Elektrodekolorisasi Limbah Cair Pabrik Tekstil di Wilayah Semarang dengan Elektroda PbO2/Pb

Ilyas Bachtiar -  Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University Jl. Prof. Soedarto, SH., Tembalang, Semarang, Indonesia
*Didik Setiyo Widodo -  Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University Jl. Prof. Soedarto, SH., Tembalang, Semarang, Indonesia
Published: 1 Dec 2015.
Open Access Copyright 2015 Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 399 475
Abstract
Telah dilakukan penelitian tentang elektrodekolorisasi limbah cair pabrik tekstil dengan elektroda Pb/PbO2. Tujuan penelitian ini adalah megkaji efektifitas metode dekolorisasi untuk mendegradasi zat warna pada limbah cair pabrik tekstil, memperoleh informasi tentang efesiensi dan efektifitas penggunaan metode tersebut, serta melihat perubahan parameter kualitas limbah seperti BOD, COD, TSS, TOC. Elektrolisis dipilih sebagai salah satu alternatif penanganan limbah zat warna, karena mempunyai keuntungan dibandingkan metode lain adalah efektivitas dan sederhana. Salah satu faktor pendukung metode ini adalah elektroda. Pada penelitian ini elektroda yang digunakan adalah PbO2/Pb yang diperoleh dari limbah elektroda aki. Metode tersebut dilakukan dengan mengelektrolisis sampel zat warna pada potensial 4 volt dengan elektroda PbO2/Pb aki bekas dan pengaturan waktu elektrolisis selama 120 menit. Hasil akhir elektrolisis di analisis secara kualitatif dan kuantitatif dengan Spektrofotometer UV-VIS dan analisis COD, serta TSS, TOC, BOD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elektrolisis selama 2 jam dengan pH 1 terhadap 50 mL sampel limbah dan penambahan Na2SO4, elektroda PbO2/Pbdari aki bekas dapat mengurangi intensitas warna, dengan persentase dekolorisasi sebesar 95,7 % dan penurunan nilai parameter BOD, COD, TSS, TOC berturut- turut sebesar 44,6%, 70,2%, 83,2%, dan 48,3%.
Keywords
elektrodekolorisasi; elektroda PbO2/Pb

Article Metrics:

  1. G Alaerts, Sri Sumestri Santika, Metode penelitian air, Usaha Nasional, Surabaya, 1987.
  2. Sulistias Mustika, Abdul Haris, Nor Basid Adiwibawa Prasetya, Kajian Metode Elektrofotokatalisis, Elektrolisis dan Fotokatalisis pada Dekolorisasi Larutan Zat Warna Remazol Black B yang Mengandung Ion Logam Cu2+, Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi, 16, 1, (2013) 17-22
  3. Dae-Hee Ahn, Won-Seok Chang, Tai-Il Yoon, Dyestuff wastewater treatment using chemical oxidation, physical adsorption and fixed bed biofilm process, Process Biochemistry, 34, 5, (1999) 429-439 http://dx.doi.org/10.1016/S0032-9592(98)00111-3
  4. MN Rashed, AA El-Amin, Photocatalytic degradation of methyl orange in aqueous TiO2 under different solar irradiation sources, International Journal of Physical Sciences, 2, 3, (2007) 73-81
  5. Siti Fatimah, Abdul Haris, Pengaruh Dopan Zink Oksida pada TiO2 terhadap Penurunan Kadar Limbah Fenol dan Cr (VI) secara Simultan dengan Metode Fotokatalisis, Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi, 17, 3, (2014) 86-89
  6. S. Mondal, Methods of Dye Removal from Dye House Effluent—An Overview, Environmental Engineering Science, 25, 3, (2008) 383-396 http://dx.doi.org/10.1089/ees.2007.0049
  7. Arthias Cita Febriyani, Rum Hastuti, Abdul Haris, Kajian Metode Elektrofotokatalisis, Elektrolisis dan Fotokatalisis pada Dekolorisasi Larutan Zat Warna Remazol Brilliant Orange 3R yang Mengandung Ion Logam Cu2+, Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi, 15, 1, (2012) 7-12
  8. Douglas A Skoog, F James Holler, Stanley R Crouch, Principles of instrumental analysis, Cengage learning, 1994.
  9. Jarnuzi Gunlazuardi, Fotokatalisis pada Permukaan TiO2: Aspek Fundamental dan Aplikasinya, Seminar Nasional Kimia Fisika II, (2001).
  10. Willibrordus Harjadi, Ilmu Kimia Analitik Dasar, Jakarta: PT. Gramedia, (1993)