skip to main content

Analisis Pajanan Organofosfat Terhadap Kadar Kolinesterase Pada Petani Sayuran Kubis di Desa Tanjung Rejo Kabupaten Jember

Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember, Jl. Kalimantan No.I/93 Jember 68121, Jawa Timur, Indonesia

Open Access Copyright 2022 Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract

Latar belakang: Pestisida berfungsi megendalikan hama sehingga dapat meningkatkan produksi petani jika dalam dosis tepat. Jenis pestisida yang banyak digunakan petani adalah organofosfat. Organofosfat mudah terserap pada kulit sehingga berdampak terhadap enzim kolinesterase. Terhambatnya kerja enzim kolinesterase menyebabkan asetilkolinesterase dalam darah menurun dan penyebaran impuls dari neuron ke pusat tidak stabil sehingga menjadi indikator keracunan pestisida. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan organofosfat dengan kadar kolinesterase pada petani sayuran kubis di Desa TanjungRejo, Jember.

Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian observasional analitik dan desain cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada Juli - Agustus 2020 pada petani sayuran di desa Tanjung Rejo, Jember. Populasi penelitian sebanyak 90 responden dengan sampel sebanyak 35 responden dengan teknik Simple Random Sampling. Variabel penelitian yaitu variable bebas (pajanan pestisida, faktor individu dan lingkungan) dengan variabel terikat yaitu kadar kolinesterase. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan observasi. Pengujian kadar kolinesterase menggunakan fotometrik kinetik di Laboratorium Prosend Jember. Analisis data bivariat menggunakan Uji spearmann dengan nilaisignifikansi 0,05.

Hasil:  Hasil penelitian yaitu trdapat 2 responden dengan kadar kolinesterase tidak normal. Nilai minimal kolinesterase laki-laki (4620 U/L), sedangkan perempuan 3930 U/L. Hasil analisis menunjukkan faktor individu (tingkat pengetahuan p = 0,003), lingkungan (kelembaban p = 0,045, temperatur p = 0,006, dan arah angin p = 0,032) memiliki hubungan dengan kadar kolinesterase.

Simpulan: Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan, kelembaban, temperatur serta arah angin dengan penurunan kadar kolinesterase sehingga petani perlu menggunakan APD dan mematuhi petunjuk pemakaian pestisida dalam kemasan termasuk memperhatikan waktu, frekuensi dan lama penyemprotan.

 

ABSTRACT

Title: Analysis of Organophosphate Exposure to Cholinesterase Levels in Farmers Vegetables in Tanjungrejo Village, Jember Regency

Background: Pesticides function to control pests so that they can increase farmers' production if in the right dosage. Type of pesticide widely used by farmers is organophosphate. Organophosphates are easily absorbed by the skin so they have impact on cholinesterase enzyme. Inhibition of the action of the cholinesterase enzyme causes a decrease in acetylcholinesterase in the blood and the spread of impulses from neurons to the center is unstable so that it becomes an indicator of pesticide poisoning. Research aims to analyze the relationships between organophosphates ‘and cholinesterase levels in cabbage farmers in Tanjung Rejo Village, Jember.Methods: The research uses a quantitative approachwith an analytic observational research type and a cross -sectional design.Research was conducted in July - August 2020 on vegetable farmers in Tanjung Rejo village, Jember. The research population was 90 Respondents with 30 sample using simple random sampling technique. The research variable is the independent variable (pesticide exposure, individual and environmental factors) with the dependent variable being cholinesterase levels. Instrument used a questionnaire aand observation. Testing of cholinesterase levels using kinetic photometrics at the Jember Prosend Laboratory. Bivariate data analysis used spearman's test with significance 0.05.Result: The results of the study were 2 respondents with abnormal cholinesterase’ levels. The minimum value of cholinesterase is male (4620 U/L), while female is 3930 U/L. The results of the analysis showed that individual factors(knowledge level p=0.003), environment (humidity p=0.045, temperature p=0.006, and wind direction p=0.032) had a relationship with cholinesterase levels.Conclusion: There is relationship between level knowledge, humidity, temperature and wind direction with a decrease in cholinesterase levels so that farmers need to use PPE and comply with the instructions for using pesticides in packaging including paying attention to the time, frequency and duration of spraying.

Note: This article has supplementary file(s).

Fulltext View|Download |  common.other
Ethical Statement
Subject Penggunaan Pestisida, Kadar Kolinesterase, Faktor individu, Faktor Pajanan, dan Faktor Lingkungan
Type Other
  Download (227KB)    Indexing metadata
 CTA
Copyright Transfer Agreement
Subject
Type CTA
  Download (356KB)    Indexing metadata
 Turnitin
Turnitin
Subject
Type Turnitin
  Download (1MB)    Indexing metadata
Keywords: Organofosfat; Kadar Kolinesterase; Petani Sayur

Article Metrics:

  1. Zulfania,, Setiani, O. Hubungan Riwayat Paparan Pestisida dengan Tekanan Darah Pada Petani Penyemprot di Desa Sumberejo Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2017. 5(3): 392-401
  2. Tuhumury, Leatemia, Hasinu. Residu Pestisida Produk Sayuran Segar Ambon. Agrologia. 2012. 1(2):99-105. https://doi.org/10.30598/a.v1i2.284
  3. Louisa, Sulistiyani & Joko, T. Hubungan Penggunaan Pestisida dengan Kejadian Hipertensi Pada Petani Padi di Desa Gringsing Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2018. 6(1):654-661
  4. Handoko, Aeni, Fajriani. Hubungan Masa Kerja dengan Kadar Kolinesterase dalam Darah Petani Pasirhalang Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Jurnal Analisis Kesehatan Klinikal Sains. 2019. 7(2):60-67. https://doi.org/10.36341/klinikal_sains.v7i2.1035
  5. Ipmawati. Analisis Faktor Risiko yang Mempengaruhi Tingkat Keracunan Pestisida pada Petani di Desa Jati Kecamatan Sawagan Kabupaten Magelang. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2016. 2(2):112-123
  6. Faidah. Gambaran Praktek Pengelolaan Pestisida pada Petani Kentang di Desa Kepakisan Kecamatan Batur Kabupaten Banjarnegara. Riset Sains dan Teknologi. 2017. 6(3):1-8
  7. Kurniasih, S.A., Setiani, O., Nugraheni, S.A. Faktor yang Terkait Pajanan Pestisida dan Hubungannya dengan Kejadian Anemia pada Petani Holtikultura di Desa Gombong Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang Jawa Tengah. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia. 2013.12(2)
  8. Damayanti, Yusniar, Nikie. Hubungan Penggunaan Dan Penanganan Pestisida Pada Petani Bawang Merah Terhadap Residu Pestisida Dalam Tanah Di Lahan Pertanian Desa Wanasari Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2016. 4(3):879-887
  9. Hermawan, I., Widjasena, B., Kurniawan, B. Faktor-faktor yang berhubungan dengan aktivitas kolinesterase darah pada petani jambu di desa pesaren kecamatan sukorejo kabupaten kendal. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2018. 6(4): 309-320
  10. Herdianti, H. ‘Hubungan Lama, Tindakan Penyemprotan, Dan Personal Hygiene Dengan Gejala Keracunan Pestisida’, PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 2018. 8(1):72. https://doi.org/10.31934/promotif.v8i1.232
  11. Lucki. Hubungan Masa Kerja, Lama Kerja, Lama Penyemprotan dan Frekuensi Penyemprotan Terhadap Kadar Kolinesterase dalam Darah pada Petani di Desa Sumberejo Kabupaten Mabugelang. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2018. 1(3):151-157
  12. Osiana, R. et al. Pestisida sebagai Salah Satu Faktor Resiko Terjadinya Disfungsi Ereksi Pesticide as One of the Risk Factors of Erectile Dysfunction’.2017. 7(1):14–18
  13. Jannah, M., . K. and Sunarko, B. Hubungan antara Umur, Tingkat Pendidikan dan Perilaku Petani dalam Penggunaan Pestisida (Studi Kasus di Kelurahan Jogomerto Kec. Tanjunganom Kab. Nganjuk tahun 2017)’, Gema Lingkungan Kesehatan. 2018.16(1), pp. 73–82. doi: 10.36568/kesling.v16i1.819
  14. Pawitra, A. S.Pemakaian Pestisida Kimia Terhadap Kadar Enzim Cholinesterase Dan Residu Pestisida Dalam Tanah’, Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada. 2012.1(1):19–30. https://doi.org/10.33475/jikmh.v1i1.59
  15. Afriyanto, M. K. Kajian Keracunan Pestisida Pada Petani Penyemprot Cabe Di Desa Candi Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang’. 2008
  16. Mahyuni, E. L. ‘Faktor Risiko Dalam Penggunaan Pestisida Pada Petani Di Berastagi Kabupaten Karo 2014’, Jurnal Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health).2015.9(1), pp. 79–89. https://doi.org/10.12928/kesmas.v9i1.1554
  17. Ma’arif, Suhartono, Dewanti. Studi Prevalensi Keracunan Pestisida Pada Petani Penyemprot Sayur Di Desa Mendongan Kecamatan Sumowono Kabupaten Sema’, Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2016. 4(5):35–43
  18. Amdad, Detty Siti Nurdiati and Triratnawati, A. The gateway to understanding epidemiology, biostatistics, and research methods, Epidemiologi Indonesia..2017. 1134-1178
  19. Djodjosumarto,P. Pestisida dan Aplikasinya. Jakarta: PT.Agromedia Pustaka.2018
  20. Osang, A. R., Lampus, B. S. and Wuntu, A. D. Hubungan Antara Masa Kerja Dan Arah Angin Dengan Kadar Kolinesterase Darah Pada Petani Padi Pengguna Pestisida Di Desa Pangian Tengah Kecamatan Passi Timur Kabupaten Bolaang Mongondow’, Pharmacon. 2016.5(2), pp. 151–157
  21. Moelyaningrum, A.D. Pesticide Application And The Residu On Citrulus Vulgaris (Schard). Ann Trop dan Public Health. 2020. 23(8):1199-1205. https://doi.org/10.36295/ASRO.2020.2382
  22. Amsal, Hafid, Masrianih. Pesticide poisoning in farmers and its risk factors in tolai village, parigi moutong regency, Indonesia. Indian Journal of Public Health Research and Development. 2019. 10(8):1182-1187. https://doi.org/10.5958/0976-5506.2019.02056.4
  23. Wicaksono, A. B., Widiyanto, T. and Subagio, A. Faktor internal kadar kolinesterase. 2016. 143-156
  24. Prijanto, teguh budi. nalisis Faktor Risiko Keracunan Pestisida Organofosfat Pada Keluarga Petani Hortikultura Di Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang’, Fakultas Kesehatan Lingkungan. 2009. 8(1): 24
  25. Saputra, Purwati, Tri. Penentuan Kader Enzim Kolinesterase pada Petani Pengguna Pestisida Organofosfat Berdasarkan Frekuensi Penyemprotan. Journal of Pharmacy. 2020. 9(2):21-25. https://doi.org/10.37013/jf.v9i2.106

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.