skip to main content

Struktur Komunitas Vegetasi Mangrove Di Pesisir Pantai Kepulauan Karimunjawa

Program Studi Magister Biologi, Departemen Biologi, Universitas Diponegoro, Indonesia

Received: 6 Dec 2021; Revised: 18 Dec 2021; Accepted: 23 Dec 2021; Available online: 28 Dec 2021; Published: 5 Jan 2022.
Editor(s): H. Hadiyanto

Citation Format:
Abstract

Mangrove merupakan tumbuhan yang berada di wilayah intertidal pesisir laut. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis struktur vegetasi mangrove (frekuensi, kerapatan, dominan) dan karakteristik habitatnya (kualitas lingkungan) di kawasan pesisir pantai kepulauan Karimunjawa. Penelitian dilakukan pada Desember 2019 di 3 stasiun dengan metode plot bertingkat, masing-masing stasiun dibuat 3 transek yang berukuran 10m x 10m (pohon), 5m x 5m (pancang), dan 2m x 2m (semai). Hasil penelitian ditemukan 7 jenis mangrove yaitu Rhizophora stylosa, Avicennia marina, Rhizophora apiculata, Ceriops tagal, Excoecaria agallocha, Lumnitzera racemosa, dan Ceriops decandra. Indeks nilai penting tumbuhan mangrove pada strata pohon, pancang, dan semai paling tinggi adalah Rhizopora stylosa (244,77%), (163,03%), dan (157,96%).  Nilai kerapatan Rhizopora stylosa tingkat pohon, tingkat pancang dan semai yaitu (2.500-10.100 ind/ha), (10.400-48.400 ind/ha), dan (97.500-280.000 ind/ha). Kondisi lingkungan di sekitar kawasan mangrove yaitu rata-rata suhu (28,75%), pasir (10,75%), lanau (51,46%/), lempung (37,79%), salinitas (26,60%), pH (7,26), DO (3,28 mg/L), N total tanah (0,24%), P total tanah (120,49 ppm), C Organik tanah (2,10%), N total air (0,28%), P total air (0,27 mg/L), C Organik air (1,56 mg/L).

ABSTRACT

Mangroves are a plant that are found in the intertidal area of marine coastal environments. The study aim to analyze structure of mangrove vegetation (frequency, density, and dominance) and the mangrove habitat (environmental condition) in Coastal Coast Karimunjawa Island. The research was conducted in December 2019 at the three stations using the stratified plot method, and one stations divided three observation transects sized 10m x 10m (trees), 5m x 5m (saplings), and 2m x 2m (seedlings). The result of the study found seven mangroves species were Rhizophora stylosa, Avicennia marina, Rhizophora apiculata, Ceriops tagal, Excoecaria agallocha, Lumnitzera racemosa, and Ceriops decandra. The highest value index of mangroves for trees, saplings and seedlings is the highest Rhizopora stylosa (244,77%), (163,03%), and (157,96%). Density value Rhizopora stylosa in tree level, saplings, and seedlings were (2.500-10.100 ind/ha), (10.400-48.400 ind/ha), dan (97.500-280.000 ind/ha). The environmental conditions around the mangrove area are average temperature (28,75%), sand (10,75%), silt (51,46%/), clay (37,79%), salinity (26,60%), pH (7,26), Dissolved Oxygen (3,28 mg/L), N total land (0,24%), P total land (120,49 ppm), C Organic land (2,10%), N total water (0,28%), P total water (0,27 mg/L), C Organic water (1,56 mg/L).

Fulltext View|Download
Keywords: Mangrove; Substrat; Kondisi Lingkungan Fisika; Kondisi Lingkungan Kimia; Karimunjawa.

Article Metrics:

  1. Amri, K., Muchlizar dan A. Ma’mun. 2018. Variasi Bulanan Salinitas, pH dan Oksigen Terlarut di Perairan Estuari Bengkalis. Majalah Ilmiah Globe. 20 (2): 57-66
  2. Hadiputra, M.A., Damayanti, A. 2013. Kajian potensi makrozoobentos sebagai bioindikator pencemaran logam berat tembaga (Cu) di kawasan ekosistem mangrove Wonorejo Pantai Timur Surabaya. Dalam: Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XVIII. 27 Juli 2013. Surabaya, Indonesia
  3. Hartati, & Harudu, L. 2016. Identifikasi Jenis-jenis Kerusakan Ekosistem Hutan Mangrove Akibat Aktivitas Manusia di Kelurahan Lowu-lowu Kecamatan Lea-lea Kota Baubau. Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi, 1(1), 30–45
  4. Idrus S, Kusman MR. 2021. Analisis kualitas lingkungan dan kesesuaian ekowisata mangrove di Pulau Dodola Kabupaten Pulau Morotai. JPSL, 11(1): 120-129
  5. Kamal, M., Hartono, Wicaksono, P., Adi, N. S., & Arjasakusuma, S. 2016. Assessment of Mangrove Forest Degradation Through Canopy Fractional Cover in Karimunjawa Island, Central Java, Indonesia. Journal of Geomatics and Planning, 3(2), 107–116
  6. Kamal, Muhammad, Phinn, S., & Johansen, K. 2015. Object-Based Approach for Multi-Scale Mangrove Composition Mapping Using Multi-Resolution Image Datasets. Remote Sens, 7(4), 4753–4783. https://doi.org/10.3390/rs70404753
  7. Kariada, N., & Irsadi, A. 2014. Peranan Mangrove Sebagai Biofilter Pencemaran Air Wilayah Tambak Bandeng Tapak, Semarang. Jurnal Manusia Dan Lingkungan, 21(2), 188–194
  8. Kitamura, S., Anwar, C., Chaniago, A., & Baba, S. 1997. Handbook of Mangroves in Indonesia, Bali & Lombok. JICA & ISME
  9. Latifah, N., Sigit F., Hadi E., dan Muhammad Z. 2018. Pemetaan Klasifikasi dan Analisa Perubahan Ekosistem Mangrove Menggunakan Citra Satelit Multi Temporal di Karimunjawa, Jepara, Indonesia. Jurnal Kelautan Tropis, 21(2), 97-102
  10. Marchand, C. 2017. Soil Carbon Stocks and Burial Rates Along a Mangrove Forest Chronosequence (French Guiana). Forest Ecology and Management, 384, 92–99
  11. Martuti, N. 2013. Keanekaragam Mangrove di Wilayah Tapak, Tugurejo, Semarang. Jurnal MIPA, 36(2), 123–130
  12. Nguyen, T. P., & Parnell, K. E. 2017. Gradual Expansion of Mangrove Areas As An Ecological Solution For Stabilizing A Severely Eroded Mangrove Dominated Muddy Coast. Ecological Engineering, 107, 239–243
  13. Noor T, Batool N, Maznar R, Ilyas N. 2015. Effects of siltation, temperature and salinity on mangrove plants. European Academic Research, 2(11): 14172-14179
  14. Odum, E. P. 1993. Dasar-dasar Ekologi, Terjemahan Tjahjono Samingan. Edisi Ketiga. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press
  15. Raharjo, P., Setiady, D., Zallesa, S., & Putri, E. 2015. Identifikasi Kerusakan Pesisir Akibat Konversi Hutan Bakau (Mangrove) Menjadi Lahan Tambak di Kawasan Pesisir Kabupaten Cirebon. Jurnal Geologi Kelautan, 13(1), 9–24
  16. Rambu, L.P., Ferawati, R., Frida A.L. 2019. Keragaman dan Distribusi Mangrove Berdasarkan Tipe Substrat di Pesisir Pantai Kampung Syoribo Distrik Numfor Timur Kabupaten Biak Numfor Provinsi Papua. Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik, 3(1), 31-44
  17. Schaduw, J. N. W. 2018. Distribusi Dan Karakteristik Kualitas Perairan Ekosistem Mangrove Pulau Kecil Taman Nasional Bunaken. Majalah Geografi Indonesia, 32(1), 40–49
  18. Sofuan, A. 2016. Upaya Mengatasi Kerentaan Kawasan Mangrove Oleh Masyarakat Desa Bondo Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara. Jurnal Disprotek, 7(1), 5–11
  19. Suharjo, M. 2017. Kerapatan Mangrove Dan Pengaruhnya Terhadap Kualitas Air Di Taman Wisata Alam Tanjung Keluang Kabupaten Kotawaringin Barat. Juristek, 6(1), 140-147
  20. Sulisyati, R., Prihatinningsih, P., & Mulyadi. 2019. Revisi Zonasi Taman Nasional Karimunjawa Sebagai Upaya Kompromi Pengelolaan Sumber Daya Alam. Seminar Nasional Geomatika, 3, 713–724
  21. Sari, K.W., Yunasfi & Suryanti, A. 2017. Dekomposisi serasah daun mangrove Rhizophora apiculata di Desa Bagan Asahan, Kecamatan Tanjungbalai, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara. Acta Aquatica, 4 (2): 88-94
  22. Suryanti, I., Hendarto, B., & Anggoro, D. 2015. Perubahan Luas Hutan Mangrove di Pulau Kemujan Taman Nasional Karimunjawa. Jurnal Pena, 20(1), 1–9
  23. Susilo. 2017. Analisis Vegetasi Mangrove (Rhizophora) di Pesisir Pantai Pulau Menjangan Besar Karimunjawa. Biomedika, 10(02), 58–68
  24. Ulqodry ZT, Bengen DG, Kaswadji F, Kaswadji RF. 2010. Karakteristik perairan mangrove tanjung api-api sumatera selatan berdasarkan sebaran parameter perairan perairan dengan menggunakan Analisis Komponen Utama (PCA). Maspari Journal, 16-12
  25. Wilhm, J. L., & Dorris, T. C. 1968. Biological Parameters for Water Quality Criteria. BioScience, 18(6), 477–481
  26. Wantasen, A.S. 2013. Kondisi Kualitas Perairan dan Substrat Dasar sebagai Faktor Pendukung Aktivitas Pertumbuhan Mangrove di Pantai Pesisir Desa Basaan I, Kabupaten Minahasa Tenggara. Jurnal Ilmiah Platax, 1(4): 204-209. ISSN: 2302-

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.