Kajian Sanitasi Lingkungan Pemukiman di Bantaran Sungai Musi Kota Palembang

*Inoy Trisnaini -  Public Health of Faculty Sriwijaya University, Palembang, Indonesia
Haerawati Idris -  Public Health Faculty Sriwijaya University, Palembang, Indonesia
Imelda Gernauli Purba -  Public Health Faculty Sriwijaya University, Palembang, Indonesia
Received: 4 Nov 2018; Revised: 8 Mar 2019; Accepted: 24 Apr 2019; Available online: 2 Oct 2019.
Open Access Copyright 2019 JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN INDONESIA
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: ID
Full Text:
Supp. File(s):
Perjanjian Pengalihan Hak Cipta
Subject
Type Other
  Download (544KB)    Indexing metadata
Statistics: 1049 263
Abstract

Latar belakang: Budaya membangun rumah di bantaran sungai apabila tidak diiringi dengan pemeliharaan sanitasi lingkungan, berpotensi mengakibatkan pencemaran sungai. Kondisi ini juga dapat menghasilkan berbagai permasalahan sanitasi lingkungan pada permukiman di bantaran sungai oleh tingginya aktivitas di wilayah bantaran sungai serta buangan rumah tangga. Kondisi ini yang tampak di Kecamatan Sebrang Ulu I Kota Palembang Propinsi Sumatera Selatan. Sehingga tujuan penelitian ini ialah untuk mengkaji karakteristik sanitasi lingkungan pemukiman serta program dan kebijakan yang berlaku bagi pemukiman di bantaran Sungai Musi Kecamatan Sebrang Ulu I Kota Palembang.

Metode: Penelitian ini menggunakan mix method, yaitu pengumpulan data dilakukan secara kuantitatif yaitu analisis spasial menggunakan Geographic Information System (GIS), serta kualitatif melalui observasi dan wawancara. Penelitian dilakukan di 6 Kelurahan di Kecamatan Sebrang Ulu I Kota Palembang, dengan sampel sebanyak 150 orang warga dan 13 orang informan yang berasal dari masing-masing kelurahan serta petugas dinas kesehatan. 

Hasil:Kondisi sanitasi sumber air dan SPAL seluruh responden tidak memenuhi syarat kesehatan. Mayoritas jamban keluarga (96,7%) dan tempat penampungan sampah (92,7%) yang dimiliki responden dalam kondisi tidak memenuhi syarat kesehatan. Program penyehatan lingkungan pemukiman khususnya rumah sehat yang diterima oleh masyarakat yang tinggal di bantaran Sungai Musi ialah berupa kunjungan oleh petugas kesehatan setempat. Serta tidak adanya kebijakan terkait pemukiman di bantaran Sungai Musi Kecamatan Sebrang Ulu I Kota Palembang

Simpulan: Masih buruknya kondisi sanitasi dasar di Pemukiman bantaran Sungai Musi di Kecamatan Sebrang Ulu I Kota Palembang, serta belum optimalnya program penyehatan lingkungan pemukiman yang telah dilakukan oleh petugas kesehatan setempat.

 

ABSTRACT

Title: Study of Settlement Environmental Sanitation in The Bank Of Musi River, Palembang City

Background: The culture of building houses on river banks if not accompanied by the maintenance of environmental sanitation could potentially cause pollution in the river, as well as generate various environmental sanitation problems in settlements along the riverbanks. This was due to the high level of activity in the river banks as well as household discharges, which disrupts the aesthetics and function of the river. This condition was also evident in the Sebrang Ulu I Subdistrict, Palembang City, South Sumatra Province.So the purpose of this study is to examine the sanitation characteristics of the residential environment and the programs and policies that apply to settlements on the banks of the Musi River, Sebrang Ulu I District, Palembang City.

Methods: This study uses the mixed method. Data collection is carried out quantitatively, namely spatial analysis using Geographic Information System (GIS), a qualitative manner through observation and interviews. The study was conducted in 6 Outlands in Sebrang Ulu I Sub-District, Palembang City, with a sample of 150 residents and 13 informants from each of the outpatients and health service officers.

Results: The sanitation conditions of water sources and SPAL all respondents did not meet health requirements. The majority of family latrines (96.7%) and garbage shelters (92.7%) owned by respondents in conditions do not meet health requirements. The program to restructure the residential environment, especially the healthy houses received by the people living on the banks of the Musi River, is in the form of visits by local health workers. The absence of policies related to settlements on the banks of the Musi River in the Sebrang Ulu I Sub-District, Palembang City

Conclusions: The poor condition of basic sanitation in the settlements of the Musi River banks in the Sebrang Ulu I Sub-district, Palembang City, as well as the lack of optimal environmental sanitation programs that have been carried out by local health workers.

Note: This article has supplementary file(s).

Keywords
sanitasi; pemukiman; bantaran sungai; sistem infromasi geografis (sanitation; settlement; river bank; Geographic Information System)

Article Metrics:

  1. Undang-Undang Nomor 4 Tentang Perumahan dan Permukiman. Jakarta; 1992
  2. Dinkes Kota Palembang. Profil Kesehatan Kota Palembang; 2015.
  3. Trisnaini I, Kumalasari TN, Utama F. Identifikasi Habitat Fisik Sungai dan Keberagaman Biotilik SebagaiIndikator Pencemaran Air Sungai Musi Kota Palembang. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia 2018, 17(1): 1 – 8.
  4. Murti B. Desain dan Ukuran Sampel untuk Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif di Bidang Kesehatan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta; 2010.
  5. Notoatmodjo S. Metodologi Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta. Jakarta; 2010.
  6. Wijaya K, Permana AY, Suwanto N. Kawasan Bantaran Sungai Cikapundung Sebagai Pemukiman Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kota Bandung. Jurnal Arsitektur 2017, 1(2) : 57-68.
  7. Yuliana I. Studi tentang pengetahuan masyarakat Terhadap Kondisi lingkungan Pemukiman Penduduk di Bantaran sungai karang mumus Kelurahan bandara Samarinda. Ejournal Sosiatri-Sosiologi, 2013, 1 (1): 20-30.
  8. Hakki W. Dampak pemanfaatan bantaran sungai terhadap Kualitas lingkungan di kelurahan pasar krui. Skripsi. Program Studi Pendidikan Geografi Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Social Fakultas Keguruan dan Ilmu Kependidikan Universitas Lampung; 2015.
  9. Sari NR, Khadiyanto P. Kualitas Lingkungan Permukiman di Tepi Sungai Kelurahan Pelita, Kecamatan Samarinda Ilir. Jurnal Teknik PWK 2014, 3(4): 1002-1012.
  10. Amri N. Karakteristik Lingkungan Permukiman Kumuh Tepian Sungai Kecamatan Kolaka, Sulawesi Tenggara. Jurnal Jupiter 2013, XII(1): 1-10.
  11. Purwanto N. Perilaku Sadar Lingkungan Pemukim Bantaran Sungai Jelai, Kabupaten Sukamara. Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota 2018, 14(1): 41 – 50.
  12. Riogilang H. Identifikasi dan pedampingan untuk mengatasi Masalah sanitasi pada Pemukiman kumuh di Kampung Sanger, Sario Manado. Jurnal LPPM Bidang Sains dan Teknologi 2016, 3(2): 54-63.
  13. Kurnia W. Mutu Permukiman Bantaran Sungai di Banjarmasin.Jurnal Info – Teknik 2008, 9(1): 43-50.
  14. Pradono J, Sulistyowati N. Hubungan antara tingkat pendidikan, Pengetahuan Tentang kesehatan lingkungan, perilaku hidup Sehat Dengan status kesehatan Studi Korelasi pada Penduduk Umur 10–24 Tahun di Jakarta Pusat. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan 2014, 17 (1): 89–95.
  15. Zanuardi A, Aulia RA, Hakim A. Model Identifikasi Karakteristik Permasalahan Kawasan Permukiman Kumuh di Wilayah Perkotaan (Studi Kasus : Permukiman Lette dan Pampang, Kota Makassar). Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum 2017, 9(2): 1-16.
  16. Putro JW. Penataan Kawasan Kumuh Pinggiran Sungai di Kecamatan Sungai Raya. Jurnal Teknik Sipil UNTAN 2011, 11 (1): 19-34.
  17. Raisya N, Pigawati P. Kajian Karakteristik Kawasan Pemukiman Kumuh Di Kampung Kota (Studi Kasus: Kampung Gandekan Semarang). Jurnal Teknik PWK 2015, 4(2): 267-281.
  18. Peraturan Pemerintah RI No 35 Tentang Sungai. Jakarta; 1991.
  19. Cesarin BT, Ginting C. Persepsi Masyarakat terhadap Permukiman Bantaran Sungai. Prosiding Temu Ilmiah IPLBI 2015 : 117-122.
  20. Fitria TA. Revitalisasi Permukiman di Tepi Sungai Dengan PendekatanLansekap Berkelanjutan untuk Meningkatkan Kesehatan Lingkungan. Proceeding Health Architecture 2017, 1(1): 195-197.