Pengaruh Ketorolac Dan Parecoxib Terhadap Ekspresi Sel T CD4+ Di Jaringan Luka Pada Tikus Wistar

*Kurniaji Kurniaji -  RSUD Arifin Ahmad, Pekanbaru, Riau, Indonesia
Dedy Fachrian -  Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta, Indonesia
Witjaksono Witjaksono -  Bagian Anestesiologi dan Terap Intensif, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro/ RSUP Dr. Kariadi Semarang, Indonesia
Published: 1 Jul 2014.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Penelitian
Language: ID
Statistics: 287
Abstract
Latar Belakang : Sel T CD4+ berperan dalam penyembuhan luka karena memproduksi sitokin dan faktor pertumbuhan. Nyeri pasca bedah dapat berpengaruh serius terhadap pemulihan pasien dan penyembuhan luka yang tertunda. Ketorolac dan parecoxib secara poten menghambat COX-1 dan COX-2 dengan potensi yang berbeda.

Tujuan : Mengetahui perbedaan skor histologi sel T CD4+ di jaringan sekitar luka insisi pada tikus Wistar yang mendapatkan ketorolac dibandingkan parecoxib dengan dosis sebanding.

Metode : Penelitian eksperimental laboratorik dengan desain randomized post test only design dilakukan pada 20 ekor tikus wistar jantan yang diinsisi subkutan sepanjang 2 cm pada punggungnya dan dibagi menjadi dua kelompok perlakuan secara acak. Kelompok 1 (K1) dan Kelompok 2 (K2) masing-masing mendapatkan injeksi ketorolac dan parecoxib IM dengan dosis yang sebanding dosis manusia 30 mg/6 jam dan 40 mg/12 jam. Potongan jaringan diambil pada hari ketiga dan kelima pasca perlakuan untuk dilakukan pemeriksaan immunohistokimia sel T CD4+. Data ekspresi sel T CD4+ dianalisis dengan uji beda One-way ANOVA dan dilanjutkan dengan analisis Post Hoc.

Hasil : Rerata skor histologi sel T CD4+ lebih tinggi pada kelompok yang mendapakan injeksi parecoxib IM dibandingkan ketorolac IM baik pada hari ketiga (8,36 ± 0,805 vs 7,28 ± 0,228, p=0,009) ataupun hari kelima (9,12 ± 0,672 vs 7,68 ± 0,415; p=0,001) pasca insisi. Skor tersebut tidak berbeda secara signifikan pada hari ketiga dan kelima dalam satu kelompok yang sama (p=0,288 dan p=0,053 masing-masing pada K1 dan K2).

Kesimpulan : Skor histologi sel T CD4+ di jaringan sekitar luka yang mendapatkan injeksi parecoxib IM secara signifikan lebih tinggi dibandingkan injeksi ketorolac IM.

Keywords
ekspresi sel T CD4+; ketorolac; parecoxib

Article Metrics: