Chemistry Departmen UIN Syarif Hidayatulah Jakarta, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{JIL66679, author = {Dede Sukandar}, title = {Pemantauan Radioaktivitas Lingkungan dari Radionuklida 137Cs dan 60Co pada Buah Belimbing Dewa (Averrhoa carambola L.) di Kota Depok Menggunakan Spektrometer Gamma}, journal = {Jurnal Ilmu Lingkungan}, volume = {23}, number = {6}, year = {2026}, keywords = {Kata kunci: Radionuklida, 137Cs, 60Co, belimbing dewa, spectrometer gamma. Keywords: Radionuclide, 137Cs, 60Co, dewa starfruit, gamma spectrometer.}, abstract = { ABSTRAK Pemantauan radioaktivitas lingkungan melalui bahan pangan sangat penting dilakukan untuk meminimalisir terjadinya gangguan kesehatan, karena bahan pangan yang terkontaminasi radionuklida apabila dikonsumsi dan terdistribusi ke jaringan lunak manusia akan menyebabkan resiko kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi cemaran radionuklida 137 Cs dan 60 Co pada buah belimbing dewa di Kota Depok. Sampel belimbing dewa dikeringkan dan dimasukkan dalam beaker Marinelli. Konsentrasi radionuklida 137 Cs dan 60 Co diukur menggunakan spektrometer gamma. Sampel kemudian diabukan pada suhu 500 ℃, dimasukkan dalam wadah vial dan diukur kembali dengan spektrometer gamma untuk dibandingkan dengan analisis sebelumnya. Minimum Detectable Concentration (MDC) alat spektrometer gamma 0,0057 Bq/kg ( 137 Cs) dan 0,0157 Bq/kg ( 60 Co) untuk beaker Marinelli, 0,038 Bq/kg ( 137 Cs) dan 0,080 Bq/kg ( 60 Co) untuk wadah vial. Konsentrasi tertinggi yang dihasilkan dari radionuklida 137 Cs pada belimbing dewa dan abu belimbing dewa berada di Kecamatan Pancoran Mas 1,706 ± 0,043 Bq/kg dan 3,5 ± 0,097 Bq/kg, radionuklida 60 Co berada di Kecamatan Limo yaitu sebesar 1,245 ± 0,039 Bq/kg dan 4,489 ± 0,161 Bq/kg. Hasil ini masih dibawah ambang batas yang ditetapkan PERMENKES No 1031 Tahun 2011 yaitu 500 Bq/kg untuk 137 Cs dan Food and Agriculture Organization (FAO) dan World Health Organization (WHO) Tahun 2005 yaitu 1000 Bq/kg untuk radionuklida 60 Co. Kata kunci : Radionuklida, 137 Cs, 60 Co, belimbing dewa, spectrometer gamma. ABSTRA CT Monitoring environmental radioactivity through food is very important to minimize the occurrence of health problems, because food contaminated with radionuclides when consumed and distributed to human soft tissue will cause cancer risk. This study aims to determine the condition of radionuclide contamination of 137 Cs and 60 Co in Dewa star fruit in Depok City. The star fruit sample was dried and put in the Marinelli beaker. The concentration of 137 Cs and 60 Co radionuclide was measured using a gamma spectrometer. The sample was then ashed at 500 ℃, put in a vial and re-measured with a gamma spectrometer for comparison with the previous analysis. Minimum Detectable Concentration (MDC) gamma spectrometer 0.0057 Bq/kg ( 137 Cs) and 0.0157 Bq/kg ( 60 Co) for Marinelli beakers, 0.038 Bq/kg ( 137 Cs) and 0.080 Bq/kg ( 60 Co) for vials. The highest concentrations of radionuclide 137 Cs in the dewa starfruit and ash of dewa starfruit were in the District of Pancoran Mas 1.706 ± 0.043 Bq/kg and 3.5 ± 0.097 Bq/kg, radionuclide 60 Co was in the District of Limo which was 1.245 ± 0.039 Bq/kg and 4.489 ± 0.161 Bq/kg. This result is still below the threshold set by PERMENKES No. 1031 of 2011, which is 500 Bq/kg for radionuclide 137 Cs and the Food and Agriculture Organization (FAO) and World Health Organization (WHO) in 2005, which is 1000 Bq/kg for radionuclide 60 Co. Key w ord s : Radionuclide, 137 Cs, 60 Co, dewa starfruit, gamma spectrometer. }, doi = {10.14710/jil.23.6.%p}, url = {https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/66679} }
Refworks Citation Data :
ABSTRAK
Pemantauan radioaktivitas lingkungan melalui bahan pangan sangat penting dilakukan untuk meminimalisir terjadinya gangguan kesehatan, karena bahan pangan yang terkontaminasi radionuklida apabila dikonsumsi dan terdistribusi ke jaringan lunak manusia akan menyebabkan resiko kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi cemaran radionuklida 137Cs dan 60Co pada buah belimbing dewa di Kota Depok. Sampel belimbing dewa dikeringkan dan dimasukkan dalam beaker Marinelli. Konsentrasi radionuklida 137Cs dan 60Co diukur menggunakan spektrometer gamma. Sampel kemudian diabukan pada suhu 500 ℃, dimasukkan dalam wadah vial dan diukur kembali dengan spektrometer gamma untuk dibandingkan dengan analisis sebelumnya. Minimum Detectable Concentration (MDC) alat spektrometer gamma 0,0057 Bq/kg (137Cs) dan 0,0157 Bq/kg (60Co) untuk beaker Marinelli, 0,038 Bq/kg (137Cs) dan 0,080 Bq/kg (60Co) untuk wadah vial. Konsentrasi tertinggi yang dihasilkan dari radionuklida 137Cs pada belimbing dewa dan abu belimbing dewa berada di Kecamatan Pancoran Mas 1,706 ± 0,043 Bq/kg dan 3,5 ± 0,097 Bq/kg, radionuklida 60Co berada di Kecamatan Limo yaitu sebesar 1,245 ± 0,039 Bq/kg dan 4,489 ± 0,161 Bq/kg. Hasil ini masih dibawah ambang batas yang ditetapkan PERMENKES No 1031 Tahun 2011 yaitu 500 Bq/kg untuk 137Cs dan Food and Agriculture Organization (FAO) dan World Health Organization (WHO) Tahun 2005 yaitu 1000 Bq/kg untuk radionuklida 60Co.
Kata kunci: Radionuklida, 137Cs, 60Co, belimbing dewa, spectrometer gamma.
ABSTRACT
Monitoring environmental radioactivity through food is very important to minimize the occurrence of health problems, because food contaminated with radionuclides when consumed and distributed to human soft tissue will cause cancer risk. This study aims to determine the condition of radionuclide contamination of 137Cs and 60Co in Dewa star fruit in Depok City. The star fruit sample was dried and put in the Marinelli beaker. The concentration of 137Cs and 60Co radionuclide was measured using a gamma spectrometer. The sample was then ashed at 500 ℃, put in a vial and re-measured with a gamma spectrometer for comparison with the previous analysis. Minimum Detectable Concentration (MDC) gamma spectrometer 0.0057 Bq/kg (137Cs) and 0.0157 Bq/kg (60Co) for Marinelli beakers, 0.038 Bq/kg (137Cs) and 0.080 Bq/kg (60Co) for vials. The highest concentrations of radionuclide 137Cs in the dewa starfruit and ash of dewa starfruit were in the District of Pancoran Mas 1.706 ± 0.043 Bq/kg and 3.5 ± 0.097 Bq/kg, radionuclide 60Co was in the District of Limo which was 1.245 ± 0.039 Bq/kg and 4.489 ± 0.161 Bq/kg. This result is still below the threshold set by PERMENKES No. 1031 of 2011, which is 500 Bq/kg for radionuclide 137Cs and the Food and Agriculture Organization (FAO) and World Health Organization (WHO) in 2005, which is 1000 Bq/kg for radionuclide 60Co.
Keywords: Radionuclide, 137Cs, 60Co, dewa starfruit, gamma spectrometer.
Article Metrics:
Last update:
Last update: 2026-03-13 16:01:35
View My Stats
JURNAL ILMU LINGKUNGAN ISSN:1829-8907 by Graduate Program of Environmental Studies, School of Postgraduate Studies is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. Based on a work at www.undip.ac.id.