Pengaruh Dexmedetomidine Intravena Terhadap Kadar Superoxide Dismutase 1 (SOD-1) Ginjal Kelinci Padarenal Ischemic Reperfusion Injury Model

*Maulitia Neny Yusuprihastuti  -  PPDS 1 Bagian Anestesi dan Terapi Intensif, Fakultas kedokteran, Universitas Diponegoro/ RSUP DR. Kariadi, Indonesia
Hari Hendriarto Satoto  -  Staf Pengajar Bagian Anestesi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro/ RSUP Dr. Kariadi, Indonesia
Mohamad Sofyan Harahap  -  Staf Pengajar Bagian Anestesi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro/ RSUP Dr. Kariadi, Indonesia
Published: 1 Nov 2016.
Open Access
Citation Format:
Abstract

Latar belakang : Perubahan hemodinamik selama operasi dapat menyebabkan hipoperfusi organ yang berakibat pada kegagalan organ ginjal. Ischemic Reperfusion Injury (IRI) adalah penyebab utama dari kegagalan ginjal akut, dan dapat berakibat pada peningkatan morbiditas dan angka kematian. Dexmedetomidine adalah agonis α2 -adrenergik yang selektif,  menunjukkan sifat sparing anestesi, analgesia dan sifat simpatolitik, termasuk digunakan sebagai agen pelindung untuk Ischemic Reperfusion Injury (IRI) pada banyak sistem organ. Superoxide Dismutase 1 (SOD-1) memainkan peran penting dalam menyeimbangkan status oksidasi dan antioksidan, memberikan pertahananpenting terhadap toksisitas superoksida radikal, sehingga dapat melindungi sel dari kerusakan.

Tujuan : Mengetahui efek dexmedetomidine intravena terhadap kadar SOD-1 ginjal kelinci dengan renal ischemic reperfusion injury model.

Metode : Penelitian eksperimental Randomize Post Test Only Control Group Design menggunakan 16 kelinci New Zealand. 8 kelinci diberikan perlakuan dengan pemberian dexmedetomidine 0,5 mcg/kgbb/jam dan dilakukan oklusi pada arteri renalis. 8 kelinci yang tidak mengalami perlakuan juga dilakukan oklusi arteri renalis dan dilakukan pemeriksaan SOD-1 sebagai kontrol. Uji normalitas dengan Saphiro Wilk dilanjutkan uji parametrik menggunakan Mann Whitney.

Hasil :Kadar rerata SOD-1 pada kelompok kontrol 0,8 dan nilai P 0,389 (normal) dan kadar rerata SOD-1 pada kelompok perlakuan 1,21 dan nilai P 0,014 (tidak normal). Uji beda digunakan uji parametrik Mann Whitney-test didapatkan nilai p = 0,016. Karena nilai p < 0,05 maka dapat disimpulkan terdapat perbedaan bermakna.

Kesimpulan: Dexmedetomidine secara signifikan meningkatkan nilai SOD-1 pada kelinci New Zealand yang diberikan perlakuan oklusi pada arteri renalis.

Keywords: Dexmedetomidine; Kadar Superoxide Dismutase 1 (SOD-1)

Article Metrics:

  1. Leemans JC. Renal-associated TLR2 mediates ischemia/ reperfusion injury in the kidney. Nedherland: Nedherland Association: 2016. 1-10
  2. Sun P. Human endometrial regenerative cells attenuate renal ischemia reperfusion injury in mice. Journal of Translational Medicine[internet]. 2016 [cited 2016 May 3]:3(9):1-17. Available from : http://dx.doi.org/10.1590/S0102-86502011000300008
  3. Collard E. Vascular Ischemia and Reperfusion Injury. British medical bulletin. 2014 Oct :70(2):71-76
  4. Charles S. Pathophysiology, Clinical Manifestation, and Prevention of Ischemia-reperfusion Injury. American Society of Anesthesiologist. 2001 June: 94(3):1133-38
  5. Wicheat J, Judson W. Current Approaches to Prevention and Management of Reperfusion Injury. London. 2012 Oct :10(3): 215-31
  6. Terzi H. Beneficial Effect of Dexmedetomidine on Testicular Ischemia-Reperfusion Injury in Rats. University of Medicine in Wroclaw. 2008 May: 513-18
  7. Budi A. Hubungan antara Reactive Oxygen Species (ROS), Superoxide Dismutase (SOD) dengan Protein ASinuklein Larut Air pada Batang Otak Tikus yang Diinduksi Rotenon. UNISBA. 2016:1
  8. Hausenloy D. Time to Take Myocardial Reperfusion Injury Seriously. New England Journal of Medicine Editorial. 2008: 518-20
  9. Romao S. Therapeutic Value of Oral Supplement at ion wi th Melon Superoxide Dismutase and Wheat Gliadin Combination. Nutrition. 2015:430-6
  10. Sofyan M. Peran Deksmedetomidine Sebagai Protektor Otak yang Dinilai dengan Kadar IL-6 dan COX-2 pada Tikus Model Cedera Otak Traumatik. Jurnal Anestesiologi Indonesia. Volume VII, Nomor 3. 2015
  11. Sulaksono ME. Peranan, Pengelolaan dan Pengembangan Hewan Percobaan. Biomedis. Jakarta. 1992

Last update: 2021-02-28 21:54:49

No citation recorded.

Last update: 2021-02-28 21:54:50

No citation recorded.