Pengaruh Suhu Kempa Terhadap Kualitas Balok Laminasi Kombinasi Bambu Petung Dengan Bambu Apus Untuk Komponen Kapal

Parlindungan Manik  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Sarjito Jokosisworo  -  Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
*Guntur Sadewo  -  , Indonesia
Received: 19 Apr 2017; Published: 18 May 2017.
Open Access

Citation Format:
Abstract

Penggunaan kayu untuk industri terus mengalami peningkatan baik untuk pemakain structural maupun non structural. Permintaan akan kayu tersebut tidak dapat terpenuhi akibat kurangnya kualitas kayu yang baik. Disisi lain pemanfaatan bambu selama ini belum optimal walapun hasil beberapa penelitian menunjukan bahwa bamboo memiliki kekuatan dan keunggulan dibandingkan dengan material bangunan lainya. Maka dilakukan penelitian tentang laminasi bambu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kadar air, kerapatan, kuat Tarik, MOR, modulus elastisitas dari laminasi bambu petung kombinasi bambu apus akibat pengaruh suhu kempa (80°C, 100°C, 120°C, 130°C, 140°C). Dalam penelitian ini dibuat balok laminasi bambu petung kombinasi bambu apus untuk uji kuat tarik mengacu pada standar  SNI 03-3399-1994  dan uji kuat lentur mengacu pada standar SNI 03- 3960- 1995. Hasil penelitian untuk untuk pengujian Tarik memiliki kadar air rata-rata 11.81 %, berat jenis terbesar 0.7294 g/cm³ untuk suhu kempa 140°C, kekuatan tarik rata-rata sebesar 97.84 Mpa untuk suhu kempa 120°C. untuk laminasi bambu untuk pengujian lentur memiliki nilai kadar air rata – rata sebesar 11.58%, berat jenis sebesar 0.7219 g/cm³ untuk suhu kempa 140°C, modulus of repture sebesar 101.59 Mpa untuk suhu kempa 140°C  , modulus elastisitas 9171 Mpa untuk suhu kempa 140°C.

Keywords: laminasi; bambu apus; bambu petung; suhu kempa; kuat tarik; kuat lentur

Article Metrics:

Last update: 2021-05-15 09:34:12

No citation recorded.

Last update: 2021-05-15 09:34:12

No citation recorded.