skip to main content

Etnobotani Tumbuhan Bahan Pangan di Taman Wisata Alam Gunung Permisan, Kabupaten Bangka Selatan

1Program Studi Biologi, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi, Universitas Bangka Belitung, Indonesia

2Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Indonesia

Received: 25 Jun 2022; Revised: 9 Mar 2023; Accepted: 6 Apr 2023; Available online: 21 May 2023; Published: 21 May 2023.
Editor(s): Budi Warsito

Citation Format:
Abstract

Tumbuhan pangan banyak dimanfaatkan oleh masyarakat tidak terkecuali masyarakat disekitar Taman Wisata Alam Gunung Permisan. TWA Gunung Permisan memiliki lima bukit yaitu Bukit Nenek, Bukit Nangka, Bukit Meninjen Tua, Bukit Meninjen Muda dan Bukit Jering dengan luas ±3.149,69 ha. Tumbuhan pangan dikelompokkan menjadi sayur, buah, makanan pokok, makanan tambahan, minuman dan bumbu masak. Tujuan penelitian ini ialah mengidentifikasi serta menganalisis permanfaatan tumbuhan sebagai bahan pangan berdasarkan pemanfaatan yang digunakan oleh masyarakat di Taman Wisata Alam Gunung Permisan. Penelitian ini dilakukan di Taman Wisata Alam Gunung Permisan, Kabupaten Bangka Selatan. Penelitian ini dilakukan dengan wawancara dan observasi langsung bersama informan kunci dengan menggunakan metode snawball sampling. Adapun hasil penelitian yang telah dilakukan ditemukan 67 jenis dari 33 famili tumbuhan pangan yang dimanfaatkan oleh masyarakat disekitar TWA Permisan. Tumbuhan dengan nilai RFC paling tinggi ialah Durio zibethinus dengan nilai 0,072 dan nilai ICF yang paling tinggi pada kategori buah dengan nilai 0,72. Famili Myrtaceae ialah famili yang paling banyak dimanfaatkan yaitu 10 spesies. Upaya konservasi terhadap tumbuhan pangan yang ditemukan perlu dilakukan untuk menjaga ekosistem yang ada di TWA Permisan. 

Fulltext View|Download
Keywords: Etnobotani; Tumbuhan Pangan; Gunung Permisan

Article Metrics:

  1. [BKSDA Sumsel] Badan Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Selatan. 2018. Seminar Penataan Blok Pengelolaan TWA Gunung Permisan Kabupaten Bangka Selatan Kepulauan Bangka Belitung
  2. Chairullah, Zuhud, E. A. and Sambas, E. N. 2022 ‘Potential of forest plants as foodstuffs in KPHP Unit VIII Muntai Palas, South Bangka Regency’, Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management). 11(4). pp. 587–600. doi: 10.29244/jpsl.11.4.587-600
  3. Camelia A., Afriyansyah B. and Juairiah L. 2019. Studi Etnobotani Tanaman Pangan Suku Jerieng Di Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat’, EKOTONIA: Jurnal Penelitian Biologi, Botani, Zoologi dan Mikrobiologi, 4(1) : 12–17
  4. Cita, K. D., & Hasibuan, R. S. 2019. Pemanfaatan Tumbuhan Pangan Oleh Etnik Sunda, Di Kampung Nyangkewok, Kabupaten Sukabumi. Media Konservasi. 24(3) : 303–313
  5. Diba, F., Sholihin, M., & Nurhaida. 2021. Utilization Of Plants As Food Source From Sebaju Village Forest, Nanga Kebebu Village, Nanga Pinoh District, Melawi Regency. Jurnal Biologi Tropis. 21(1) : 52–64
  6. Haryanti, E. S., & Diba, F. 2015. Etnobotani Tumbuhan Berguna Oleh Masyarakat Sekitar Kawasan Kph Model Kapuas Hulu. 3 : 434–445
  7. Juliana, Linda, R., & Mukarlina. 2013. Pemanfaatan Tumbuhan Yang Berpot Ensi Sebagai Sumber Pangan Di Gunung Peramas Desa Pangkalan Buton Kecamatan Sukadana Kabupaten Kayong Utara. Jurnal Protobiont. 2(November 2012), 117–121;
  8. Leisha A. 2017. Inventarisasi Tumbuhan Obat Di Kecamatan Lubuklinggau Timur Ii Kota Lubuklinggau Provinsi Sumatera Selatan Sebagai Buku Referensi Di SMA. [Skripsi]. Lubuklinggau : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP PGRI
  9. Megawati, T.F., Kamarubayanan, L., Endayani S. 2015. Inventarisasi dan Pemetaan Pohon Buah (Edible Fruits) Asli Kalimantan di Kebun Raya Unmul Samarinda (Krus). Jurnal Agrifor. 15(2) : 1412-6885
  10. Nursal, Fauziah, Y., & Rizqi, M. F. 2016. Identifikasi Tumbuhan Penghasil Bahan Makanan Di Lingkungan Masyarakat Adat Kenegerian Rumbio Untuk Pengembangan Modul Pembelajaran Pada Konsep Klasifikasi Tumbuhan Kelas X Sma. Jurnal Biogenesis. 13(1) : 103–108
  11. Nurtjahya, E., Sari, E. 2013. Tumbuhan Obat Suku Lom. Pangkalpinang : UBB Press
  12. Prabaningrum, H., Nugroh, A. S., & Kaswinarni, F. 2018. Keanekaragaman Tumbuhan Yang Berpotensi Sebagai Bahan Pangan Di Cagar Alam Gebugan Semarang. Jurnal Biologi Dan Pembelajarannya. 5(2) : 26–31
  13. Pranaka, R. N., Yusro, F., & Budiastutik, I. 2020. The Utilization Of Medicinal Plants By Melayu Ethnic In Sambas Regency. Jurnal Tumbuhan Obat Indonesia. 13(1), 1–24
  14. Poerba, Suryasari, Y. 2016. Katalog Pisang : Koleksi Kebun Plasma Nutfah Pisang Pusat Penelitian Biologi LIPI. Jakarta : LIPI Press
  15. Rahayu S. 2013. Pemanfaatan Tumbuhan Pangan dan Obat Oleh Masyarakat Kampung Sinarwangi di Sekitar Hutan Gunung Salak Kabupaten Bogor. [Skripsi]. Bogor: Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor
  16. Riadi, R., Oramarahi, H. A., & Yusro, F. 2019. Pemanfaatan Tumbuhan Obat Oleh Suku Dayak Kanayatn Di Desa Mamek Kecamatan Menyuke Kabupaten Landak (Utilization Of Medicinal Plants By Dayak Kanayatn In Mamek Village, Menyuke Sub-District Landak District). Jurnal Hutan Lestari. 7 : 905–915
  17. Rike, N., Nita, S. T., & Sungkalang, C. 2018. Ethnobotany Of Plant Food In Dayak Tamambaloh Community, West Kalimantan , Indonesia. 1992 : 267–273
  18. Sari, D. P. 2019. Etnobotani Tumbuhan Obat Masyarakat Lokal Etnis Melayu Di Kabupaten Bangka Selatan. Strata 1
  19. Salsabila P. U. P. R. S., Uhud E. R. A. M. Z. and Siswoyo D. A. N. S. 2014. The Utilization of Food and Medicinal Plants by the People of Palutungan District ,Cisantana Village, Around Gunung Ciremai National Park. Jurnal Media Konservasi. 19(1) : 146–153
  20. Sholichah, L., & Alfidhdhoh, D. 2020. Etnobotani Tumbuhan Liar Sebagai Sumber Pangan Di Dusun Mendiro, Kecamatan Wonosalam , Jombang (Ethnobotany Of The Wild Plant As A Food Crop In Mendiro Village, Wonosalam District, Jombang). 25(1) : 111–117. Https://Doi.Org/10.18343/Jipi.25.1.111
  21. Silalahi, M., Nisyawati, & Anggraeni, R. 2018. Studi Etnobotani Tumbuhan Pangan Yang Tidak Dibudidayakan Oleh Masyarakat Lokal Sub-Etnis Batak Toba, Di Desa Peadungdung Sumatera Utara, Indonesia. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam Dan Lingkungan. 8(2) : 241–250. Https://Doi.Org/10.29244/Jpsl.8.2.241-250
  22. Sujarwo W. and Caneva G. 2016. Using quantitative indices to evaluate the cultural importance of food and nutraceutical plants: Comparative data from the Island of Bali (Indonesia). Journal of Cultural Heritage. 13 : 342–348
  23. Sumarlin, D., Dirhamsyah, M., & Ardian, H. 2015. Identifikasi Tumbuhan Sumber Pangan Di Hutan Tembawang Desa Aur Sampuk Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak. Jurnal Hutan Lestari. 4 : 32–39
  24. Sunarjono, H. 2006. Bertanam 30 Spesies Sayur. Jakarta : Penebar Swadaya
  25. Sunarjono, H. 2008. Berkebun 21 Jenis Tanaman Buah. Jakarta : Penebar Swadaya
  26. Zikri, M., Hikmat, A.,Ervizal, D., Zuhud, M.A. 2017. Retensi Pengetahuan Tumbuhan Pangan Suku Rejang di Kampung Rindu Hati dalam Ketahanan Pangan. Media Konservasi. 21(3) : 270-277

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2024-05-20 17:30:06

No citation recorded.