & Subaer. (2015). Studi sifat mekanik dan morfologi komposit serat daun nanas- epoxy ditinjau dari fraksi massa dengan orientasi serat acak. Jurnal Sains Dan Pendidikan Fisika, 11(2), 185–191.
  5. Gerung, L. M. N. (2012). Pengaruh Serat Daun Nenas Dengan Konsentrasi Serat 0,075% Dan Variasi Panjang Serat 0,5cm; 1,0cm; 1,5cm Terhadap Kuat Tarik Beton Normal. Media Engineering, 2(2), 135–142.
  6. Hidayat, P. (2008). Teknologi pemanfaatan serat daun nanas sebagai alternatif bahan baku tekstil. Teknoin, 13(2), 31–35.
  7. Megasari, S. W., Yanti, G., & Zainuri, Z. (2016). Karakteristik Beton Dengan Penambahan Limbah Serat Nylon Dan Polimer Concrete. SIKLUS: Jurnal Teknik Sipil, 2(1), 24–33. https://doi.org/https://doi.org/10.31849/siklus.v2i1.202
  8. Sahrudin, & Nadia. (2016). Pengaruh Penambahan Serat Sabut Kelapa Terhadap Kuat Tekan. Komstruksia, 7(2), 13–20.
  9. Saifudin, A., As’ad, S., & Sunarmasto. (2015). Pengaruh Dosis, Aspek Rasio, dan Distribusi Serat Terhadap Kuat Lentur dan Kuat Tarik Belah Beton Berserat Baja. Matriks.Sipil.Ft.Uns.Ac.Id, 369–376.
  10. Wijono, Purnomo, C., & Nurhidayat, A. (2011). Optimasi kekuatan tarik serat nanas (Ananas Comous L. Merr) sebagai alternatif bahan komposit serat alam. Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Ke-2 Tahun 2011, (2009), 153–158.
  11. Yanti, G., Zainuri, Z., & Megasari, S. W. (2019). Analisis penambahan cocofiber pada campuran beton. Seminar Nasional Pakar Ke 2 Tahun 2019, Buku 1 : Sains Dan Teknologi, 1(2018), 1–6.
  12. Zainuri, Yanti, G., & Megasari, S. W. (2018). Optimasi Metode Pemisahan Serat Pelepah Kelapa Sawit Terhadap Kuat Tekan Bata Ringan. https://doi.org/10.17605/OSF.IO/DHNFE