Penentuan Musim Reproduksi Generatif dan Preferensi Perekatan Spora Rumput Laut (Eucheuma cottonii) (Determining of Seasonal Generative Reproduction and Attaching Preferences of Seaweed Spores (Eucheuma cottonii))

*Ma'ruf Kasim -  Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Haluoleo Kampus Hijau UNHALU, Jalan Mokodompit. Andounohu Kendari. Telp: 085656555664 Indonesia, Indonesia
Asnani Asnani -  Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Haluoleo Kampus Hijau UNHALU, Jalan Mokodompit. Andounohu Kendari. Telp: 085656555664, Indonesia
Published: .
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: EN
Full Text:
Statistics: 1403 2618
Abstract

Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas bibit rumput laut Eucheuma cottonii adalah mengupayakan regenerasi secara generatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui musim pelepasan spora rumput laut E. cottonii secara alami dan preferensi perekatan spora pada substrat. Penelitian dilaksanakan di pantai Lakeba, Kota Bau-Bau, Provinsi Sulawesi Tenggara. Metode kurungan rumput laut induk pada dasar perairan digunakan untuk memudahkan pengamatan musim reproduksi. Untuk mengetahui preferensi pelekatan spora digunakan substrat dari berbagai bahan yang digantung disekitar kurungan dasar. Selama penelitian, bentuk morfologi rumput laut terlihat sehat berwarna cokelat tua dan diameter thallus utama berukuran besar. Pada pangkal thallus utama tersebut, terlihat membentuk tonjolan kecil menumpul yang cukup banyak. Tonjolan tersebut diduga sebagai tempat pengeluaran gametosit jantan dan betina. Pada akhir bulan September sampai tengah Oktober terlihat penempelan bibit rumput laut pada substrat karang dan batuan. Bibit yang ditemukan terlihat (kasat mata) setelah berukuran 0,3–0,6 cm dengan bobot 0,018 - 0,038 g. Untuk bobot basah, ukuran 0,4 g pada minggu pertama pemeliharaan dan hanya terjadi perubahan bobot sebesar 2,7 g pada minggu kedelapan pemeliharaan. Penelitian ini memberikan informasi mengenai musim reproduksi generatif pada bulan September-Oktober. Informasi lainnya adalah spora E. cottonii banyak ditemukan melekat pada karang mati bercabang. Sehingga untuk mendapatkan bibit generatif E. cottonii di perairan Sulawesi Tenggara, dapat dilakukan pada bulan tersebut. Bibit yang dikoleksi dialam terbukti mempunyai pertumbuhan yang cukup baik dibandingkan dengan bibit vegetatif yang dipelihara pada areal budidaya masyarakat.

Kata kunci: Eucheuma cottonii, bibit, musim perekatan, spora, generatif

One of the few ways to improve the quality of seed types Eucheuma cottonii is to seek methods of regenerating seeds by generative ways. This study aims to determine the release of seaweed spores naturally, and seedling preferences of E. cottonii spores on the substrate. This research was conducted in the area of seaweed cultivation at Lakeba coast line, City of Bau-Bau, Southeast Sulawesi Province. To facilitate observation of the reproductive season, cages method is used for holding seaweed in bottom waters. And to know the preferences of spore attachment were used substrates from various basic materials hanging around the cages. During our research study, the seaweed morphology seens healthy. Seaweed has a dark brown and large diameter of main Thallus. At the base of the main Thallus, small bulge seens enough. The bulge were plenty and rebate expenses allegedly as a male and female gametocytes. At the end of September to middle of October would seens the attachment seaweed seeds on branching coral substrate and rocks. Seeds those found seen (invisible) after sized 0.3 to 0.6 cm with the weight 0.018 to 0.038 g. For wet weight, in the first week upkeep, size reaches 0.4 g and only reaching changes in weight of 2.7 g in the eighth week. This study has provided information on the generative reproduction which occurred on September - October. In addition spore of E. cottonii is commonly found attached to dead coral branches. Thereby, to get the generative seeds of E. cottonii in field especially at Southeast Sulawesi waters, can be carried out in September-October. Seeds which were collected in nature proved to have sufficient good growth compared to vegetative seeds were maintained in the cultivation area.

Key words: seaweed, seeds, seedling season, spores, generative

Article Metrics: