Manajemen Anestesia pada Kehamilan dengan Sindrom Eisenmenger

*Syafri Kamsul Arif -  Departemen Anestesiologi, Manajemen Nyeri dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Unversitas Hasanudin Makassar, Indonesia
Abdul Wahab -  Departemen Anestesiologi, Manajemen Nyeri dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Unversitas Hasanudin Makassar, Indonesia
Raditya Mirza Tofani -  Departemen Anestesiologi, Manajemen Nyeri dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Unversitas Hasanudin Makassar, Indonesia
Published: 1 Mar 2017.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Laporan Kasus
Language: ID
Full Text:
Statistics: 465 2397
Abstract

Penyakit jantung yang dialami pada wanita hamil khususnya congenital heart disease merupakan penyakit jantung bawahan pada kehamilan yang dapat berupa kelainan pada dinding jantung yang mengakibatkan terjadinya gangguan aliran jantung. Sindrom eisenmenger sebagai hipertensi pulmonal akibat resistensi vaskuler paru yang tinggi dengan shunt yang bidirectional pada level aortopulmonal, ventrikel, atau atrial. Perubahan pada sistem kardiovaskuler selama kehamilan adalah peningkatan volume intravaskuler dan perubahan hemotologi, peningkatan cardiac output, penurunan resistensi vaskuler, dan adanya hipotensi supine akibat aortocaval sindrome. Sindrom Eisenmenger merupakan kondisi patofisiologik kompleks yang meliputi:sianosis klinis, shunting pada ruang jantung (ASD,VSD atau anomali aorticopulmona) dan hipertensi pulmonal akibat elevasi irreversibel dari PVR. Peningkatan progresif dalam volume plasma menambah beban ventrikel kanan sehingga mempresipitasi terjadinya gagal jantung kanan, Asidosis dan hiperkarbia dapat meningkatkan PVR. Peningkatan cardiac output dan aliran darah pulmonal akibat kehamilan menyebabkan hipertensi pulmonal memberat. Kebutuhan oksigen pada kehamilan meningkat, hal ini dapat mengancam terjadinya hipoksemia yang berefek pada maternal dan fetal. Manajemen anestesi sindrom Eisenmenger seringkali menemui kesulitan.Yang penting adalah menjaga keseimbangan antara tekanan SVR dan PVR dan menghindari perubahan hemodinamik yang dapat memperburuk hipoksemia melalui peningkatan shunt kananke-kiri. anestesia umum dapat mengeksaserbasi shunt kanan ke kiri dan memperburuk sianosis melalui beberapa mekanisme. anestesia regional dan direkomendasikan penggunaannya pada sindrom Eisenmenger. Perubahan hemodinamik dan respirasi biasanya minimal dengan anestesia epidural yang dimanajemen dengan baik. Tujuan monitoring perioperatif, intraoperatif dan postoperatif adalah untuk mendeteksi secara dini perubahan mendadak pada hemodinamik sehingga dapat diberikan penanganan segera untuk mencegah komplikasi pada Sindrom Eisenmenger

Keywords
perubahan fisiologi kehamilan; sindrome eisenmenger; manajemen anestesi

Article Metrics:

  1. Bisri T, Sri Wahjoeningsi, Bambang SS. Anestesi obstetri. Komisi pendidikan Sp.AnKAO. Saga olachitra; 2013.Hlm.119-27
  2. Hartanuh S. Penyakit jantung pada kehamilan. Dalam: FKUI, Arjatmo T, penyuting. Buku ajar kardiologi. Jakarta: Balai penerbitan FKUI.2004.Hlm 289-97
  3. Mushlin P.S. and K.M. Davidson. Car-diovascular Disease in Pregnancy. In Anesthetic and Obstetric Management of High-Risk Pregnancy Third Edition. Sanjay Datta. New York: Springer-Verlag.2004.Hlm 186
  4. Baum, V.C, S.A. Stayer, D.B. Andropoulos, and I.A. Russell. Approach to the Teenaged and Adult Patient. In Anesthesia for Congenital Heart Disease. D.B. Andropoulos, S.A. Stayer, I.A. Russell. Massachusetts: Blackwell Publishing. 2005.Hlm 216-7
  5. Bent, S.T. Anesthesia for Left-to-Right Shunt Lesions. In Anesthesia for Congenital Heart Disease.D.B. Andropoulos, S.A. Stayer, I.A. Russell. Massachusetts: Blackwell Publishing. 2005. Hlm 297-8
  6. Carvalho, B. and E. Jackson. Structural Heart Disease in Pregnant Women. In Obstetric Anesthesia and Uncommon Disorders 2nd edition. D.R. Gambling, M.J. Douglas, R.S.F. McKay. New York: Cambridge University Press. 2008.Hlm 2,6,7,12,21-2
  7. Flood, P. and M.D. Rollins. Anesthesia for Obstetrics. Dalam Miller’s Anesthesia. Eighth edition. R.D. Miller. Philadelphia: Elsevier.2015. Hlm 2329-31
  8. Frölich, M.A. Maternal & Fetal Physiology & Anesthesia. New York: McGraw-Hill. 2013. Hlm.826
  9. Morgan GE, . MikhailMS, MurrayMJ. Obstetrics aneshesia. In:Lange, ed. Clinical anesthesiology 4th . Mac-graw hills companies; 2013.Hlm 847-55
  10. Harnett M, Tsen LC. Cardiovascular diseases. In Chesnut DH, Polley LS, Tsen LC,Wong CA, eds. Obstetric anesthesia principle and practice. Philadelphia:Mosby;2009.Hlm 881-912
  11. Saxena, A, T. Chand, S.K. Arya, A. Mittal, and Parimal. 2012. Total Intravenous Anasthesia in A Patient with Eisenmenger Syndrome: Case Report. J.Anesth Clinic Res 2012,3:10
  12. Borges, V.T.M, C.G.Magalhaes, A.M.V.C. Martins, and B.B Matsubara. Eisenmenger Syndrome in Pregnancy. Arq Bras Cardiol. 2007.;90(5):39-40
  13. Harnett,M, P.S.Mushlin,and W.R.Camann. Cardiovascular Disease. In Chestnut: Obstetric Anesthesia: Principles and Practice,3rd . ed. D.H.Chestnut. Philadelphia: Mosby.2004. Hlm 709
  14. Cole, P.J, M.H. Cross, and M. Dresner. Incremental spinal anesthesia for elective Caesarean section in a patient with Eisenmenger’s syndrome. Br J Anaesth 2001;86:723-6
  15. Fang, G., Y. K. Tian, and W.Mei. Anaesthesia Management of Caesarean Section in Two Patients with Eisenmenger’s Syndrome. Hindawi Publishing Corporation Anesthesiology Research and Practice 2011, Article ID 972671, 4 pages