Perbandingan Efektifitas Larutan Antiseptik Kombinasi Chlorexidine Gluconate Cetrimide - Alkohol 70% Dengan Povidone Iodine 10 % Terhadap Kepadatan Kuman Pada Tindakan Anestesi Spinal

*Khadafi Indrawan -  Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya/ RSUD Saiful Anwar Malang, Indonesia
Wiwi Jaya -  Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya/ RSUD Saiful Anwar Malang, Indonesia
Noorhamdani Noorhamdani -  Bagian Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya/ RSUD Saiful Anwar Malang, Indonesia
Published: 1 Mar 2015.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Penelitian
Language: ID
Full Text:
Statistics: 1484 43
Abstract

Latar belakang : Infeksi bakteri dapat disebabkan oleh tehnik neuraxial. Salah satu faktor penyebab  infeksi bakteri adalah  peralatan yang digunakan, tehnik aseptik yang salah, atau larutan anti septik yang dipakai. Larutan antiseptik yang biasa digunakan pada anestesi spinal adalah chlorhexidine dan povidone iodine. Chlorhexidine gluconate adalah larutan antiseptik yang kuat dan  berspektrum luas,  efektif melawan hampir semua bakteri (gram positif dan gram negatif) dan jamur nosokomial . Povidone iodine memiliki aktivitas melawan mikroorganisme b gram negatif maupun gram postif dan dapat menembus dinding sel serta menghambat sintesis protein bakteri

Tujuan : Mengetahui Efektifitas  larutan antiseptik kombinasi Chlorhexdine gluconate cetrimide – alkohol 70% dengan pemakaian Povidone iodine 10%  terhadap kepadatan kuman pada tindakan  anestesi spinal

Metode : Penelitian eksperimental dengan rancangan “single blind true experimental design” pada 32 pasien dengan usia 18 – 40 tahun, status fisik ASA I-II yang menjalani tindakan anestesi spinal. Terdiri dari 2 kelompok: kelompok Chlorexidine gluconate cetrimide-alkohol 70% (clor) dan kelompok Povidone Iodine 10% (pov). Dilakukan pengambilan swab I pada punggung pasien sebelum perlakuan. Dan pengambilan swab II setelah mendapat perlakuan dan mengambil cairan serebrospinal untuk dikultur. Analisa hasil dengan uji statistik dilakukan uji beda t berpasangan (sebelum dan sesudah perlakuan) dan uji t dua sampel bebas (sesudah perlakuan), dengan derajat kemaknaan yaitu nilai p< 0,05.

Hasil : Insidensi kepadatan kuman pada kelompok clor sebesar 1,4% sedangkan pada kelompok pov 4,1%. Insidensi kepadatan kuman lebih banyak pada kelompok povidone iodine. Dari rata-rata penurunan kepadatan kuman sesudah perlakuan kelompok chlorexidine mean = 0,0625, sedangkan pada kelompok povidone mean = 1,0625. Rata-rata penurunan kepadatan kuman pada kelompok chlorexidine lebih kecil.

Simpulan : Efektifitas antiseptik kombinasi Chlorexidine gluconate cetrimide-alkohol 70 % lebih baik bila dibandingkan antiseptik Povidone iodine 10%  terhadap kepadatan kuman pada tindakan anestesi spinal.

Keywords
Chlorexidine; kepadatan kuman; larutan antiseptik; Povidone iodine

Article Metrics:

  1. Tsen, L.C., and Capiello, E. 2007. Complication and Side Effect Of Central Neuraxial Technique. in Wong, CA (editor). Spinal and Epidural Anesthesia. Philadelphia : Mcgraw Hill. p. 184-250
  2. Helb, J.A. 2006. The Importance and Implication of Aseptic Technique During Regional Anesthesia. Regional anesthesia and Pain Medicine. 31:311-323
  3. ECRI, Institute. 2012. Dura Prep and Chlora Prep Skin Antiseptics For Preventing Surgical Site Infection. ECRI Institute, Hot Line Response. p. 2-5
  4. Kulkani, A., and Awobe, R. 2013. A Prospective Randomised Trial To Compare The Efficacy Of Povidone Iodine 10 % and Chlorhexidine 2 % for Skin Disinfection. Indian Journal Of Anesthesia. 57: 2-4
  5. Langgartner, J. 2012. Combine Skin Disinfection with Chlorexidine and Aqueous Povidone Iodine Reduces Bacterial Colonisation Of Central Venous Catheter. Intensive Care Med;30:1081-8
  6. .WHO. 2009. WHO Guidelines For Safe Surgery. P. 70-78
  7. Rahmawati, F.J. 2007. Infeksi Nasokomial dan Pengendaliannya. Jakarta:Salemba Medika
  8. Depo Farmasi RSSA. 2014. Daftar Harga Obat. Rumah sakit Saiful Anwar Malang