PEMODELAN STRATEGI PEMASARAN PRODUK BARANG JADI TEKSTIL BERDASARKAN PENDEKATAN SIMULASI SISTEM DINAMIK PADA INDUSTRI KECIL MENENGAH DI KOTA BOGOR

DOI: https://doi.org/10.12777/jati.7.1.27-36

Article Metrics: (Click on the Metric tab below to see the detail)

Article Info
Published: 31-10-2012
Section: Research Articles
Tell your colleagues Email the author

Pertumbuhan Industri Kecil Menengah (IKM) hingga saat ini terus meningkat, berdasarkan data dari Departemen Perindustrian (2004) dinyatakan jumlah IKM pada tahun 2002 adalah 2,55 juta unit usaha dan pada tahun 2003 meningkat menjadi 3 juta unit usaha. Berarti telah terjadi laju pertumbuhan IKM sebesar 15% pertahun. Sehingga hal ini menunjukkan tingginya persaingan yang terjadi di antara IKM. Kemampuan IKM dalam persaingan di dunia industri tidak terlepas dari  kemampuan penerapan strategi pemasaran yang digunakan. Strategi pemasaran  merupakan salah satu kunci keberhasilan IKM dalam meningkatkan jumlah penjualan produknya. Berdasarkan data dari Departemen Perindustrian (2004) diketahui bahwa IKM produk  barang jadi tekstil memiliki laju pertumbuhan  ekspor tertinggi, yaitu sebesar 23,49% pertahun. Hal ini menunjukkan bahwa IKM  produk barang jadi tekstil merupakan suatu industri yang potensial untuk terus dijaga keberlangsungan hidupnya. Akan tetapi yang menjadi permasalahan IKM produk  barang jadi tekstil adalah lemahnya kekontinyuan keberadaan industri tersebut.  Beberapa industri yang muncul tidak mempunyai siklus hidup bisnis yang lama, salah satu faktor penyebabnya adalah ketidak mampuan IKM dalam meningkatkan  penjualan karena lemahnya strategi pemasaran. Berdasarkan hal-hal tersebut diatas, maka penelitian tentang pemodelan strategi pemasaran untuk IKM sangat penting untuk dilakukan. Penelitian  ini bertujuan untuk  menentukan kebijakan  strategi  pemasaran produk barang jadi tekstil Industri Kecil Menengah di Kota Bogor  berdasarkan  pendekatan simulasi sistem dinamik yang dibantu oleh perangkat lunak Power Simulation. Pengolahan data dilakukan dengan memetakan posisi IKM  dengan menggunakan pendekatan Matriks BCG (Boston Consulting Group) dimana posisi IKM sebagai obyek penelitian tersebut akan terpetakan kedalam posisi   Bintang (Star), Sapi Perah (Cash  Cow), Tanda tanya (Question Mark) dan Anjing  (Dogs). Sebelumnya, perusahaan IKM akan ditentukan prioritasnya sebagai perusahaan yang akan dijadikan obyek penelitian dengan menggunakan pendekatan Fuzzy Analytical Hierarchy Process (AHP) Kemudian dilakukan formulasi strategi  pemasaran yang sesuai dengan posisi industri dapat ditentukan dengan  menggunakan strategi Bauran Pemasaran  yang dikembangkan oleh Phillip Kotler.

Setelah ditetapkan masing-masing formulasi strategi bauran pemasarannya, maka langkah selanjutnya adalah memodelkan strategi pemasarannya dengan menggunakan simulasi sistem dinamis yang dikembangkan oleh Forrester, dan beberapa referensi yang diambil dari business dynamic oleh John  F. Sterman, dan membuat beberapa alternatif kebijakan strategi pemasaran. Kemudian pemilihan kebijakan strategi pemasaran terbaik, dengan kriteria yang telah ditetapkan.

Kata kunci : IKM, produk jadi tekstil, fuzzy AHP, strategi  pemasaran, scenario kebijakan, simulasi

 

Abstract

 

Growth of Small and Medium Industries (SMI) to this day continues to increase, according to data from the Ministry of Industry (2004) stated the number of SMEs in 2002 was 2.55 million units in 2003 and increased to 3 million units. Means there has been growth of SMEs by 15% per year. So this shows the high competition occurring among SMEs. The ability of SMEs in the competition in the industry is inseparable from the applicability of the marketing strategies used. The marketing strategy is one key to the success of SMEs in increasing product sales. Based on data from the Ministry of Industry (2004) note that SMEs finished textile products have the highest export growth rate, that is equal to 23.49% per year. This indicates that the SME textile products finished goods was an industry with the potential to be maintained survival. However, the problems of SME textile products finished goods is weak kekontinyuan existence of the industry. Some industries do not appear to have a long business life cycle, one factor is the inability of SMEs to increase sales because of poor marketing strategies. Based on the above, the research on modeling the marketing strategy for SMEs is very important to do. This study aimed to determine the policy of the marketing strategy finished textile products Small and Medium Industries in Bogor based approach to dynamic system simulation, aided by Power Simulation software. Data processing is done by mapping the position of SMEs by using a Matrix BCG (Boston Consulting Group) in which the position of SMEs as an object of study will be mapped into the position of Stars (Star), Dairy Cattle (Cash Cow), question marks (Question Mark) and Dog (Dogs ). Previously, the company will set priorities SME as a company that will be the object of research by using a Fuzzy Analytical Hierarchy Process (AHP) is then performed formulation of marketing strategies according to industry positions can be determined by using the marketing mix strategy developed by Phillip Kotler. Once set each marketing mix strategy formulation, the next step is to model its marketing strategy by using the dynamic simulation system developed by Forrester, and several references were taken from the business dynamic by John F. Sterman, and make some policy alternatives marketing strategies. Then the selection policies of the best marketing strategies, with the established criteria.

Keywords: SMEs, finished textile products, fuzzy AHP, marketing strategy, policy scenario, the simulation

  1. Nunung Nurhasanah 
    Industrial Engineering Departement Diponegoro University Jl. Prof. Sudarto, SH Tembalang Semarang 50239 Telp. 0247460052, Indonesia
  2. Siti Nur Fadlilah A 
    Industrial Engineering Departement Diponegoro University Jl. Prof. Sudarto, SH Tembalang Semarang 50239 Telp. 0247460052, Indonesia