skip to main content

Analisis Vegetasi Hutan Mangrove di Kabupaten Buton Utara (Studi Kasus di Kecamatan Kulisusu Barat, Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Tenggara)

Universitas Gadjah Mada, Indonesia

Received: 27 Aug 2020; Published: 30 Nov 2020.
Editor(s): Sudarno Utomo

Citation Format:
Abstract

Kabupaten Buton Utara merupakan salah satu daerah yang potensial hutan mangrovenya dipengaruhi oleh kondisi ekologisnya. Lokasi penelitian ini di Desa Dampala Jaya dan Bumi Lapero, Kecamatan Kulisusu Barat, Kabupaten Buton Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : jenis vegetasi mangrove; struktur vegetasi penyusun hutan mangrove; Indeks Nilai Penting mangrove; Indeks keanekaragaman mangrove. Metode penelitian menggunakan kombinasi desain jalur dan metode garis berpetak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 5 (lima) jenis vegetasi mangrove, yaitu Bruguiera gymnorrhyza, Rhizophora stylosa, Xylocarpus granatum, Heriteria littoralis, Bruguiera parviflora. Indeks Nilai Penting di Desa Dampala Jaya yang tertinggi spesies Bruguiera gymnorrhyza di tingkat semai 100,05, tiang atau pancang 93,93 dan pohon 95,75; sedangkan terendah di tingkat semai Heriteria littoralis 12,71, tingkat tiang atau pancang dan tingkat pohon adalah spesies Bruguiera parviflora, masing-masing dengan nilai 17,71 dan 17,93. Indeks Nilai Penting tertinggi di Desa Bumi Lapero tingkat semai adalah Bruguiera gymnorrhyza  yaitu 82,28, tingkat pancang atau tiang Rhizophora stylosa yaitu 114,07, tingkat pohon Bruguiera gymnorrhyza 106,04, sedangkan yang terendah adalah spesies Bruguiera parviflora di tingkat semai 8, tingkat tiang atau pancang 12,66 dan tingkat pohon 22,78. Indeks keanekaragaman (H’) di Desa Dampala Jaya tertinggi di tingkat semai spesies Bruguiera parviflora 0,21, sedangkan tingkat tiang atau pancang dan pohon adalah spesies Bruguiera gymnorrhyza dan Rhizophora stylosa masing-masing 0,37, baik di tingkat pancang atau tiang dan pohon. Nilai Indeks Keanekaragaman di Desa Dampala yang tertinggi Rhizophora stylosa di tingkat semai 0,36, tingkat pancang atau tiang dan tingkat pohon spesies Bruguiera gymnorrhyza  dan Rhizophora stylosa yaitu 0,37. Indeks keanekaragaman di Desa Bumi Lapero tertinggi di tingkat semai spesies Rhizophora stylosa yaitu 0,36, di tingkat pancang atau tiang Bruguiera gymnorrhyza yaitu 0,37, di tingkat pohon Rhizophora stylosa yaitu 0,37. Nilai Indeks Keanekaragaman di Desa Dampala Jaya dan Desa Bumi Lapero rendah.

ABSTRACT

North Buton Regency is one of the areas where its mangrove forest potential impacted by its ecological conditions. The research was conducted at Dampala Jaya and Bumi Lapero village, Kulisusu Barat District, North Buton. The study aimed to determine the types of mangrove vegetation; the vegetation structure of the mangrove forest; Mangrove Importance Value Index; Mangrove diversity index. The research method used was a combination of path design and checkered line method. The results showed there were 5 types of mangrove vegetation, Bruguiera gymnorrhyza, Rhizophora stylosa, Xylocarpus granatum, Heriteria littoralis, Bruguiera parviflora. The Value Index in Dampala Jaya village showed Bruguiera gymnorrhyza has the highest index with 100,05 seedling level, 93.93 sapling level and 95.75 trees level; The lowest were Heriteria littoralis with 12,71 seedling level and Bruguiera parviflora with 17,71 saplings level and 17,93 trees level. The highest Importance Value Index in Bumi Lapero village were Bruguiera gymnorrhyza with 82,28 seedling level, Rhizophora stylosa with 114,07 sapling level, Bruguiera gymnorrhyza with 106,04 trees level; the lowest were Bruguiera parviflora with 8 seedling level, 12,66 sapling level and 22,78 trees level. The highest diversity index (H ') in Dampala Jaya village were Bruguiera parviflora with 0,21 seedling level, Bruguiera gymnorrhyza and Rhizophora stylosa both with 0,37 sapling level and trees level. The highest diversity index value in Dampala village were Rhizophora stylosa at the 0,36 seedling level, Bruguiera gymnorrhyza and Rhizophora stylosa both with 0,37 sapling level and trees level. The highest diversity index in Bumi Lapero village were Rhizophora stylosa with 0,36 seedling level, Bruguiera gymnorrhyza with 0,37 sapling level, Rhizophora stylosa with 0,37 trees level. The value of diversity index in Dampala Jaya and Bumi Lapero villages were low.

Fulltext View|Download
Keywords: Mangrove, Hutan mangrove, Analisis vegetasi, Indeks nilai penting, Indeks keanekaragaman

Article Metrics:

  1. Alongi, D. M. 2002. Present State and Future Of The World’s Mangrove Forests. Environmental Conservation Vol. 29. Pages 331–349
  2. Badan Pusat Statistik. 2014. Peta Potensi Desa BPS
  3. Badan Pusat Statistik. 2017. Kabupaten Buton Utara dalam Angka Tahun 2017
  4. Barbour, G.M., J.K. Busk and W.D. Pitts. 1987. Terrestrial Plant Ecology. New York. The Benyamin/ Cummings Publishing Company, Inc
  5. Gunarto. 2004. Konservasi Mangrove Sebagai Pendukung Sumber Hayati Perikanan Pantai., Jurnal Litbang Pertanian, Vol. 23 No. 1. Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau. Sulawesi Selatan
  6. Indriyanto. 2006. Ekologi Hutan. Bumi Aksara. Jakarta
  7. Kusmana, C. 1996. Nilai Ekologis Ekosistem Hutan Mangrove (Ecological Values of Mangrove Forest Ecosystem). Media Konservasi Vol. V No. I. Hal 17 – 24
  8. Kementrian Kehutanan. 2009. Peta Penutupan Lahan. Kementrian Kehutanan Indonesia
  9. Kawamuna, Arizal, Andri Suprayogi, Arwan Putra Wijaya. 2017. Analisis Kesehatan Hutan Mangrove Berdasarkan Metode Klasifikasi Ndvi Pada Citra Sentinel-2 (Studi Kasus : Teluk Pangpang Kabupaten Banyuwangi). Program Studi Teknik Geodesi Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
  10. Kusumahadi, Khoe Susanto., Ahmad Yusuf, Rizky Gautama Maulana. 2020. Analisis Keanekaragaman Jenis Vegetasi Mangrove Di Kawasan Hutan Lindung Angke-Kapuk Dan Taman Wisata Alam Angke-Kapuk Muara Angke, Jurnal Ilmu dan Budaya, Vol. 41 No. 69
  11. Muryani, C., Ahmad, Setya Nugraha, dan Trisni Utami. 2012. Model Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengelolaan Dan Pelestarian Hutan Mangrove Di Pantai Pasuruan Jawa Timur. Pusat Studi Lingkungan Hidup UGM
  12. Syamsuddin, N., Nyoto Santoso, Iis Diatin. 2019. Inventarisasi Ekosistem Mangrove di Pesisir Randutatah, Kecamatan Paiton, Jawa Timur (Mangrove Ecosystem Inventory in Randutatah Coastal, Paiton District, East Java), Journal of Natural Resources and Environmental Management Vol. 9 No. 4. Hal 893-903
  13. Onrizal. 2008. Teknik Survey dan Analisa Data Sumberdaya Mangrove, Departemen Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Pelatihan Pengelolaan Hutan Mangrove Berkelanjutan untuk Petugas/Penyuluh Kehutanan di Tanjung Pinang
  14. Pramudji. 2001. Ekosistem Hutan Mangrove Dan Peranannya Sebagai Habitat Berbagai Fauna Aquatik, Oseana, Vol. XXVI No. 4. Hal 13 – 23
  15. Poedjirahajoe, E., Djoko Marsono, Frita Kusuma Wardhani. 2017. Penggunaan Principal Component Analysis dalam Distribusi Spasial Vegetasi Mangrove di Pantai Utara Pemalang (Usage of Principal Component Analysis in the Spatial Distribution of Mangrove Vegetation in North Coast of Pemalang). Jurnal Ilmu Kehutanan Vol. 11. Pages 29-42
  16. Saparinto, C. 2007. Pendayagunaan Ekosistem Mangrove. Dahara Prize. Semarang
  17. Sofian, A., Nuddin Harahab, Marsoedi. 2012. Kondisi dan Manfaat Langsung Ekosistem Hutan Mangrove Desa Penunggul Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan, El-Hayah Vol. 2 No. 2
  18. Suryawan. 2007. Keanekaragaman Vegetasi Mangrove Pasca Tsunami Di Kawasan Pesisir Pantai Timur Nangroe Aceh Darussalam. Biodiversitas. ISSN: 1412-033X Vol. 8 No. 4. Hal 262-265
  19. Snedakeer, S.C dan J.G. Snedaker. 1984. The Mangrove Ecosystem. Research Method. New York. UNESCO
  20. Tahmid, M., Achmad Fahrudin, dan Yusli Wardiatno. 2015. Kualitas Habitat Kepiting Bakau (Scylla Serrata) Pada Ekosistem Mangrove Teluk Bintan, Kabupaten Bintan, Kepulauan RiauHabitat Quality Mud Crab (Scylla Serrata) In Mangrove Ecosystem Of Bintan Bay, Bintan Distric, Riau Islands, Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, Vol. 7 No. 2. Hal 535-551

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.