Beban Pencemaran BOD dan Karakteristik Oksigen Terlarut di Sungai Brantas Kota Malang

*Novia Lusiana  -  Program Studi Teknik Lingkungan, Indonesia
Bambang Rahadi Widiatmono  -  , Indonesia
Hana Luthfiyana  -  , Indonesia
Received: 30 May 2020; Published: 31 Aug 2020.
DOI: https://doi.org/10.14710/jil.18.2.354-366 View
Untitled
Subject
Type Research Instrument
  Download (388KB)    Indexing metadata
Open Access
Citation Format:
Abstract

Sungai Brantas memiliki fungsi penting bagi provinsi Jawa Timur, 60% pengairan lahan produksi beras berasal dari aliran sungai ini. Observasi lapang menunjukkan bahwa terdapat banyak bangunan rumah mendekati area sungai bahkan sampai melewati batas, hal ini juga terjadi khususnya di area Kota Malang. Rekaman laporan indeks kualitas air di Jawa Timur Tahun 2015 tercatat berada di angka 52.51 dengan status sangat rendah dan terus menurun dengan angka 50.75 pada tahun 2016 dengan status yang waspada. Berdasarkan kondisi diatas sangat penting untuk memonitor kualitas air dan menentukan kapasitas sungai dalam menerima polusi secara berkelanjutan. Metode atau model yang dapat digunakan untuk memprediksi kualitas air secara simultan sepanjang sungai adalah Qual2E. Aplikasi ini menghitung kestabilan profil air permukaan dan mensimulasikan perubahaan pada kondisi aliran sepanjang aliran sungai. Tujuan dari studi ini adalah mensimulasikan kondisi kualitas air berdasarkan parameter BOD dan DO dan menentukan kapasitas beban polusi. Hasil simulasi dengan model Qual2E pada parameter BOD dan DO dengan hasil validasi didapatkan bahwa model dapat diterima karena x2 hitung < x2 tabel yaitu pada BOD sebesar 2.456 dan x2 hitung pada DO sebesar 1.439 dengan nilai R2 masing-masing parameter sebesar 0.7424 dan 0.6439, sehingga terdapat kedekatan korelasi antara hasil lapang dengan model yang dilakukan. Perhitungan beban pencemaran pada Sungai Brantas menunjukkan bahwa titik 6 yang terletak pada Kecamatan Blimbing dan titik 9 pada Kecamatan Kedungkandang menerima beban pencemaran yang melebihi daya tampung atau beban maksimum yang dikehendaki, Perlu perhatian khusus untuk pembuangan limbah yang ada di perairan pada titik tersebut agar dapat ditanggulangi dengan cepat dan tidak memperburuk kondisi yang ada. Penerapan peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 01 Tahun 2010 tentang tata laksana pengendalian pencemaran air perlu dimonitoring.

Note: This article has supplementary file(s).

Keywords: BOD, Daya tampung, DO, Polusi, Qual2E

Article Metrics:

  1. [KLHK] Kementrian Lingkungan Hidup. 2003. Pedoman Penetapan Daya Tampung Beban Pencemaran Air pada Sumber Air. Kementerian Lingkungan Hidup, Jakarta
  2. [KLHK] Kementrian Lingkungan Hidup. 2010. Tata Laksana Pengendalian Pencemaran Air. Kementerian Lingkungan Hidup, Jakarta
  3. [Pemetintah Republik Indonesia] Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82. 2001. Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Lembaran Negara RI Tahun 2001, No.153. Jakarta: Sekretariat Negara
  4. [Pemerintah gubernur Jawa Timur] Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 61. 2010. Pedoman Tentang Penetapan Kelas Air Pada Air Sungai
  5. [Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur] Dinas Lingkungan Hidup. 2016. Ringkasan Eksekutif Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Jawa Timur Tahun 2016
  6. Adrianto, Rizki. 2018. Pemantauan Jumlah Bakteri Coliform di Perairan Sungai Provinsi Lampung. Majalah Teknologi Agro Industri (Tegi). 10 (1): 1-6. Bandar Lampung: Balai Riset dan Standardisasi Industri Bandar Lampung
  7. Boyd, C.E., 1990. Water Quality in Ponds for Aquaculture.Birmingham Publishing Co. Birmingham, Alabama
  8. Damarany P, Melati F F, Widyo A. 2009. Kajian Kualitas Air Sungai Cipinang Bagian Hilir Ditinjau dari Parameter BOD dan DO Menggunakan Model Qual2E. Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 5 NO. 2. ISSN: 1829-6572 pp 62-74
  9. Fahmi .Y A, Hardini, Hevi. K dan Tri. S. 2018. Nnovative Governance Dalam Pengelolaan Sampah Berbasis Social Empowertment Pada Pemerintah. LOGOS Journal of Local Government Issues. Malang: Universitas Muhammadiyah Malang
  10. Fajarudin A H, M Solikin, Tri B P. 2017. Studi Penentuan Daya Tampung Beban Pencemaran Sungai Brantas Ruas Kota Malang dengan Menggunakan Paket Program Qual2Kw. Skripsi. Malang: Universitas Brawijaya
  11. Fardiaz, S. 1992. Polusi Air dan Udara. Penerbit Kanisius. Yogyakarta
  12. Ferdinand, A. 2006. Structural Equation Modeling Dalam Penelitian Manajemen (Aplikasi Model-Model Rumit Dalam Penelitian untuk Tesis Magister & Disertasi Doktor). Semarang: BP Universitas Diponegoro
  13. Handayani. ST, Suharto. B, Marsoedi. 2001. Penentuan status kualitas perairan sungai brantas hulu dengan biomonitoring makrozoobentos: tinjauan dari pencemaran bahan organik. Biosain. 1(1):30-38
  14. Kartika, Dita, Nurjazuli dan Budiyono. 2016. Kemampuan Serbuk Biji Asam Jawa dalam Menurunkan TSS, Trubiditas, dan Amoniak Pengolahan Limbah Cair PT. Utama Multiniaga Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 4 (4): 917-924. Semarang: Universitas Diponegoro
  15. Lihawa. F, dan Marike. M. 2017. Evaluasi Karakteristik Kualitas Air Danau Limboto. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan. 7 (3): 260-266. Gorontalo: Universitas Negeri Gorontalo
  16. Mahfud. M, Lihawa. F, Iyabu. H, Sakakibara. M. 2014. Kajian Pencemaran Merkuri terhadap Lingkungan di Kabupaten Gorontalo Utara. Skripsi. Gorontalo: Universitas Negeri Gorontalo
  17. Mahyudin. S, dan Tri. B P. 2015. Analisis Kualitas Air Dan Strategi Pengendalian Pencemaran Air Sungai Metro di Kota Kepanjen Kabupaten Malang. J-PAL. Vol. 6. No. 2. Malang: Universitas Brawijaya
  18. Parveen. N, dan SK. Singh. 2016. Application of Qual2E Model for River Water Quality Modelling. International Journal of Advance Research and Innovation. Volume 4, Issue 2: 429-432. Delhi Technological University, New Delhi, India
  19. Patty, Simon. I, Hairati. A, dan Malik. S. A. 2015. Zat Hara (Fosfat, Nitrat), Oksigen Terlarut dan pH Kaitannya dengan Kesuburan di Perairan Jikumerasa, Pulau Buru. Jurnal Pesisir dan Laut Tropis. 1 (1): 43-50. Ambon: LIPI
  20. Rahayu Y, Iwan J, Dyah M. 2018. Kajian Perhitungan Beban Pencemaran Air Sungai Di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cikapundung dari Sektor Domestik. Jurnal Rekayasa Hijau Vol 2. No.1 pp 61-71
  21. Salmin. 2005. Oksigen Terlarut (DO) Dan Kebutuhan Oksigen Biologi (BOD) Sebagai Salah Satu Indikator Untuk Menentukan Kualitas Perairan. Oseana. XXX (3): 21-26. Jakarta: LIPI
  22. Sulaiman, W. 2004. Analisis Regresi Menggunakan SPSS. Yogyakarta: Penerbit Andi
  23. Utama, JP. 2015. Daya Tampung Beban Pencemaran Sungai Dengan Judul Penentuan Daya Tampung Beban Pencemaran BOD Dan Fecal Coliform Sungai Plumbon Kota Semarang Dengan Software QUAL2E. Jurnal Teknik Lingkungan. Semarang: Universitas Diponegoro
  24. Wardhana, W.A. 2004. Dampak Pencemaran Lingkungan. Edisi Revisi. Andi Offset. Yogyakarta
  25. Winnarsih. E, dan La Ode. A. A. 2016. Distribusi Total Suspended Solid Permukaan di Perairan Teluk Kendari. Sapa Laut. 1 (2): 54-59. Kendari: Universitas Halu Oleo
  26. Wiwoho. 2005. Model Identifikasi Daya Tampung Beban Cemaran Sungai Dengan Qual2e (Study Kasus Sungai Babon). Thesis. Semarang: Universitas Diponegoro
  27. Yulianti, U. 2011. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsumen Dalam Pembelian Makanan Jajan Tradisional Di Kota Malang. Skripsi. Malang: Universitas Muhammadiyah Malang
  28. Zahroh. A, Etty. R, Syaiful. A. 2019. Analisis Kualitas Perairan Untuk Budidaya Kerang Hijau Di Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol. 9 No 1: 86-91

Last update: 2021-03-07 10:50:38

No citation recorded.

Last update: 2021-03-07 10:50:38

No citation recorded.