Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Padi Ramah Lingkungan Terhadap Hasil Padi dan Emisi Gas Rumah Kaca di lahan Sawah Irigasi

*Yulis Hindarwati  -  , Indonesia
Received: 4 Sep 2019; Published: 29 Apr 2020.
Open Access
Citation Format:
Abstract

Budidaya padi merupakan salah satu sumber potensial penyumbang gas rumah kaca seperti gas methan (CH4), yang menyumbang sekitar 11% berupa emisi gas CH4di dalam atmosfer. Implementasi pengelolaan tanaman terpadu (PTT) padi sawah ramah lingkungan diharapkan mampu menekan emisi gas methan. Pengkajian telah dilaksanakan dengan tujuan untuk mendapatkan paket teknologi PTT padi Ramah Lingkungan yang  meningkatkan hasil padi dan menurunkan emisi gas methan pada lahan sawah irigasi. Pengkajian di lahan petani (“Onfarm research”) telah dilaksanakan pada daerah penghasil varietas Rojolele yaitu di Desa Gempol, Kab. Klaten dari bulan Maret sampai bulan September 2016 seluas 1,8 ha yang melibatkan sembilan petani binaan, setiap petani seluas 0,20 hektar. Rancangan Acak Kelompok digunakan dengan delapan ulangan. Dua jenis PTT Padi Ramah Lingkungan dan Pengelolaan Tanaman Terpadu Padi eksisting.Pertama, PTT Padi  Ramah Lingkungan (PTTRL)) teridiri atas dua sumber pupuk organik yaitu pupuk kandang (PTTPukan)  dan petroganik (PTTPetro) . Kedua, PTT eksisting yang dominan (PTTExist). Data yang dikumpulkan meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan, komponen hasil dan hasil padi. Pengamatan emisi (gas CH4 dan gas N2O) dengan menggunakan “sungkup”  pada umur 42, 63, 105 dan 112 Hari setelah tanam (Hst). Pengukuran emisi rumah kaca dilaksanakan di Kantor Balingtan Pati. Analisis data menggunakan Uji beda Duncan pada taraf 0,05. Hasil penelitan menunjukkan bahwa  (1) Penerapan (PTTPetro) memberikan hasil yang tertinggi (5,219 t GKP/ha) meningkatkan hasil sebesar 30 % di atas kontrol ((3.620 t GKP/ha), dan menurunkan emisi gas CH4 sebesar 13,6% di bawah kontrol (emisi:76,05kg CH4/ha/musim).

Keywords: PTT , Padi, Emisi gas metana (CH4), Sawah irigasi

Article Metrics:

  1. Ahyar, M., Aziz N.B., dan Widada. 2012. Perilaku Bertani Padi Sawah Yang Mitigatif Terhadap Perubahan Iklim di Kabupaten Bima. Prosiding Seminar Nasional Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan. Semarang, 11 Sept 2012
  2. Ariani, M., R. Kartikawati, dan P. Setyanto. 2011. Emisi Nitro Oksida (N2O) pada Sitem Pengelolaan Tanaman di Lahan Sawah Tadah Hujan. Jurnal Tanah dan Iklim No. 34/2011
  3. Badan Litbang Pertanian. 2007. Petunjuk Teknis Lapang: PTT padi sawah irigasi. Badan Litbang Pertanian. Jakarta. 40 p
  4. Badan Perencana Pembangunan Nasional, 2010.Indonesia Climate Change Sektoral Roadmap : Sektor Pertanian. Jakarta. 94 hal
  5. Departemen Pertanian, 2007. Agenda Nasional 2008-2015, Rencana Aksi Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca Sektor Pertanian. Jakarta. 23 hal
  6. Fauziah Harahap, 2012. Fisiologi Tumbuhan. Universitas Medan. Press. 148 Halaman
  7. Isminingsih, 2009.Studi Kecenderungan Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Dan Neraca Karbon pada Berbagai Sistem Pengelolaan Tanaman Padi.Skripsi. Departemen Teknik Pertanian. Fakultas Teknologi Pertanian. Institut Pertanian Bogor
  8. Kartikawati, R,. H.L. Susilowati, M. Ariani dan P. Setyanto, 2011. Teknologi Mitigasi Gas Rumah Kaca (GRK) dari Lahan Sawah. Agroinovasi Nomor 3423 : 2011. Badan Litbang Pertanian, Departemen Pertanian. Jakarta. Hal 7 -12
  9. Kementerian Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia, 2007.Rencana Aksi Nasional dalam Menghadapi Perubahan Iklim. Jakarta. 103 hal
  10. Kementerian Negara Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, 2017. Laporan Inventarisasi Gas Rumah Kaca (GRK) dan MRV. 75 Halaman
  11. Kushartanti, E., T. Suhendrata, S. Bahri, 2010. Laporan hasil Pendampingan PTT padi, Jagung, Kedelai dan Kacang Tanah di Jawa Tengah. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian. Jawa Tengah
  12. Marschner, H., 1986. Mineral Nutrition of Hogher Plants. Acc Press. Harcourt Jovanovich Publishers.London, San Diego, New York, Berkeley, Boston, Sydney, Tokyo, Toronto.673 Halaman
  13. Pusat PVTPP, 2011. BERITA RESMI PVT Pendaftaran Varietas Lokal. Padi Mentik WangiSusu.Online: http://ppvt.setjen.pertanian.go.id/ppvtpp/files/Padi%20Mentikwangi%20susu.pdf. Diakses tanggal 22 April 2013
  14. Pusat PVTPP, 2013. Online : http://ppvt.setjen.pertanian.go.id/ppvtpp/berita-498-optimalisasi-pemanfaatan--varietas-unggul-propinsi-jawa-tengah.html Diakses tgl 23 April 2013
  15. Pusat Penelitian Tanah, 1986. Petunjuk teknis analisis tanah dan kriteria status unsur hara tanah. Pusat Penelitian Tanah Bogor, 45 Halaman
  16. Sarlan, A. 2011. Peran Pendekatan Teknologi dan InputProduksi Terhadap Hasil Padi. Penelitian Pertanian.Bogor Volume 20: (6 – 12)
  17. Setyanto, P 2006. Varietas Padi Rendah Emisi Gas Rumah Kaca. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Vol. 28, No. 4. 2006
  18. Setyanto, P. dan R. Kartikawati, 2008.Sistem Pengelolaan Tanaman Padi Rendah Emisi Gas Methan.Jurnal Pene. Pertanian Tan. Pangan. 27 (3) : 162 - 171
  19. Setyanto, P. 2013. Mitigasi gas metan dari lahan sawah.Online http://balittanah.litbang.deptan.go.id/dokumentasi/buku/tanahsawah/tanahsawah10.pdf.Diakses tanggal 22 April 2013
  20. Sumarno, I.G. Ismail, dan S. Partohardjono. 2000. Konsep usahatani ramah lingkungan. Dalam : Makarim et al (eds). Simposium Penelitian Tanaman Pangan IV. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Bogor
  21. Tusan, I.P. 2009. Pengaruh Berbagai Sistem Pengelolaan Padi Sawah terhadap Dinamika Sifat Kimia Tanah Dan Gas Metana (CH4).Skripsi. Departemen Teknik Pertanian. Fakultas Teknologi Pertanian. Institut Pertanian Bogor
  22. Wihardjaka, A., P. Setyanto dan A.K Makarim, 1999. Pengaruh Penggunaan Bahan Organik terhadap Hasil Padi dan Emisi Gas Methan pada Lahan Sawah. Dalam: Partohardjono, S dkk. (Eds). Risalah Seminar Hasil Penelitian Emisi Gas Rumah Kaca dan Peningkatan produktivitas Padi di Lahan Sawah. Bogor, 24 April 1999. Puslitbangtan Bogor p : 44 – 53

Last update: 2021-02-28 07:44:10

No citation recorded.

Last update: 2021-02-28 07:44:10

No citation recorded.