skip to main content

Ideologi Anti-Barat dan Musik Ngak-Ngik-Ngok: Politik Kebudayaan dan Regulasi Musik Era Soekarno

Derta Arjaya orcid scopus publons  -  Program Studi S2 Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, Indonesia
*Hervina Nurullita scopus publons  -  Program Studi S1 Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Banyuwangi, Indonesia
Hendra Afiyanto orcid scopus  -  Program Studi S1 Sejarah Peradaban Islam, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia

Citation Format:
Abstract

This study examines Soekarno’s perspective on Western influences during the 1950s–1960s and its impact on the development of music in Indonesia. The study addresses two main questions: first, how did Soekarno view the West during his presidency; and second, how did this view affect the trajectory of Indonesian music? Employing the historical method, the research integrates heuristics, source criticism, interpretation, and historiography to analyze primary and secondary sources. The findings reveal that Soekarno perceived the West as a political and cultural threat, frequently labeling it as “Nekolim” (neo-colonialism and imperialism). He viewed Western music not merely as a foreign art form but as a vehicle of cultural domination that undermined the revolutionary ideals and national identity of Indonesia. As a result, Western-influenced music was subject to prohibition, exemplified by the banning of the ngak-ngik-ngok music, which was considered detrimental to Indonesian cultural values. Soekarno promoted policies aimed at fostering music that aligned with nationalist and revolutionary principles, thereby restricting the development and performance of Western styles within the country. This study concludes that Soekarno’s ideological stance significantly shaped the evolution of Indonesian music during his era. By enforcing cultural policies rooted in nationalism, he directly influenced which musical forms could flourish, emphasizing the creation and preservation of a distinctly Indonesian musical identity 

Fulltext View|Download
Keywords: Ngak-Ngik-Ngok; Cultural Policy; Political Ideology; Soekarno; Music; Anti-Western
Funding: -

Article Metrics:

  1. “‘Koes Bersaudara’ Ditindak.” 1965. Kompas, 3 Juli
  2. “Dunia Musik Ibukota Ditertibkan.” 1966. Kompas, 2 November
  3. “FFA ke 26 Harus Dikaji Kembali Tujuan dan Kenyataannya.” 1980. Kompas, 8 Juni
  4. “Hetty Koes Endang Juara Festival Pop Tingkat Jakarta.” 1977. Kompas, 18 Juli
  5. “Koes Plus itu Suara Batin.” 2012. Republika, 12 September
  6. “Lagu-lagu Beatle Kotori Revolusi Kita.” 1965. Kompas, 24 Juli
  7. “Lekra dan Geger 1965.” 2013. Tempo, 30 September–6 Oktober
  8. “Musik Ala Beatle Dilarang.” 1965. Kompas, 3 Juli
  9. “Musjawarah Musik Nasional.” 1965. Kompas, 17 Februari
  10. “Operasi Sikat Menjikat Habis.” 1965. Kompas, 12 Agustus
  11. “Pemain Band Ngak Ngik Ngok akan Ditindak.” 1965. Kompas, 9 Juli
  12. “RRI Menentukan Sikap: Tidak Boleh Disiarkan Lagu-lagu dari Diah Iskandar, Elly Agus, Koes Bersaudara dan Semalam di Malaya.” 1963. Selecta, no. 154
  13. “Supratman, Simandjuntak, Ismail Marzuki.” 1965. Kompas, 24 Juli
  14. “Tjiri-tjiri Musik jang Dilarang.” 1965. Kompas, 18 Agustus
  15. “Wadjib Daftar Bagi Semua Band/Orkes.” 1965. Kompas, 29 Juli
  16. Ali, Arhamuddin. 2019. “Music in Indonesia on the Ideological Debates in the Sukarnoian Era.” Journal of Music Science, Technology and Industry 2(1): 23–36. https://doi.org/10.31091/jomsti.v2i1.602
  17. Anonim. 1961. Pedoman untuk Melaksanakan Penderitaan Rakyat (Jilid I). Surabaya: Penerbit Permata
  18. Dahm, Bernhard. 1987. Soekarno dan Perjuangan Kemerdekaan. Jakarta: LP3ES
  19. Danujaya, Budiarto. 1992. Hari-hari yang Paling Riuh (1962–1965). Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
  20. Farram, Steven. 2014. “Ganyang! Indonesian Populas Songs from the Confrontation Era, 1963–1966.” Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde 170(1): 1–24. https://doi.org/10.1163/22134379-17001002
  21. Fauzanafi, Muhammad Zamzam. 2024. “Dari Ngak-ngik-ngok, ke Cengeng, lalu Ambyar: Politik Afektif Musik Indonesia.” UMBARA Indonesian Journal of Anthropology 9(2): 135–147. https://doi.org/10.24198/umbara.v9i2.59875
  22. Hidayat, Arief. 2018. “Sejarah dan Perkembangan Musik Rock di Indonesia tahun 1970–1990.” Bihari: Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sejarah 1(1): 12–18. https://doi.org/10.37058/bjpsis.v1i1.847
  23. Kahin, George McTurnan. 2013. Nasionalisme dan Revolusi Indonesia. Jakarta: Komunitas Bambu
  24. Lubis, Firman. 2008. Jakarta 1960-an: Kenang-kenangan Semasa Mahasiswa. Jakarta: Masup
  25. Mulyadi, Muhammad. 2009. Industri Musik Indonesia, Suatu Sejarah. Bekasi: Koperasi Ilmu Pengetahuan Sosial
  26. Pratiwi, Ayu, dan Nasution. 2014. “Larangan Soekarno Terhadap Musik Barat Tahun 1959–1967.” Avatara e-journal Pendidikan Sejarah 2(3): 334–345. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/avatara/article/view/8864
  27. Piper, Susan, dan Sawung Jabo. 1987. “Musik Indonesia dari 1950-an hingga 1980-an.” Prisma, Tahun XVI, No. 5, Mei
  28. Pamoedji, D. J. 1985. “Pertunjukkan Musik Bersama Rhoma Irama dan Ahmad Albar.” Kompas, 21 Desember
  29. Sasangko, Michael Hari. 2006. “Perubahan Wujud Penayangan dan Makna Musik Dangdut di TPI dan Indosiar 1994–2004.” Disertasi, Program Studi Pengkajian Seni Rupa, Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
  30. Sasongko, A. Tjahjo, dan Nug Katjasungkana. 1991. “Pasang Surut Musik Rock di Indonesia.” Prisma, No. 10, Oktober
  31. Sedyawati, Edi, dan Sapardi Djoko Damono, eds. 1991. Musik Pop Indonesia: Suatu Kebebalan Sang Mengapa. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
  32. Soekarno. 1961. Dari Proklamasi sampai Resopim. Jakarta: Departemen Penerangan
  33. Suhana, Ais. 2014. Kisah dari Hati: Koes Plus, Tonggak Industri Musik Indonesia. Jakarta: PT Kompas Media Nusantara
  34. Sunarti, Linda. 2014. “Politik Luar Negeri Malaysia terhadap Indonesia, 1957–1976: Dari Konfrontasi Menuju Kerjasama.” Susurgalur: Jurnal Kajian Sejarah dan Pendidikan Sejarah 2(1): 65–80. https://doi.org/10.2121/susurgalur.v2i1.75
  35. Theodore, K. S. 1982. “Kaset Rock Mulai Banyak Dicari.” Kompas, 6 Juni
  36. Wardaya, Baskara T., ed. 2001. Menuju Demokrasi: Politik Indonesia dalam Perspektif Sejarah. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.