Di Bawah Tekanan Kapitalisme Perkebunan: Pertumbuhan dan Radikalisasi Sarekat Ra’jat Tegal 1923-1926

*Wijanarto Wijanarto  -  Masyarakat Sejarawan Indonesia Cabang Brebes, Indonesia
Received: 12 Dec 2016; Published: 12 Dec 2016.
Open Access Copyright (c) 2016 Jurnal Sejarah Citra Lekha


Citation Format:
Abstract

This article examines on the radicalization growth of Sarekat Ra’jat (SR) in several factors as its key influence. The one factor interrelated on radicalization was the existence of sugar industry in Tegal. It views on linkages between the sugar industry with the development of SR and its influence indicators of radicalization. This condition was part of the communist partij’s expansion. The development of SR shows suprisingly number of members. SR Tegal reached 5327 peoples as their members. The total membership evenly came from all areas, especially close to the sugar industry in Pangkah, Pagongan, Kemanglen, Adiwerna and Balapoelang. It was the main reason to make the Dutch government to striccht oversight the administrative and appled legal sanctions. The SR resistance was took-placed at Karangcegak in 1926, effected the undiscipline and sporadic resistance of the members. It made the Dutch government easy to suppress and acted tough. The trial rebellion conducted by SR in Karangcecek, but it was failed. However it was not effect the eagerness to re-against  PKI in November 1926. The revolutionary in Tegal option was chosed as result.

Keywords: plantation capitalim, radicalization, Sarekat Ra’jat, Tegal

Article Metrics:

  1. Alamsyah (2003). “Perkembangan Perkebunan dan Pelabuhan di Karesidenan Tegal 1830-1900”. Tesis Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada
  2. ANRI (1927). “Bevolking Register der Geinterneerden No.100 dan No.101”
  3. Archief National Den Haag (1926). “Mailrapporten No. 397/ 1926: Surat Residen Pekalongan Jasper kepada Gubernur Jenderal Hindia Belanda”, tanggal 23 Maret 1926”
  4. Archief National Den Haag (1926). “Mailrapporten No.143/1926 : De Communistische Beweging in de Residentie Pekalongan voor en na de beperking van het vergaderecht”, tanggal 24 Januari 1926
  5. Archief National Den Haag (1926). ”Mailrapporten No.427/ 1926: Rapport betrefrende de door communisten in de afdeeling Tegal veroorzaakte ongeregeldheden” , tanggal 26 Maret 1926
  6. Arsip Perpustakaan Nasional (1919). “Notulen van vergadering gehouden op den 18-en Februari 1919”
  7. Arsipnas (1973). Memori Serah Terima Jabatan 1923-1930. Jakarta: Arsipnas, Penerbitan Sumber-sumber Sejarah
  8. Bloembergen, Marieke (2011). Polisi Hindia Belanda: Dari Keperdulian dan Ketakutan, terjemahan Tristan P. Moeliono. Jakarta: Gramedia
  9. Burger, D.H. (1983). Perubahan Struktur dalam Masyarakat Jawa, terjemahan Sudjito Sosrodihardjo. Jakarta: Bhratara
  10. Cribb, Robert Bridson (2000). Historical Atlas of Indonesia. Honolulu: University of Hawaii Press
  11. Daryono (2008). Stad Tegal: Evolusi Sebuah Kota. Tegal: Kantor Informasi dan Kehumasan Tegal
  12. Echool, John M. dan Hasan Shadily (2007). Kamus Inggris-Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
  13. Elson, R.E. (1984). Javanese Peasant and the Colonial Sugar Industry: Impact and Change in East Java Residency 1830-1940. Singapore: Oxford University Press and Asian Studies Association of Australia
  14. Furnivall, J. S. (2009). Hindia Belanda: Studi Ekonomi Majemuk, terjemahan Samsudin Barlian. Jakarta: Freedom Institute
  15. Gelderen, J. (1961). “The Economic of the Tropical Colony” dalam Indonesian Economies The Concept of Dualism in Theory and Policy, Den Haag : Van Hoeve
  16. Knight, G. R. (2002). “Apakah Ketergantungan yang Sungguh-sungguh ? Industri Gula di Jawa 1880-1942” dalam Thomas J.Lindblad (Ed). Fondasi Historis Ekonomi Indonesia, terjemahan S. Nawianto. Yogyakarta: Pustaka Pelajar dan Pusat Studi Sosial Asia Tenggara UGM
  17. Latief, Busjarie (2014). Manuskrip Sejarah 45 Tahun PKI (1920-1965). Bandung: Ultimus
  18. Lindblad, T. J. (ed.). (2002). Fondasi Historis Ekonomi Indonesia, terjemahan S. Nawianto. Yogyakarta: Pustaka Pelajar dan Pusat Studi Sosial Asia Tenggara UGM
  19. Lucas, Anton (1991). One Soul One Struggle: Region and Revolution in Indonesia. Sidney: Allen and Unwin
  20. Madison, Angus dan G.E. Prince (1989). Economic Growth in Indonesia 1820-1942. Leiden: Dordrecht Holland Foris Publication-KITLV
  21. Mcvey, Ruth (2010) Kemunculan Komunisme Indonesia. Jakarta: Komunitas Bambu
  22. Neratja, edisi 23 November 1918
  23. Neratja, edisi 30 Maret 1921
  24. Nuh, Mohammad (1962). “Daftar Nama-nama Perintis Kemerdekaan dalam Periode 1908-1945 dengan Sejarah Singkatnja”. Naskah ketikan tangan
  25. Poeze, Hary A. (1988). From Foe to Partner to Foe Again: The Strange of the Dutch Authorites and Digoel Exile in Australia 1943-1945. Indonesia, Edisi 94
  26. Shiraishi, Takashi (1998). Zaman Bergerak: Radikalisasi di Jawa 1912-1926, terjemahan Hilmar Faried. Jakarta: Grafiti Pers
  27. Shiraishi, Takashi (2001). Hantu Digoel : Politik Pengamanan Politik Zaman Kolonial, terjemahan Endi Haryono. Yogyakarta: LKIS
  28. Sulistiyono, Singgih Tri (2009).” Pelabuhan Niaga Tegal : Tinjauan Historis dan Perspektif Ekonomi Kelokalan dalam Mewujudkan Integrasi Pembangunan Berbasis Maritim”, makalah Diskusi Pengembangan Pelabuhan Tegal oleh Lembaga Nalar Terapan (LeNTera), Tegal 24 Desember 2009
  29. SI Tetap, Juli 1920
  30. SI Tetap, Juni 1918
  31. Simbolon, Parakitri Tahi (Peny) (1995). Menjadi Indonesia Buku I: Akar-akar Kebangsaan Jakarta: Kompas
  32. Sinar Hindia, 18 Juni 1924
  33. Sinar Hindia, 20 Juni 1924
  34. Sinar Hindia, 21 Juni 1924
  35. Sinar Hindia, 5 Juni 1924
  36. Sinar Hindia, 5 Mei 1918
  37. Soe Hok Gie (1990). Di Bawah Lentera Merah : SI Semarang 1917-1922. Jakarta : Franz Fanon
  38. Soedjono, Imam (2006) Yang Berlawanan : Membongkar Tabir Pemalsuan Sejarah PKI, Yogyakarta: Resist Book
  39. Wiradi (2000). Reforma Agraria: Perjalanan yang Belum Berakhir. Yogyakarta: Institute for Social Transformation Press

Last update: 2021-04-13 17:53:27

No citation recorded.

Last update: 2021-04-13 17:53:27

No citation recorded.