Sintesis Porous Carbon dari Sukrosa Menggunakan Silica Template pada Temperatur Kamar

Lia Puspita Dewi  -  Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University, Indonesia
*Taslimah Taslimah scopus  -  Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University, Indonesia
Choiril Azmiyawati orcid scopus  -  Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University, Indonesia
Published: 1 Apr 2010.
Open Access Copyright 2010 Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi
License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/

Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: ID
Statistics: 219 210
Abstract
Pada penelitian ini telah dibuat material porous carbon menggunakan bahan baku gula (sukrosa) dengan menambahkan natrium silikat sebagai sumber silica template. Sintetis porous carbon dilakukan pada temperatur kamar dan tanpa aktivasi. Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh material porous carbon dengan metode sederhana, menentukan porositas porous carbon yang dihasilkan dan mengetahui kemampuan adsorptivitasnya terhadap zat warna pada proses bleaching minyak kelapa sawit kasar (CPO). Porous carbon dibuat dengan cara menambahkan natrium silikat ke dalam larutan gula (sukrosa) yang selanjutnya dilakukan penambahan asam sulfat pekat dan pengadukan hingga homogen. Setelah campuran dingin, kemudian ditambahkan HF 1%, dicuci hingga netral dan dipanaskan pada suhu 120°C selama 2 jam. Produk yang dihasilkan kemudian dikarakterisasi menggunakan spektrofotometer FTIR, X-Ray diffraction dan surface area analyzer. Selanjutnya porous carbon yang dihasilkan dicobakan sebagai agen pemucat (bleaching agent) pada minyak kelapa sawit mentah (CPO). Disimpulkan bahwa porous carbon yang terbentuk memiliki kemiripan dengan karbon aktif, sedangkan penambahan silica template dapat meningkatkan porositas porous carbon yang dihasilkan. Porous carbon dengan rasio sukrosa dan natrium silikat sebanyak 20:15 memiliki luas permukaan spesifik sebesar 155,90 m2/g dan jari-jari pori rata-rata sebesar 1,4019 Ǻ. Porous carbon hasil sintetis dapat digunakan sebagai agen pemucat minyak kelapa sawit mentah (CPO), namun kemampuan pemucatannya masih relatif rendah.
Keywords: porous carbon; silica template; gula (sukrosa); bleaching agent; destruksi gula; peningkatan porositas

Article Metrics:

  1. S. Dietz, D. Recla, Porous carbons from carbohydrates, in, Google Patents, 2009.
  2. Jinwoo Lee, Jaeyun Kim, Taeghwan Hyeon, Synthesis of new nanostructured carbon materials using silica nanostructured templates by Korean research groups, International Journal of Nanotechnology, 3, 2-3, (2006) 253-279 http://dx.doi.org/10.1504/ijnt.2006.009583
  3. Takashi Kyotani, Porous Carbon, in: Carbon Alloys: Novel Concepts to Develop Carbon Science and Technology, Elsevier Science, 2003.
  4. Nurhida Pasaribu, Minyak Buah Kelapa Sawit, in: USU Repository, Jurusan Kimia Universitas Sumatera Utara, Medan, 2004.
  5. S. Ketaren, Pengantar Teknologi Minyak dan Lemak Pangan, in, Universitas Indonesia Press, Jakarta, 1986.
  6. Satish M. Manocha, Porous carbons, Sadhana, 28, 1, (2003) 335-348
  7. James E. Brady, Kimia Universitas : Asas dan Struktur, 5 ed., Erlangga, Jakarta, 1994.
  8. Robert Milton Silverstein, G. Clayton Bassler, Terence C. Morrill, Spectrometric Identification of Organic Compounds, 4 ed., Wiley, 1981.