skip to main content

Editorial

*Rabith Jihan Amaruli orcid scopus  -  Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, Indonesia
Open Access Copyright (c) 2021 Jurnal Sejarah Citra Lekha under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract

Puji syukur ke hadirat Tuhan YME, rasanya adalah kalimat yang paling pantas, untuk menandai penerbitan Jurnal Sejarah Citra Lekha, Vol. 5 (2) 2020 ini. Edisi yang ditertibkan di penghujung pergantian tahun ini, sekaligus menjadi wujud semangat tim editorial Jurnal Sejarah Citra Lekha untuk tetap produktif di tengah pandemi Covid-19. Kondisi pandemi, tidak hanya telah mengubah cara hidup masyarakat, tetapi juga mengubah (atau setidaknya mempengaruhi), habitus bagaimana kajian-kajian sejarah dilakukan. Salah satunya adalah akses sumber-sumber sejarah yang dahulu “harus” diperoleh secara luring, saat ini didominasi cara-cara daring. Sebagai akibat dari pandemi, beberapa situs penyedia sumber, buku, jurnal, dan surat kabar, yang dahulu terbatas serta berbayar, saat ini keterbatasan tersebut telah dibuka seluas-luasnya.

Fulltext View|Download
Keywords: Perempuan; Perdagangan; Formasi Identitas

Article Metrics:

Article Info
Section: Editorial
Language : ID
Statistics:
  1. Nordholt, H. S., Purwanto, B., & Saptari, R. (2008). Perspektif Baru Penulisan Sejarah Indonesia. Jakarta: KITLV-Jakarta
  2. Purwanto, B. (2006). Gagalnya Historiografi Indonesiasentris?!. Yogyakarta: Ombak
  3. Purwanto, B. (2020). Mengapa Indonesia memerlukan ilmu sejarah? Beberapa gagasan untuk hilirisasi historiografi. Bakti Budaya, 3 (1), pp. 4-19

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.