Pengaruh Premedikasi Klonidin terhadap Interval Q-Tc dan Skor Rate Pressure Product pada Laringoskopi Intubasi

*Fajrian Noor -  Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif/ RSUD H. Boejasin, Tanah Laut Kalimantan Selatan, Indonesia
Soni Hidayat -  Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro/ RSUP Dr. Kariadi Semarang, Indonesia
Witjaksono Witjaksono -  Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro/ RSUP Dr. Kariadi Semarang, Indonesia
Uripno Budiono -  Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro/ RSUP Dr. Kariadi Semarang, Indonesia
Published: 1 Jul 2013.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Penelitian
Language: ID
Full Text:
Statistics: 280 110
Abstract
Latar belakang : Laringoskopi intubasi endotrakea merupakan tindakan yang banyakdilakukan pada anestesi umum tindakan laringoskopi dan intubasi selain dapatmenimbulkan trauma, juga dapat menimbulkan gejolak kardiovaskuler berupapeningkatan tekanan darah, peningkatan laju jantung, peningkatan score ratepressure product (RPP) yaitu peningkatan kebutuhan oksigen jantung danpemanjangan interval Q-Tc oleh stimulasi simpatik akibat laringoskopi intubasiPeran pemberian premedikasi klonidin bertujuan untuk mengurangi gejolakkardiovaskuler berupa penurunan tekanan darah dan penurunan laju jantung.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pemberian klonidintablet oral terhadap tekanan darah, laju jantung, interval Q-Tc dan skor rate pressureproduct (RPP) saat laringoskopi intubasi.
Metode : Empat puluh delapan subjek berusia 14-40 tahun dengan status fisik ASA Idan II, tanpa tanda kesulitan intubasi dibagi secara acak menjadi kelompok klonidin(K I) dan kelompok kontrol (K II). Kelompok KI mendapatkan premedikasi klonidinoral 0,15 mg 2 jam sebelum operasi sedangkan K2 mendapatkan plasebo. Keduakelompok mendapatkan perlakuan yang sama saat laringoskopi intubasi. Tekanandarah, laju jantung, interval Q-Tc dan skor RPP dihitung pada 2 menit pasca induksi,2 menit dan 5 menit pasca laringoskopi intubasi.
Hasil : Laju jantung, Skor RPP dan interval QTc tidak berbeda bermakna antarakedua kelompok . Akan tetapi tekanan darah pada kelompok klonidin secara bermaknalebih rendah pada kelompok klonidin
Simpulan : Premedikasi klonidin oral pada dosis 0,15 mg tidak mempengaruhiinterval Q-Tc, skor RPP, dan laju jantung secara bermakna pada laringoskopiintubasi pasien dewasa.
Keywords
laringoskopi intubasi; klonidin; Rate Pressure Product; interval QTC

Article Metrics:

  1. Mostafa SM, Murthy, BVS, Barrett P. J, McHugh P. Comparison of the effects of topical lignocaine spray applied before or after induction of anaesthesia on the pressor response to direct laryngoscopy and intubation. Issue European Journal of Anaesthesiology. Eur J of Anaesth January 1999;16 (1): 7–10
  2. Hamill JF, Bedford RF, Weaver DC, Colohan AR. Lidocaine before endotracheal intubation: intravenous or laryngotracheal? Anesthesiology. 1981 Nov;55(5):578–581
  3. Setijanto E, Susuasta IM, Budiono U. Respon Kardiovaskuler Pada Laringoskopi Intubasi Perbandingan Antara Pemberian Lidokain Dan Fentanil. Anesthesia and Crit Care 2002;23:10-18
  4. Rathore A, Gupta HK, Tanwar GL. Attenuation of the pressure response to laryngoscopy and endotracheal intubation with different doses of esmolol. Indian J. Anaesth 2002;46:449-52
  5. Marwoto, Purwoko, Achmadi A. Perbandingan Efek Verapamil dan Lldokain Intravena terhadap Respon Kardiovaskuler pada Tindakan Laringoskopi Intubasi. Anesthesia and Crit Care 2002;23:10-18
  6. Zalunardo MP, Serafino D, Szelloe P, Weisser F, Zollinger A, Seifert B, Pasch T. Preoperative clonidine blunts hyperadrenergic and hyperdynamic responses to prolonged tourniquet pressure during general anesthesia. Anesth Analg. 2002 Mar;94(3):615-8
  7. Yokota S, Komatsu T, Yano K, Taki K, Shimada Y. Effect of oral clonidine premedication on hemodynamic response during sedated nasal fiberoptic intubation. Nagoya J Med Sci. 1998 May;61(1-2):47-52
  8. Raval et al. Oral clonidine premedication for attenuation of haemodynamic response to laryngoscopy and intubation. Indian J. Anaesth. 2002; 46: 124-129
  9. Talebi H , Nourozi A, Fateh S, Mohammadzadeh A, Eghtesadi-Araghi P, Jabbari S, Kalantarian M. Effects of oral clonidine premedication on haemodynamic response to laryngoscopy and tracheal intubation: a clinical trial. Pak J Biol Sci. 2010 Dec 1;13(23):1146-50
  10. Harshvardhana HS. Attenuation of haemodynamic response to Laryngoscopy and tracheal intubation in adult Patients with a single bolus dose of 3µg/kg body Weight of intravenous clonidine – a prospective Randomized double blind clinical study [dissertation]. Bangalore: Rajiv Gandhi University of Health Sciences; 2011
  11. Keersebilck E, De Deyne C, Struys M, Vissers K, Heylen R. Influence of clonidine on haemodynamic responses to endotracheal intubation after sevoflurane inhalation induction in adult patients. European Journal of Anaesthesiology 2000;17: 8
  12. Tewari A, Katyal S, Singh A .Prophylaxis with oral clonidine prevents perioperative shivering in patients undergoing transurethral resection of prostate. Indian Journal of Urology 2006: 122-35
  13. Wallace A., Ratcliffe M.B., Galindez D., and Kong J.S. L-Arginine Infusion Dilates Coronary Vasculature in Patients Undergoing Coronary Bypass Surgery. Anesthesiology 90(6): 1577–1586 , 1999
  14. Abildskov J, My G. Atrial fibrillation as self-sustaining arrhythmia independent of focal discharge. Am. Heart. J. 1959; 5 (58): 59-70
  15. Schwartz PJ, Stramba-Badiale M, Segantini A, Austoni P, Bosi G, Giorgetti R, Grancini F, Marni ED, Perticone F, Rosti D, Salice P. Prolongation of the QT interval and the sudden infant death syndrome. N Engl J Med. 1998 Jun 11;338(24):1709-14
  16. Soenarjo, Widiyastuti E. Perubahan interval QTc akibat induksi anestesi dan intubasi, Media Medika Indonesia. 2001; 36 (2): 67-71