Kandungan Klorofil-a pada Diatome Epipelik di Sedimen Ekosistem Mangrove

*Edi Wibowo -  Jurusan Ilmu Kelautan –FPIK – UNDIP, Kampus Tembalang Semarang 50359, Indonesia, Indonesia
Ervia Yudiati -  Jurusan Ilmu Kelautan –FPIK – UNDIP, Kampus Tembalang Semarang 50359, Indonesia, Indonesia
Suryono Suryono -  Jurusan Ilmu Kelautan –FPIK – UNDIP, Kampus Tembalang Semarang 50359, Indonesia, Indonesia
Tika Retnowati -  Jurusan Ilmu Kelautan –FPIK – UNDIP, Kampus Tembalang Semarang 50359, Indonesia, Indonesia
Published: .
Open Access
Abstract

Diatom Epipelik memiliki arti penting dalam sedimen mangrove karena merupakan komponen utama mikroalga yang mengandung klorofil, sehingga klorofil dalam sedimen akan mempengaruhi produktivitas primernya. Nilai kandungan klorofil -a dalam sedimen di kedalaman 2 cm berkisar antara 0,125 - 0,405 μg/cm3 menunjukkan bahwa pada kedalaman 2 cm mempunyai kandungan klorofil -a tertinggi bila dibandingkan pada kedalaman sampling 4 cm ataupun 6 cm. Untuk parameter fisika - kimia oseanografi, kondisi lingkungan memiliki kecenderungan yang normal.

Kata kunci : klorofil -a, sedimen mangrove, produktivitas primer.


The result showed that Epipelic Diatom have an important role in mangrove sediment, since they are known as major component of microalgae which containt chlorophy. These chlorophyll influence the level of primary productivity, within the sediment. The highest chloropyll a content within sediment was found in those taken from 2 cm deep range, compared with those taken from 4 cm and 6 cm deep.

Key words : Chlorophyll -a, mangrove sediment, primary productivity.

Other format:

Article Metrics:

Article Info
Section: Research Articles
Language: EN
Full Text:
Statistics: 128 291