PENINGKATAN KUALITAS DAN PROSES PEMBUATAN BIODIESEL DARI BLENDING MINYAK KELAPA SAWIT (PALM OIL) DAN MINYAK KELAPA (COCONUT OIL) DAN BANTUAN GELOMBANG ULTRASONIK

*Hantoro Satriadi -  Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto, SH, Kampus Undip Tembalang, Semarang 50275, Indonesia
Favian Nafiega -  Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto, SH, Kampus Undip Tembalang, Semarang 50275, Indonesia
W. Widayat -  Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto, SH, Kampus Undip Tembalang, Semarang 50275, Indonesia
Rheza Dipo -  Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto, SH, Kampus Undip Tembalang, Semarang 50275, Indonesia
Dikirim: 16 Jun 2014; Diterbitkan: 30 Des 2014.
Akses Terbuka
Citation Format:
Article Info
Bagian: Artikel
Bahasa: ID
Teks Lengkap:
Statistik: 2471 996
Sari

Keterbatasan solar sebagai sumber energi bahan bakunya tidak dapat diperbaharui menuntut adanya bahan baku alternatif yang dapat diperbaharui dan ramah lingkungan untuk pembuatan biodiesel. Reaksi utama produksi biodiesel adalah esterifikasi dan transestirifikasi yang berlangsung lambat dan membutuhkan banyak katalis dan alkohol. Reaksi yang terjadi belum sempurna dan belum memenuhi standar SNI dan ASTM. Untuk memperbaiki mutu biodiesel serta menghasilkan yield maksimal, maka dilakukan blending bahan baku antara minyak kelapa sawit dan minyak kelapa dan dengan bantuan gelombang ultrasonic. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh variabel perbandingan volume minyak kelapa sawit dan minyak kelapa, perbandingan volume methanolminyak, dan persentase berat katalis terhadap minyak terhadap hasil atau yield biodiesel. Alat utama yang digunakan adalah reaktor yang dilengkapi pembangkit gelombang ultrasonic dengan temperature 60 oC, tekanan 1 atm, volume 3 liter, dan frekuensi 28 kHz. Variabel proses pada penelitian ini adalah perbandingan volume minyak sawit dan kelapa 2:1, 3:1, dan 4:1, pebandingan volume metanol-minyak 0,2:1, 0,25:1, dan 0,3:1, dan persentase berat katalis KOH terhadap minyak 0,3%, 0,5%, dan 0,7%. Hasil penelitian didapat konversi tertinggi dicapai pada variabel perbandingan volume minyak sawit dan kelapa 3:1, perbandingan volume metanol/minyak 0,25:1, dan persentase berat katalis terhadap minyak dengan yield 97,26%.

[A Improvement of Quality and Process for Biodiesel Production from Palm Oil and Coconut Oil Blends with Ultrasound Assisted] Limitations of solar energy as a source of raw material cannot be renewed demands for alternative raw materials that are renewable and environmentally friendly for the manufacture of biodiesel. The main production of biodiesel reaction is esterification and transestirifikasi which runs slow and requires a lot of alcohol and a catalyst. Reactions that happen yet perfect, and has not met the standard of SNI and ASTM. To improve the quality of biodiesel as well as produce maximum yield, then do the blending of raw materials between Palm oil and coconut oil and with the help of ultrasonic waves. This research aims to study the influence of variable ratio of the volume of palm oil and coconut oil, methanol-oil volume ratio, and the percentage of weight of the catalyst to oil to biodiesel results or yield. The main tool used by the reactors are equipped with ultrasonic wave generator temperature 60 oC, pressure 1 atm, 3 liters of volume, and frequency 28 kHz. Process variables in this study is a comparison of the volume of palm oil and coconut 2:1, 3:1 and 4:1, ratio volume of methanol-oil 0.2:1, 0.25:1, and 0,31:1, and the percentage of weight of KOH catalyst to oil 0.3%, 0.5% and 0.7%. Results of the study had the highest conversion achieved at variable volume ratio of palm oil and coconut 3:1, a comparison of the volume of methanol/oil 0.25:1, and the percentage of the weight of oil with the catalyst to yield 97,26%.

Copyright (c) by Fakultas Teknik, Undip. All right reserved.

Kata Kunci
biodiesel; gelombang ultrasonik; blending minyak sawit dan kelapa

Article Metrics:

  1. Baharsyah, Aji., dan Supriyandi. 2013. “Optimasi Proses Pembuatan Biodiesel Berbantukan Gelombang Ultrasonik dari Blending Minyak Kelapa Sawit (Crude Palm Oil) dan Minyak Jarak (Jatropha Curcas Oil). Teknik Kimia. FT UNDIP. Semarang.
  2. Buasri, Achanai., dkk. 2009. Biodiesel from Crude Palm Oil with a High Content of Free Fatty Acids and Fuel Properties: Faculty of Engineering and Industrial Technology. Silpakorn University. Thailand.
  3. Montgomery, D. C. (1991). Design and analysis of experiments, 3rd ed. New York: Wiley.
  4. Orchidea R. dkk. Potensi Minyak Mentah Dedak Padi sebagai Bahan Baku Pembuatan Biodiesel. Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, ITS. Surabaya.
  5. Shell Indonesia, P.T., 2012. “Shell Biodiesel Apa yang Anda Perlu Ketahui.” Jakarta Selatan.
  6. SNI 04-7182-2006 Biodiesel.
  7. Sugiyono, Agus. 2006. “Peluang Pemanfaatan Biodiesel dari Kelapa Sawit Sebagai Bahan Bakar Alternatif Pengganti Minyak Solar di Indonesia”. Prospek Pengembangan Bio-fuel Sebagai Bahan Bakar Minyak. Indonesia.
  8. Taharuddin et al, 2007, Cordierite sebagai Katalis Heterogen pada Metanolisis Minyak Kelapa (Coconut Oil). Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Lampung.
  9. Wang dan Chang C.C. 1947. China’s motor fuels from tung oil. Ind. Eng. Chem. 39, 1543-1548.
  10. Widayat, Satriadi Hantoro, Yuariski, Murwono., (2013). Biodiesel Production From Bulk Frying Oil With Ultrasound Assisted. Teknik Kimia Universitas Diponegoro. Semarang.