skip to main content

Penentuan Kandungan Logam Magnetik Komponen Penyusun Abu Layang Batubara

Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University, Indonesia

Published: 1 Apr 2011.
Open Access Copyright 2011 Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/.

Citation Format:
Abstract
Telah dilakukan penelitian penentuan kandungan logam magnetik penyusun abu layang batubara. Abu layang merupakan material berupa serbuk halus yang dihasilkan dari pembakaran batubara dengan kadar sekitar 80-90% dari total abu yang dihasilkan. Komponen utama dari abu layang batubara adalah silika (SiO2), alumina (Al2O3), dan besi oksida (Fe2O3). Sampel abu layang batubara yang digunakan berasal dari PLTU Tanjung Jati Jepara. Komponen magnetik abu layang batubara diperoleh dengan cara memisahkan abu layang menggunakan batang magnet. Proses destruksi pada sampel abu layang dan komponen magnetik menggunakan aqua regia. Metode untuk menentukan besarnya kadar unsur-unsur magnetik yang terkandung dalam abu layang adalah metode spektrofotometri serapan atom (AAS). Hasil penelitian menunjukkan pada sampel abu layang batubara mempunyai kadar logam Fe sebesar 6,17%, logam Al sebesar 3,96%, logam Mn sebesar 1,49% dan logam Cu sebesar 0,0045%. Kadar logam magnetik yang paling dominan pada komponen magnetik abu layang adalah logam Fe sebesar 8,28%, kemudian logam Al sebesar 4,15%, logam Mn sebesar 2,06% dan logam Cu sebesar 0,0027%.

Telah dilakukan penelitian penentuan kandungan logam magnetik penyusun abu layang batubara. Abu layang merupakan material berupa serbuk halus yang dihasilkan dari pembakaran batubara dengan kadar sekitar 80-90% dari total abu yang dihasilkan. Komponen utama dari abu layang batubara adalah silika (SiO2), alumina (Al2O3), dan besi oksida (Fe2O3). Sampel abu layang batubara yang digunakan berasal dari PLTU Tanjung Jati Jepara. Komponen magnetik abu layang batubara diperoleh dengan cara memisahkan abu layang menggunakan batang magnet. Proses destruksi pada sampel abu layang dan komponen magnetik menggunakan aqua regia. Metode untuk menentukan besarnya kadar unsur-unsur magnetik yang terkandung dalam abu layang adalah metode spektrofotometri serapan atom (AAS). Hasil penelitian menunjukkan pada sampel abu layang batubara mempunyai kadar logam Fe sebesar 6,17%, logam Al sebesar 3,96%, logam Mn sebesar 1,49% dan logam Cu sebesar 0,0045%. Kadar logam magnetik yang paling dominan pada komponen magnetik abu layang adalah logam Fe sebesar 8,28%, kemudian logam Al sebesar 4,15%, logam Mn sebesar 2,06% dan logam Cu sebesar 0,0027%.

Fulltext View|Download
Keywords: Abu layang; logam magnetik; destruksi; AAS

Article Metrics:

  1. Santosh Kumar, Leaching behaviour of elements from sub-bituminous coal fly ash, Department Of Mining Engineering, National Institute of Technology Rourkela, Rourkela
  2. Nikolaos Koukouzas, Jouni Hämäläinen, Chrisovalantis Ketikidis, Dimitra Papanikolaou, Asimina Tremouli, Definition of mineral and chemical composition of fly ash derived from CFB combustion of coal with biomass, Carbon, 68, 32.29, (2007) 48.77
  3. Maoming Fan, Qingru Chen, Yuemin Zhao, Daniel Tao, Zhenfu Luo, Xiuxiang Tao, Yufen Yang, Xingkai Jiang, Jinbo Zhu, Coal Ash beneficiation and Utilization in coal separation process, Conference proceeding, World Coal Ash, (2005)
  4. Hsiao-Lan Chang, Wei-Heng Shih, A general method for the conversion of fly ash into zeolites as ion exchangers for cesium, Industrial & engineering chemistry research, 37, 1, (1998) 71-78 http://dx.doi.org/10.1021/ie970362o
  5. Jack Groppo, Rick Honaker, Economical recovery of fly ash-derived magnetics and evaluation for coal cleaning, Proceedings of the WOCA, 9, (2009)
  6. A Shoumkova, Physico-chemical characterization and magnetic separation of coal fly ashes from “Varna”,“Bobov Dol” and “Maritza-Istok I” power plants, Bulgaria. II—Magnetic separation, J Univ Chem Technol Metall, 4, (2006) 181-186
  7. Herry Prijatama, Abu terbang dan Pemanfaatannya, Seminar Nasional Batu Bara Nasional, Yogyakarta, (1993)

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.