skip to main content

Kajian Etnobiologi Kelompok Etnik Dani: Bentuk Interaksi Masyarakat Dengan Taman Wisata Alam Gunung Meja, Manokwari, Papua Barat

1Dinas Pariwisata Provinsi Papua Barat , Indonesia

2Program Pasca Sarjana Ilmu Lingkungan Universitas Papua, Manokwari, Indonesia

3Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Papua, Manokwari, Indonesia

4 Fakultas Peternakan Universitas Papua, Manokwari, Indonesia

View all affiliations
Received: 1 Dec 2021; Revised: 29 Dec 2021; Accepted: 2 Jan 2022; Available online: 10 Jan 2022; Published: 5 Apr 2022.
Editor(s): H. Hadiyanto

Citation Format:
Abstract

Selain sebagai penyedia air bersih, potensi flora dan fauna Taman Wisata Alam Gunung Meja (TWA Gunung Meja), sangat menjanjikan. Karena letaknya yang mudah diakses serta lokasinya yang berada di dalam kota Manokwari, interaksi yang terjadi antara masyarakat dengan kawasan ini juga sangat tinggi dan berdampak terhadap potensi keanekaragaman hayatinya.  Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari bentuk interaksi antara kelompok etnik Dani dengan TWA Gunung Meja serta merekam informasi etnobiologi mereka dan melakukan penilaian deskriptif dampak pemanfaatan terhadap kondisi lingkungan TWA Gunung Meja. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan teknik observasi, wawancara dan studi kepustakaan dan semua hasil observasi dan wawancara yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Pendekatan kontekstual digunakan untuk menjelaskan situasi di lapangan untuk melengkapi deskripsi lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tujuh spesies tumbuhan dari enam famili dan enam spesies hewan dari enam famili dimanfaatkan oleh kelompok etnik Dani di kawasan TWA Gunung Meja. Tujuan pemanfaatannya bervariasi untuk kebutuhan sandang, pangan, energi dan pengobatan medis dan asesori budaya. Bagian tumbuhan yang dimanfaatkan berragam terdiri dari batang, ranting, dahan, daun, buah dan kulit, sedangkan daging, lemak, empedu, kulit, cakar dan taring adalah bagian tubuh hewan yang dimanfaatkan kelompok etnik Dani sesuai tujuan pemanfaatannya.

ABSTRACT

Apart from being a provider of clean water, the potential of flora and fauna of the Gunung Meja Nature Tourism Park (TWA Gunung Meja) is very promising. Due to its easily accessible and its location within the city of Manokwari, the interaction that occurs between the community and this area is also very high and creates impact on its biodiversity potential. This study aims to study the form of interaction between the Dani ethnic group and TWA Gunung Meja as well as record their ethnobiological information. We conduct a descriptive assessment of the impact of utilization on the environmental conditions of TWA Gunung Meja. This research is a descriptive study with observation, interview and literature study techniques and all observations and interviews obtained in this study were analyzed using descriptive statistics. A contextual approach is used to explain the situation in the field to complete the description of the research location. The results showed that there were seven plant species from six families and six animal species from six families used by the Dani ethnic group in the TWA Gunung Meja area. The purpose of its use varies for the needs of clothing, food, energy and medical treatment and cultural accessories. The various parts of the plant used consist of stems, twigs, branches, leaves, fruit and skin, while meat, fat, gall, skin, claws and fangs are animal body parts used by the Dani ethnic group according to their intended use

Fulltext View|Download
Keywords: Etnobiologi; Kelompok Etnik Dani; Gunung Meja; Manokwari

Article Metrics:

  1. Aibekob H, Bagyono dan Sadsoeitoeboen MJ. 2002. Pemanfaatan Tumbuhan sebagai Obat Tradisional pada Suku Biak di Desa Duai Kecamatan Numfor Timur Kabupaten Biak Numfor. Beccariana, 4 (2): 116−126
  2. Alvard MS, Robinson JG, Redford KH, Kaplan H. 1997. The sustainability of Subsistence Hunting in the Neotropics. Conserv Biol 11:977-982
  3. Alves RRN, Mendonça LET, Confessor MVA, Vieira WLS, Lopez LCS. 2009. Hunting strategies used in the semi-arid region of northeastern Brazil. J Ethnobiol Ethnomed 5: 1-50
  4. Alves RRN, Pereira Filho GA. 2007. Commercialization and use of snakes in North and Northeastern Brazil: implications for conservation and management. Biodivers Conserv 16: 969–985
  5. Arobaya AYS, Sadsoeitoeboen MJ, Pattiselanno F. 2014. Penggunaan kayu bakar sebagai sumber energi alternatif di Mamberamo Hulu, Papua. Jurnal Hutan Tropis 2(2): 88-93
  6. Arobaya AYS dan Pattiselanno F. 2007. Jenis tanaman berguna bagi suku Dani di Lembah Baliem Papua. Biota Vol 12(3): 193-196
  7. Arobaya AYS dan Pattiselanno F. 2010. Potensi mangrove dan manfaatnya bagi kelompok etnik di Papua. Biota Vol 15(3): 494-500
  8. Bennett EL. 2002. Is there a link between wild meat and food security? Conservation Biology 16(3), 590–592
  9. Bennett EL and Rao M. 2002. Wild meat consumption in Asian tropical forest countries: Is this a glimpse of the future for Africa? In S.A. Mainka & M. Trivedi (Eds.), Links between biodiversity conservation, livelihoods and food security: The sustainable use of wild species for meat. (pp. 39-44). Switzerland and Cambridge, UK: IUCN, Gland
  10. Bodmer RE and Puertas P. 2000. Community-based comanagement of wildlife in the Peruvian Amazon. In J.G. Robinson & E.L. Bennett (Eds.), Hunting for sustainability in tropical forests. (pp. 395–412) New York: Columbia University Press
  11. Corlett RT. 2007. The impact of hunting on the mammalian fauna of tropical Asian forests. Biotropica 39(3), 292–303
  12. Fa JE, Peres CA, Meeuwig J. 2002. Bushmeat exploitation in tropical forests: an intercontinental comparison. Conservation Biology 16, 232–237
  13. Fa JE and Brown D. 2009. Impacts of hunting on mammals in African tropical moist forests: a review and synthesis. Mammal Review 39(4), 231–264
  14. Hamzah P, Kesaulija EM, Rahawarin Y. 2003. Pemanfaatan Tumbuhan Tradisional oleh masyarakat Pulau Mansinam, Kabupaten Manokwari. Beccariana, 5(2): 52-60
  15. Hidayat S, Hikmat A, Zuhud EAM. 2010. Kajian Etnobotani Masyarakat Kampung Adat Dukuh, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Media Konservasi 15(3): 139-151
  16. Inskip C. and Zimmermann A. 2009. Human-felid conflict: a review of patterns and priorities worldwide. Oryx 43:18-34
  17. Kwapena N. 1984. Traditional conservation and utilization of wildlife in Papua New Guinea. The Environmentalist 4(7), 22–26
  18. Leppe D. dan Tokede MJ. 2006. Potensi Biofisik Taman Wisata Alam Gunung Meja. Balai Penelitian Kehutanan Manokwari. Manokwari
  19. Lyons JA and Natusch DJD. 2012. Over-stepping the quota? The trade in Sugar Gliders in West Papua, Indonesia. Traffic Bulletin Vol. 24(1): 5-6
  20. Mamoribo S, Arwam CYH dan Yusuf A. 2003. Pemanfaatan Vegetasi Mangrove oleh Masyarakat Kampung Rayori di Distrik Supiori Selatan Kabupaten Biak Numfor. Beccariana, 5 (1): 43−51
  21. Mardiyadi Z. 2020. Spesifikasi dan Teknik Operasional Drone. Makalah disampaikan dalam Webinar Penggunaan Drone di Bidang Kehutanan. BP2SDM LHK
  22. Novalia, Afriyansyah B. Juairiah L. 2018. Pemanfaatan tanaman obat oleh suku Jerieng di Kabupaten Bangka Barat. Ekotonia Vol. 3(2): 63-69
  23. Pattiselanno F. dan Mentansan G. 2010. Kearifan tradisional suku Maybrat dalam perburuan satwa sebagai penunjang pelestarian satwa. Makara Human Behavior Studies in Asia, 14(2), 75-82
  24. Pattiselanno F, Koibur JF, Manik H, Arobaya AYS. 2011. Diurnal Birds (Animalia: Aves) in the Area of Taman Wisata Alam Gunung Meja, Manokwari, West Papua. Biota 16(1): 153-156
  25. Pattiselanno F, Koibur JF, Yohanes CY. 2015. Traditional Ecological Knowledge (TEK) in Hunting: From Culture to Nature. KnE Social Sciences Vol. 2016, 5 pages
  26. Pattiselanno F. and Koibur JF. 2018. Returns from indigenous hunting in the lowland coastal forests of West Papua, Benefits threatened wildlife species. J Manajemen Hutan Tropika 24(1): 46-50
  27. Pattiselanno F, Apituley JRM, Arobaya AYS and Koibur JF. 2019. Using wildlife for local livelihood: Experiences from the Bird’s Head Peninsula, West Papua, Indonesia. Biodiversitas 20(7): 1839-1845
  28. Prins HHT, Grootenhuis JG, Dolan TT. (2000). Wildlife conservation by sustainable use. Kluwer Academic Pub
  29. Purwanto Y. 2003. Studi Etnoekologi masyarakat Dani-Baliem dan perubahan lingkungan di Lembah Baliem, Jayawijaya, Irian Jaya. Berita Biologi Vol 6(5): 661-678
  30. Robinson JG and Bennett EL. 2002. Will alleviating poverty solve the bushmeat crisis? Oryx 36(4), 332–333
  31. Royyani MF dan Efendy O. 2014. Kajian Etnobotani Masyarakat Dayak di Desa Tau Lumbis Kabupaten Nunukan, Propinsi Kalimantan Utara, Indonesia. Berita Biologi 14(2): 177-185
  32. Suebu J, Manusawai J, Ramandey Y. 2002. Potensi Tumbuhan Berkhasiat pada masyarakat suku Wie-Khaya Kecamatan Arso, Kabupaten Jayapura. Beccariana, 4 (2): 68-78
  33. Tim Fasilitasi Perencanaan Multipihak Pengelolaan Taman Wisata Alam Meja. Balai Penelitian Kehutanan Gunung Meja, 2003. Potret Taman Wisata Alam Gunung Meja (Laporan). Manokwari, BKSDA Papua II Sorong dan NRM II Program Manokwari
  34. Triantoro RGN dan Setio P. 2003 Keanekaragaman Jenis Ular Di Sekitar Kawasan Taman Wisata Alam Gunung Meja. Buletin Penelitian Kehutanan – Pusat Peneltian dan Pengembangan Kehutanan. Departemen Kehutanan

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.