skip to main content

Analisis Faktor Risiko terhadap Lama Perawatan Pasien Sepsis yang Meninggal di Ruang Perawatan Intensif RSUD Dr. Soetomo Surabaya

*Fajra Arif Hatman  -  Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga, Surabaya,, Indonesia
Bambang Pujo Semedi  -  Departemen Anestesiologi dan Reanimasi, Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga/ RSUD Dr. Soetomo Surabaya, Indonesia
Budiono Budiono  -  Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat-Kedokteran Pencegahan, Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Latar Belakang: Sepsis disebabkan oleh ketidakseimbangan respons tubuh terhadap infeksi dan dapat mengakibatkan komplikasi yang berbahaya. Komplikasi yang ditimbulkan bervariasi, salah satu yang paling sering adalah disfungsi organ yang dapat dinilai melalui skor sequential organ failure assessment (SOFA). Sepsis masih menjadi masalah kesehatan karena sulitnya pengobatan dan lama perawatan yang lama sehingga menyebabkan mortalitas yang tinggi. Sepsis memiliki berbagai penyebab di antaranya pneumonia yang diketahui menjadi salah satu penyebab infeksi terbanyak pada sepsis. Selain itu, mikroorganisme juga menjadi salah satu penyebab infeksi terbanyak di ruang perawatan intensif. Pemeriksaan laboratorium memiliki hasil yang buruk pada banyak pasien sepsis seperti anemia dan leukositosis.

Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor risiko meliputi riwayat penyakit, riwayat konsumsi obat, diagnosis masuk, dan jumlah alat medis invasif terhadap lama perawatan dan mengetahui karakteristik pasien sepsis yang meninggal.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan data rekam medis 42 pasien sepsis yang meninggal di ruang perawatan intensif RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Data dideskripsikan dan dianalisis menggunakan software SPSS 26.

Hasil: Terdapat 18 (42,86%) laki-laki dan 24 (57,14%) perempuan dengan rata-rata usia 55,98 + 15,411. Didapatkan median skor SOFA 7,5 (3–15) dengan sistem respirasi menjadi tempat infeksi terbanyak (50%). Pemeriksaan laboratorium menunjukkan banyak pasien sepsis mengalami anemia (66,67%) dan leukositosis (59,52%). Acinetobacter baumannii (26,08%) sebagai mikroorganisme yang paling banyak ditemukan. Hasil penelitian ditemukan hanya diagnosis masuk yang memiliki hubungan dengan lama perawatan (P = 0,05). Di sisi lain tidak ditemukan faktor risiko yang berpengaruh terhadap lama perawatan >5 hari (P > 0,05).

Kesimpulan: Diagnosis masuk memperpanjang lama perawatan.  Tidak ada faktor risiko yang berpengaruh terhadap durasi perawatan >5 hari. Karakteristik pasien secara umum memiliki kondisi medis yang buruk.

 

Note: This article has supplementary file(s).

Fulltext View|Download |  Copyright transfer agreement
Copyright Transfer Agreement
Subject
Type Copyright transfer agreement
  Download (1015KB)    Indexing metadata
 sertifikat laik etik
Sertifikat laik etik
Subject
Type sertifikat laik etik
  Download (336KB)    Indexing metadata
 Research Results
Lampiran tabel
Subject
Type Research Results
  Download (23KB)    Indexing metadata
Keywords: faktor risiko; lama perawatan; meninggal; ruang perawatan intensif; sepsis

Article Metrics:

  1. Fleischmann C, Scherag A, Adhikari NKJ, Hartog CS, Tsaganos T, Schlattmann P, et al. Assessment of global incidence and mortality of hospital-treated sepsis. Current estimates and limitations. Am J Respir Crit Care Med. 2016 Feb;193(3):259–272
  2. Machado FR, Cavalcanti AB, Bozza FA, Ferreira EM, Angotti Carrara FS, Sousa JL, et al. The epidemiology of sepsis in Brazilian intensive care units (The sepsis prevalence assessment database, spread): an observational study. The Lancet Infectious Diseases. 2017; 17(11): 1180–1189
  3. Daniels R. Sepsis: the silent killer we should be stopping. IJFAE [Internet] 2018. [cited 2020 Aug 13]; 1(2) Available from: https://oaks.kent.edu/ijfae/vol1/iss2/sepsis-silent-killer-we-should-be-stopping
  4. Ferreira FL, Bota DP, Bross A, Melot C, Vincent J-L. Serial evaluation of the sofa score to predict outcome in critically ill patients. JAMA. 2001; 286(14): 1754
  5. Hall MJ, Williams SN, DeFrances CJ, Golosinskiy A. Inpatient care for septicemia or sepsis: a challenge for patients and hospitals. NCHS Data Brief. 2011; (62): 1–8
  6. Baek H, Cho M, Kim S, Hwang H, Song M, Yoo S. Analysis of length of hospital stay using electronic health records: A statistical and data mining approach. Abe T, editor. PLoS ONE. 2018; 13(4): e0195901
  7. Starr ME, Saito H. Sepsis in old age: review of human and animal studies. A&D. 2014; 5(2): 126-136
  8. Vincent J-L, Rello J, John M, Silva E, Anzueto A, Martin CD, et al. International study of the prevalence and outcomes of infection in intensive care units. JAMA. 2009; 302(21): 2323
  9. Clark E, Kumar A, Langote A, Lapinsky S, Dodek P, Kramer A, et al. Septic shock in chronic dialysis patients: clinical characteristics, antimicrobial therapy and mortality. Intensive Care Med. 2016; 42(2): 222–232
  10. Almirall J, Bolibar I, Serra-Prat M, Palomera E, Roig J, Hospital I, et al. Inhaled drugs as risk factors for community-acquired pneumonia. European Respiratory Journal. 2010 Nov 1; 36(5): 1080–1087
  11. Wiersinga WJ, Seymour CW, editors. Handbook of sepsis [Internet]. 1st ed. Cham: Springer International Publishing; 2018 [cited 2020 Aug 13]. Available from: http://link.springer.com/10.1007/978-3-319-73506-1
  12. Vincent JL, Baron J-F, Reinhart K, Gattinoni L, Thijs L, Webb A, et al. Anemia and blood transfusion in critically ill patients. JAMA. 2002;288(12):1499
  13. Farkas JD. The complete blood count to diagnose septic shock. J Thorac Dis. 2020; 12(S1): S16–21
  14. Barnato AE, Alexander SL, Linde-Zwirble WT, Angus DC. Racial variation in the incidence, care, and outcomes of severe sepsis: analysis of population, patient, and hospital characteristics. Am J Respir Crit Care Med. 2008; 177(3): 279–284
  15. Mayr FB, Yende S, Angus DC. Epidemiology of severe sepsis. Virulence. 2014; 5(1): 4–11
  16. Singer M, Deutschman CS, Seymour CW, Shankar-Hari M, Annane D, Bauer M, et al. The third international consensus definitions for sepsis and septic shock(Sepsis-3). JAMA. 2016; 315(8): 801
  17. van Vught LA, Klein Klouwenberg PMC, Spitoni C, Scicluna BP, Wiewel MA, Horn J, et al. Incidence, risk factors, and attributable mortality of secondary infections in the intensive care unit after admission for sepsis. JAMA. 2016 Apr 12;315(14):1469
  18. WHO | Haemoglobin concentrations for the diagnosis of anaemia and assessment of severity [Internet]. WHO. [cited 2020 Aug 13]. Available from: http://www.who.int/vmnis/indicators/haemoglobin/en/
  19. Riley LK, Rupert J. Evaluation of patients with leukocytosis. AFP. 2015; 92(11): 1004–1011
  20. Coburn B, Morris AM, Tomlinson G, Detsky AS. Does this adult patient with suspected bacteremia require blood cultures? JAMA. 2012; 308(5): 502
  21. Loonen AJM, de Jager CPC, Tosserams J, Kusters R, Hilbink M, Wever PC, et al. Biomarkers and molecular analysis to improve bloodstream infection diagnostics in an emergency care unit. Inacio J, editor. PLoS ONE. 2014; 9(1): e87315
  22. Armstrong-Briley D, Hozhabri NST, Armstrong K, Puthottile J, Benavides R, Beal S. Comparison of length of stay and outcomes of patients with positive versus negative blood culture results. Baylor University Medical Center Proceedings. 2015 Jan;28(1):10–13
  23. Shapiro NI, Wolfe RE, Moore RB, Smith E, Burdick E, Bates DW. Mortality in Emergency Department Sepsis (Meds) score: A prospectively derived and validated clinical prediction rule*: Critical Care Medicine. 2003; 31(3): 670–675
  24. Yang Y, Yang KS, Hsann YM, Lim V, Ong BC. The effect of comorbidity and age on hospital mortality and length of stay in patients with sepsis. Journal of Critical Care. 2010; 25(3): 398–405
  25. Safdar N, Crnich CJ, Maki DG. Nosocomial infections in the intensive care unit associated with invasive medical devices. Current Infection Disease Reports. 2001; 3(6): 487–495

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.