skip to main content

Analisis Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau sebagai Penyerap Emisi CO2 di Pabrik Kelapa Sawit

Program Studi Teknik Lingkungan, Universitas Tanjungpura, Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak, 78124, Indonesia

Received: 27 Apr 2025; Revised: 30 May 2026; Accepted: 4 Jun 2026; Available online: 16 Jul 2026; Published: 18 Jul 2026.
Editor(s): Budi Warsito

Citation Format:
Abstract
Emisi karbon dioksida (CO₂) yang dihasilkan dari aktivitas industri berkontribusi signifikan terhadap peningkatan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer dan mempercepat laju perubahan iklim global. Industri pengolahan kelapa sawit, yang umumnya masih bergantung pada bahan bakar fosil, merupakan salah satu sektor utama penyumbang emisi CO₂ yang berdampak pada pemanasan global. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah mitigasi yang tepat guna mengurangi dampak lingkungan yang ditimbulkan. Salah satu strategi mitigasi yang efektif dan berkelanjutan adalah pengoptimalan Ruang Terbuka Hijau (RTH), yang berfungsi sebagai penyerap karbon alami melalui proses fotosintesis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beban emisi CO₂ yang dihasilkan dari aktivitas industri di PT. X, menentukan luas RTH yang tersedia di lokasi penelitian, serta mengevaluasi kemampuan vegetasi dalam RTH tersebut untuk menyerap emisi CO₂. Metode yang digunakan meliputi perhitungan emisi CO₂ berdasarkan pedoman IPCC 2006 dengan pendekatan Tier 1. Analisis spasial dilakukan untuk menentukan luas RTH, sementara survei lapangan digunakan untuk mengidentifikasi jumlah dan jenis vegetasi yang ada. Evaluasi daya serap vegetasi didasarkan pada literatur ilmiah mengenai potensi serapan karbon dari berbagai jenis penutup lahan hijau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total emisi CO₂ dari pembakaran bahan bakar solar mencapai 553,36 ton/tahun, sementara daya serap vegetasi mencapai 557,79 ton/tahun. Dengan demikian, terdapat surplus daya serap sebesar 4,43 ton/tahun. RTH yang tersedia seluas 6,93 Ha dari total lahan, telah melampaui standar minimum 10% sesuai regulasi. Kesimpulannya, PT. X menunjukkan kemampuan serapan karbon terbatas pada emisi dari penggunaan bahan bakar solar yang dianalisis dalam penelitian ini.

Note: This article has supplementary file(s).

Fulltext View|Download |  ithenticate check
ANALISIS KEBUTUHAN RUANG TERBUKA HIJAU SEBAGAI PENYERAP EMISI CO2 DI PABRIK KELAPA SAWIT
Subject
Type ithenticate check
  Download (2MB)    Indexing metadata
Email colleagues
Keywords: Emisi CO₂; Ruang Terbuka Hijau; Vegetasi
Funding: -

Article Metrics:

  1. Durrotunnisa, I. M., Amani, I. H., & Febriana, T. F. (2023). Strategi Reduksi Emisi Udara Gas Rumah Kaca (CO2, CH4, Dan N2O) dari Sektor Transportasi, Persampahan, Dan Domestik di Kota Pekalongan. (Disertasi, Universitas Diponegoro)
  2. Ghiffary, Muhammad, N. El, Susanto, T. D., & Prabowo, A. H. (2018). “Analisis Komponen Desain Layout, Warna, Dan Kontrol Pada Antarmuka Pengguna Aplikasi Mobile Berdasarkan Kemudahan Penggunaan (Studi Kasus: Aplikasi Olride). Jurnal Teknik ITS, 7 (1). https://doi.org/10.12962/j23373539.v7i1.28723
  3. IPCC. (2006). IPCC Guidelines For National Greenhouse Gas Inventories. IPCC WGI Technical Support Unit, Hardley Center, Meteorology Office, London Road, Braknell, RG 122 NY, United Kingdom
  4. IPCC. (2007). Climate Change 2007: Synthesis Report. Contribution Of Working Groups I, II, And III To The Fourth Assessment Report Of The Intergovernmental Panel On Climate Change. IPCC
  5. Irfani, M. I. (2023). Manajemen Proyek Implementasi ERP pada PT. Pupuk Kaltim di Bontang, Kalimantan Timur. (Disertasi, Universitas Islam Indonesia)
  6. Kartika, E, S., D. N. A., & M., C. (2018). Daya Serap Vegetasi Alun-Alun Kota Batu Terhadap CO2 Aktifitas Transportasi. Perencanaan Wilayah Kota Dan Desa Terintegrasi Yang Berkelanjutan. 244-254
  7. Kurniawan, A., Ashari, R., Salatalohy, A., & Marasabessy, M. H. (2023). Pemilihan jenis pohon untuk pengembangan arboretum Kampus IV Universitas Khairun. Jurnal Pertanian Khairun, 2(2)
  8. Leu, B. (2021). Dampak Pemanasan Global dan Upaya Pengendaliannya melalui Pendidikan Lingkungan Hidup dan Pendidikan Islam. AT-TADBIR: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 1(2), 1–15
  9. Maharani, A. F., Afriandi, I., & Nurhayati, T. (2017). Pengetahuan dan Sikap Tenaga Kesehatan Terhadap Pengelolaan Limbah Medis Padat pada Salah Satu Rumah Sakit di Kota Bandung. Jurnal Sistem Kesehatan, 3(2), 84–89. https://doi.org/10.24198/jsk.v3i2.15008
  10. Malioy, V. I., Boreel, A., & Loppies, R. (2022). ANALISIS KEBUTUHAN RUANG TERBUKA HIJAU DALAM MENYERAP EMISI KARBON DIOKSIDA DI KOTA AMBON. JURNAL HUTAN PULAU-PULAU KECIL, 6(1), 109-118
  11. Maulana, A. (2023). Analisis Pengaruh Globalisasi dan Perubahan Iklim Terhadap Perekonomian Indonesia yang Berkelanjutan. Publiciana, 16(1), 25-32
  12. Pedoman Penghitungan Dan Pelaporan Inventarisasi Gas Rumah Kaca Sektor Energi. Jakarta: Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, Dan Konservasi Energi, Kementerian ESDM
  13. Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 40 Tahun 2016 Tentang Pedoman Teknis Kawasan Industri. Jakarta: Kementerian Perindustrian
  14. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 61 Tahun 2011 Tentang Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca. Lembaran Negara Republik Indonesia, 132
  15. Permen PU 5/2008 Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Nomor 5 Tahun 2008 Tentang Pedoman Penyediaan Dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau Di Kawasan Perkotaan
  16. Puji, N., Sasmita, A., & Andesgur, I. (2017). Studi carbon footprint dari kegiatan industri pabrik kelapa sawit. (Doctoral dissertation, Riau University)
  17. Rawung, F. C. (2015). Efektivitas Ruang Terbuka Hijau

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2026-07-18 02:55:26

No citation recorded.